Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny K.N.F.T Umur 29 Tahun di Puskesmas Kota Atambua

Authors

  • Aplonia Lou Manu Universitas Ngudi Waluyo
  • Luvi Dian Afriyani Universitas Ngudi Waluyo

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is an important indicator of the level of public health. MMR describes the number of women who die per 100,000 live births (KH), from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after giving birth) so that comprehensive care is provided to prevent maternal deaths during pregnancy, childbirth and postpartum (Indonesian Health Profile, 2018). The maternal mortality rate in Belu Regency in 2019 was 5 cases, in 2020 there were 12 cases, in 2021 there were 7 cases, in 2022 there were 6 cases, in 2023 there were 7 cases, for 2024 from January to now there were 3 cases. The highest cause of death occurs when the mother gives birth due to preeclampsia/eclampsia, bleeding, placental abruption, etc. The Infant Mortality Rate (IMR) in Belu Regency in 2019 was 80 cases, in 2020 there were 66 cases, in 2021 there were 53 cases, in 2022 there were 48 cases, in 2023 there were 49 cases with the highest causes being births with low birth weight babies, asphyxia , congenital abnormalities and other causes include congenital heart disease, sepsis and others. From the data above, it can be seen that the causes of maternal and infant deaths can occur during pregnancy, childbirth, BBL and postpartum birth control. So comprehensive and sustainable care is care to provide care by knowing and understanding the mother to foster mutual trust so that it is easier to provide services that suit the mother's needs by providing comfort and support, not only during pregnancy and after delivery, but also during delivery and Birth is very necessary for mothers. This care is provided to mothers during pregnancy, childbirth, postpartum and newborns to prevent complications that can cause death. The services provided are comprehensive midwifery services starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning. So the author carries out midwifery care with the title "Continuity of Care (CoC) Midwifery Care for Mrs. K.F.N T aged 29 years at the Atambua City Health Center. The aim of the research is to provide comprehensive midwifery care starting from pregnancy care, delivery, birth control, newborns and neonates according to Varney's 7 management steps and documentation using the SOAP method. Method In this treatment the author uses data collection methods, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examinations, documentation studies and literature studies. The research, conducted from May 14 to August 14, 2024, used warm water compresses during pregnancy to reduce abdominal and back pain, ensuring a smooth delivery. Childbirth care was uninterrupted, and the healthy male newborn showed no defects. Postpartum care included oxytocin massage to improve breast milk flow.The mother chose IUD contraception and adopted it after 42 days. Both mother and baby are healthy, with the newborn developing normally. Conclusion: Comprehensive care was successfully provided from pregnancy to postpartum, ensuring no complications. Suggestion: Continued comprehensive care is essential to monitor maternal and newborn health.

 

Abstrak

Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal per 100.000 kelahiran hidup (KH), dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas (Profil Kesehatan Indonesia, 2018). Angka Kematian Ibu di Kabupaten Belu Tahun 2019 sebanyak 5 kasus, tahun 2020 sebanyak 12 kasus, tahun 2021 7 kasus, tahun 2022 sebanyak 6 kasus, 2023 sebanyak 7 kasus, untuk tahun 2024 bulan januari sampai dengan sekarang sebanyak 3 kasus. Penyebab kematian tertinggi terjadi pada saat ibu bersalin yang disebabkan karena preeklamsi/eklamsia, perdarahan, solutio plasenta dll. Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Belu Tahun 2019 sebanyak 80 kasus, tahun 2020 sebanyak 66 kasus, tahun 2021 sebanyak 53 kasus, tahun 2022 sebanyak 48 kasus, tahun 2023 sebanyak 49 kasus dengan penyebab tertinggi adalah kelahiran dengan Berat Bayi Lahir Rendah, asfiksia, kelainan kongenital dan penyebab lainnya antara lain penyakit jantung bawaan, sepsis dan lain-lain. Dari data diatas dapat diketahui bahwa penyebab kematian ibu dan bayi dapat terjadi pada masa kehamilan, persalinan, BBL dan nifas KB. Maka asuhan yang komprehensif dan berkelanjutan yaitu asuhan untuk memberikan perawatan dengan mengenal dan memahami ibu untuk menumbuhkan rasa saling percaya agar lebih mudah dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan ibu dengan memberikan kenyamanan dan dukungan, tidak hanya kehamilan dan setelah persalinan, tetapi juga selama persalinan dan kelahiran sangat diperlukan untuk ibu. Asuhan ini diberikan kepada ibu dari masa hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir untuk mencegah komplikasi-komplikasi yang dapat menyebabkan kematian. Pelayanan yang dilakukan adalah pelayanan kebidanan secara komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB. Sehingga penulis melakukan asuhan kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Secara Continuity Of Care (CoC) Pada Ny.K.F.N T umur 29  tahun di Puskesmas Kota Atambua. Tujuan penelitian Memberikan Asuhan Kebidanan secara  komprehensif dari asuhan kehamilan, persalinan, nifas KB, bayi baru lahir dan neonatus sesuai Menejemen Varney 7  langkah dan pendokumentasian dengan metode SOAP. Metode Dalam asuhan ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 14 Mei 2024 sampai dengan 14 Agustus 2024. Hasil Pada asuhan kehamilan dilakukan kompres air hangat untuk mengurangi nyeri perut dan pinggang, sehingga Ny.K.N.F.T   dapat menjalankan kehamilanya sampai persalinan. Asuhan pada persalinan tidak terdapat kesenjangan Ny. K.N.F.T secara SC. Asuhan pada bayi baru lahir berjenis kelamin laki-laki, tidak ditemukan adanya cacat serta tanda bahaya. Pada masa nifas asuhan komplementer yang diberikan adalah pijat ositocin untuk memperlancar ASI ini sesuai dengan keluhan ibu ASI tidak lancar. Untuk KB kontrasepsi yang di minati ibu IUD.Setelah masa nifas 42 hari ibu sudah mengikuti Metode KB IUD .bayi baru lahir berjalan dengan normal.. Kesimpulan Dari penatalaksanaan telah dilakukan asuhan komprehensif pada klien dari kehamilan, persalinan, dan nifas KB tanpa penyulit.Sarannya yaitu Asuhan komprehensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi terpantau.

References

Anik, M. 2015. Asuhan Ibu Nifas dan Asuhan Ibu Menyusui. In Media. Bogor

Naomy, M.T. 2016. Asuhan Kebidanan Kehamilan. In Media. Bogor.

Erni,. dkk. (2022). Asuhan Kebidanan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Keluarga Berencana. Padang: Global Eksekutif Teknologi.

Walyani, E., Purwoasturi, E. (2016). Asuhan Kebidanan Persalinan & Bayi Baru Lahir. Yogyakarta: PAPER PLANE.

Munthe, J. (2019). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Berkesinambungan (Continuity of Care). Jakarta: Trans Info Media.

Gultom, L., & Hutabarat, J. (2020). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Sidoarjo: Zifatama Jawara.

Lestari, N. (2017). pijat oksitosin pada ibu post partum primipara terhadap produksi ASI dan kadar hormon oksitosin. jurnal ners dan kebidanan, 120-124.

Manuaba ( 2010 ) Ilmu Kebidanan ,Penyakit Kandungan dan KB untuk pendidikan Bidan

Irmawati,Mae( 2017) Asuhan kebidanan komprehensif

Downloads

Published

2024-12-19

How to Cite

Aplonia Lou Manu, & Afriyani, L. D. (2024). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny K.N.F.T Umur 29 Tahun di Puskesmas Kota Atambua. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(2), 2650–2658. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/1090