Peningkatan Pengetahuan tentang Baby Massage untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Bayi dengan Edukasi Baby Massage
Abstract
The World Health Organization (WHO) explains that approximately 33% of babies have sleep disorders. Sleep quality also has an impact on nutritional status, indirectly children who have good sleep quality have an impact on good eating patterns. One way to overcome this is by doing baby massage. to improve mothers' knowledge and skills regarding baby massage as a solution to improving baby sleep quality. Community Service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage is preparation by collaborating with partners and determining community service targets. The Second Stage is the implementation stage, before the counseling is carried out, a pretest is carried out to explore mothers' knowledge about baby massage. Furthermore, education and training in baby massage are carried out with direct demonstrations. The Third Stage is evaluating by providing a posttest questionnaire. This activity was attended by 12 mothers who have children aged 0-15 months. Before the counseling was carried out regarding baby massage, it was found that most of the mothers' knowledge was in the poor category, namely 8 people (66.7%) and after the counseling, 12 mothers had knowledge in the good category (100%). There was an increase in knowledge before and after baby massage counseling. Suggestion: It is hoped that parents can provide baby massage stimulation so that they will achieve optimal growth and development..
Abstrak
World Health Organization (WHO) menjelaskan kira-kira 33% bayi terdapat gangguan pada saat tidur. Kualitas tidur juga memiliki dampak terhadap status gizi, secara tidak langsung anak yang mempunyai kualitas tidur yang bagus berdampak pada pola makan yang baik. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan baby massage. Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu mengenai pijat bayi sebagai Solusi dalam meningkatkan kualitas tidur bayi. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra dan menentukan sasaran pengabdian masyarakat. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pijat bayi. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pijat bayi dengan demonstrasi secara langsung. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan kuesioner posttest. Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang ibu yang memiliki anak usia 0-15 bulan. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai pijat bayi didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori kurang yaitu sebanyak 8 orang (66,7%) dan setelah dilakukan penyuluhan ibu memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 12 orang (100%). terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan baby massage. Diharapkan orangtua dapat memberikan stimulasi pijat bayi sehingga akan mencapai pertumbuhan dan perkembangan dengan optimal.
References
Chang, A. K., Lee, K. H., Chang, C. M., & Choi, J. Y. (2021). Factors Affecting the Quality of Sleep in Young Adults. Journal of Korean Academy of Community Health Nursing, 32(4), 497. https://doi.org/10.12799/jkachn.2021.32.4.497
Gustavia Yolanda, S., & Ismarwati, I. (2024). The Influence of Feeding Practice on the Risk of Stunting in Toddler: A Scoping Review. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 15(2), 149–166. https://doi.org/10.26553/jikm.2024.15.2.149-166
Masruroh, M., Pranoto, H. H., Widayati, W., Nurrohman, N., Kale, C. C., Aristiani, S. A., & Choifin, F. (2022). Pijat Bayi untuk Menstimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan. INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE), 4(1), 50. https://doi.org/10.35473/ijce.v4i1.1614
Nasution, A. F. D., Nuraidah, N., & Imelda, I. (2021). THE EFFECT OF BABY MASSAGE ON THE SLEEP QUALITY OF 3-12 MONTHS BABIES IN PRIVATE MIDWIVE JAMBI CITY. Nsc Nursing, 3(2), 23–35. https://doi.org/10.32549/OPI-NSC-51
Nasution, E. Y., Fatimah, & Tanjung, W. W. (2022). Demonstrasi Pijat Bayi Pada Ibu yang Mempunyai Bayi di Kelurahan Napa Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan. Urnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita 3, 1.
Notoatmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Pratiwi, T. (2021). PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 1-6 BULAN . J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 9–13.
Sari, E. R. R. S. and A. W., Susanti, R., & Widyaningsih, A. (2024). Edukasi Pijat Commond Cold pada Balita sebagai Upaya Mengurangi Gejala Flu dan Batuk. In Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(1).
Wardani, J. V., Choirunissa, R., & Kundaryanti, R. (2023). EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN. Menara Medika, 5(2), 242–251. https://doi.org/10.31869/mm.v5i2.4168
Widiani, N. N. A., & Chania, M. P. (2022). EFEKTIVITAS BABY MASSAGE TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II SUKAWATI TAHUN 2021. An-Nadaa Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 29. https://doi.org/10.31602/ann.v9i1.6348
Yanuarini, T. A., Yani, E. R., & Farida, A. Y. (2020). PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PIJAT BAYI TERHADAP KEMAMPUAN PSIKOMOTOR IBU MELAKUKAN PIJAT BAYI 1-3 BULAN. Jurnal Wiyata: Penelitian Sains Dan Kesehatan, 7(1), 62–68.