Yoga sebagai Upaya Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri di Dusun I Desa Bangun Mulya
Keywords:
Yoga Mengurangi Nyeri Haid, Yoga Remaja, Dismonore, RemajaAbstract
Dysmenorrhea is pain during menstruation. Dysmenorrhea or menstrual pain usually occurs in the lower back, waist, and even back. Menstrual pain/dysmenorrhea is an imbalance of the hormone progesterone in the blood which causes pain to arise, psychological factors also play a role in the occurrence of dysmenorrhea in some women. Women have experienced dysmenorrhea as much as 90%. This problem bothers at least 50% of women in their reproductive years and 60-85% in adolescence, resulting in many absences from school or the office. In general, 50-60% of women need analgesic drugs to overcome this dysmenorrhea problem. The impact of menstrual pain on adolescent girls includes disturbed comfort, decreased activity, disturbed sleep patterns, disturbed appetite, disturbed interpersonal relationships, difficulty concentrating on work and study. Pain also affects emotional status towards feelings, irritability, depression and anxiety. Dysmenorrhea has a significant impact on adolescent girls, because it disrupts daily activities. Adolescent girls who experience dysmenorrhea during menstruation will feel limited in carrying out activities, especially learning activities at school. Adolescent girls who are experiencing dysmenorrhea while participating in learning activities can cause learning activities to be disrupted, lack of enthusiasm, decreased concentration and even difficulty concentrating so that the material presented during learning cannot be received properly. From the data of 26 adolescent girls, it was found that 8 adolescent girls experienced menstrual pain during menstruation. The purpose of this activity is to provide non-pharmacological therapy, namely complementary yoga to reduce menstrual pain in adolescent girls to overcome Dysmenorrhea which is carried out through counseling and demonstrations to adolescent girls in Dusun I, Bangun Mulya Village. Yoga reduces menstrual pain is one of the advances in acupressure technology that helps reduce menstrual pain during menstruation, this yoga can be done alone at home and can be done every day during menstruation. This community service is carried out in three stages. The first stage is the selection of a group of adolescent girls who experience dysmenorrhea during menstruation will be taught about dysmenorrhea yoga by measuring the level of pain of adolescent girls during dysmenorrhea using a pain scale questionnaire distributed during data collection. The second stage is to assess the knowledge of adolescent girls about dysmenorrhea by conducting a pretest then conducting counseling and demonstration of yoga movements to reduce during dysmenorrhea. The third stage is the evaluation of the material and movements regarding the yoga method that has been taught to adolescent girls.
Abstrak
Disminore adalah nyeri sewaktu haid. Disminore atau nyeri haid biasanya terjadi di bagian bawah, pinggang, bahkan punggung. Nyeri haid/dismenore adalah ketidak seimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan rasa nyeri timbul, faktor psikologis juga ikut berperan terjadinya dismenore pada beberapa wanita. Wanita pernah mengalami dismenore sebanyak 90% Masalah ini setidaknya mengganggu 50% wanita masa reproduksi dan 60-85% pada usia remaja, yang mengakibatkan banyaknya absensi pada sekolah maupun kantor. Pada umumnya 50-60% wanita diantaranya memerlukan obat-obatan analgesik untuk mengatasi masalah dismenore ini. Dampak Nyeri haid pada remaja putri meliputi rasa nyaman terganggu, aktifitas menurun, pola tidur terganggu, selera makan terganggu, hubungan interpersonal terganggu, kesulitan berkonsentrasi pada pekerjaan dan belajar. Nyeri juga memengaruhi status emosional terhadap alam perasaan, iritabilitas, depresi dan ansietas. Dismenorea memiliki dampak yang cukup besar bagi remaja putri, karena menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Remaja putri yang mengalami dismenorea pada saat menstruasi akan merasa terbatas dalam melakukan aktivitas khususnya aktivitas belajar di sekolah. Remaja putri yang sedang mengalami dismenorea sekaligus mengikuti kegiatan pembelajaran, dapat menyebabkan aktivitas pembelajaran menjadi terganggu, tidak bersemangat, konsentrasi menurun bahkan sulit berkonsentrasi sehingga materi yang disampaikan selama pembelajaran tidak dapat diterima dengan baik. Dari data 26 remaja putri dan di dapatkan 8 remaja putri mengalami nyeri haid saat menstruasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan terapi non farmakologi yaitu komplementer yoga megurangi nyeri haid pada saat Remaja putri mengalami Disminorhea yang dilakukan melalui penyuluhan dan demonstrasi kepada remaja putri di Dusun I, Desa Bangun Mulya. Yoga mengurangi nyeri haid merupakan salah satu kemajuan teknologi akupresure yanng membantu mengurangi nyeri haid saat menstruasi, yoga ini dapat dilakukan sendiri di rumah dan dapat dilakukan setiap hari saat menstruasi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah Pemilihan kelompok remaja putri yang mengalami nyeri haid saat menstruasi dan akan diajarkan tentang yoga dismenore dengan mengukur Tingkat nyeri remaja putri pada saat dismenore dengan menggunakan kuesioner skala nyeri yang dibagikan pada saat pendataan. Tahap kedua melakukan pengkajian pengetahuan remaja putri tentang dismenore dengan melakukan pretest kemudian melakukan penyuluhan dan demonstrasi gerakan yoga untuk mengurangi pada saat dismenore. Tahap ketiga adalah evaluasi materi dan gerakan mengenai metode yoga yang telah diajarkan kepada remaja putri.
References
Bayu Argaheni, N., Amir, N., Utami Dewi, S., Indah Arista Sari, P., Wari Harahap, Y., Rahmi, U., Sepang, L., Andriyani Utami, R., Wuisang, M., Nasution, J. D., & Mahayani Nasution, E. (2023). FullBook Terapi Komplementer pada Remaja_compressed.
Febgriantie, L. (2017). Global Health Science , Volume 2 Issue 4 , Desember 2017 Issn 2503-5088 Global Health Science. Global Health Science, 2(2), 325–331. http://jurnal.csdforum.com/index.php/GHS/article/view/160
Lestari, T. R., Wati, N. M. N., Juanamasta, I. G., Thrisnadewi, N. L. P., & Sintya, N. K. A. (2019). Pengaruh Terapi Yoga (Paschimottanasana dan Adho Mukha Padmasana) terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja Putri yang Mengalami Dismenore Primer. Journal of Health Science and Prevention, 3(2), 94–100. https://doi.org/10.29080/jhsp.v3i2.221
Maringga, E. G., & Ivantarina, D. (2023). Pemberdayaan Kelompok Teman Sebaya: Edukasi Penggunaan Terapi Komplementer Untuk Mengurangi Dismenorea Primer. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 7(1), 1–14. https://doi.org/10.29407/ja.v7i1.17334
Oktaviani, A. D., & Dewi, Z. (2023). Dismenore Primer dan Faktor Gizi yang Mempengaruhi Primary. Jurnal GIZIDO, 13(2), 85–94.
Pradini, V. I., & Faried Rahman Hidayat. (2020). Hubungan Nyeri Haid Dan Perilaku Tentang Penanganan Dismenore Dengan Aktivitas Belajar Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Samarinda. Borneo Student Research, 1(3), 2174–2180.
Pranoto, H. H., Fitri, A. L., Setyani, D., & Putri, A. (2022). Akupresur Sebagai Alternatif Mengurangi Nyeri Haid ( Disminorea ) pada Remaja Putri. 385–392.
Rahmadani, P. (2024). Pengaruh Gerakan Yoga Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore pada Remaja Mahasiswi Keperawatan Universitas Indonesia Maju Tahun 2021. Health & Medical Sciences, 1(2), 10. https://doi.org/10.47134/phms.v1i2.168
Rifiana, A. J., & Sugiatno, N. I. (2019). Efektivitas Terapi Yoga Terhadap Dimenorea Pada Siswi Kelas X SMA Negeri 1 Klari Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Tahun 2018. Jurnal Ilmu Dan Budaya, 41(64), 7637–7646. http://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/article/view/714
Salsabila Putri, J., Triana Nugraheni, W., & Tri Ningsih, W. (2023). Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Dismenore Pada Siswi Di Mts Muhammadiyah 2 Palang Kabupaten Tuban. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(9), 2589–2599. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i9.508
Sumiaty, S., Sakti, P. M., & Hasnawati, H. (2022). Pelatihan Pemanfaatan Terapi Komplementer sebagai upaya Penanganan Dismenorhoe pada Remaja Putri. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 626–633. https://doi.org/10.33860/pjpm.v3i3.1256
Triningsih, R. W., & Mas’udah, E. K. (2023). Studi Literatur: Mengurangi Dismenorea Melalui Penanganan Komplementer. Jurnal Kebidanan, 12(1), 46–56. https://doi.org/10.47560/keb.v12i1.489
Wuisang, M., Frans, J. A., & Kaparang, G. F. (2022). Jenis Terapi Komplementer Dan Dismenore Pada Mahasiswi. Nutrix Journal, 6(2), 21. https://doi.org/10.37771/nj.vol6.iss2.854
Yulina, R., & Ningsih, N. F. (2020). Efektivitas Senam Yoga Terhadap Penurunan Nyeri Disminore Pada Mahasiswi Di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal Ners, 4, 75–80.
Zuraida; Keta Dania Pumi. (2020). Pengaruh Kombinasi Yoga Dan Aroma Terapi Lavender. Maternal Child Health Care Journal, 2(2).