Literature Review : Sanitasi Lingkungan dan Riwayat Penyakit Infeksi Berhubungan dengan Kejadian Stunting

Authors

  • Suji Wahyuningsih Universitas Ngudi Waluyo
  • Annisa Mastri Universitas Ngudi Waluyo
  • Sinta Nuryah Universitas Ngudi Waluyo
  • Icca Octavia Noor Universitas Ngudi Waluyo
  • Endah Sulistyowari Universitas Ngudi Waluyo
  • Sufiyatun Universitas Ngudi Waluyo
  • Mutoharoh Universitas Ngudi Waluyo
  • Luvi Dian Afriyani Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Sanitasi Lingkungan, Infeksi, Stunting

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems that causes early morbidity and mortality in children under the age of five, especially in developing countries. The short-term impact of stunting can increase morbidity and mortality rates, cognitive, motor, and verbal development that does not reach its optimal potential in children. The causes of stunting are maternal nutrition during pregnancy, toddler nutrition, and infectious diseases, water, sanitation and hygiene (WASH), which consists of drinking water sources, physical quality of drinking water, and ownership of latrines. The purpose of the literature review is to identify the relationship between environmental sanitation and a history of infectious diseases with the incidence of stunting in toddlers. This study uses a systematic review method, namely a search for literature both internationally and nationally. A total of 7 articles sourced from Google Scholar, Garuda, Sinta, Pubmed, Proquest and Science Direct were reviewed for inclusion criteria, namely articles that can be accessed in full text in pdf format, in Indonesian or English, articles published in 2020-2024. The results of the review of 7 articles showed that environmental sanitation and a history of infectious diseases had a significant relationship with the incidence of infection in toddlers. The conclusion of environmental sanitation factors related to stunting incidents includes the availability of access to clean water, good drinking water and the availability of toilets. History of infectious diseases includes ISPA and EED disease. It is hoped that health workers will increase health promotion to the community to increase knowledge about good environmental sanitation and the incidence of infections that can be risk factors for stunting in children..

 

Abstrak

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas dini pada anak di bawah usia lima tahun, terutama di negara-negara berkembang. Dampak jangka pendek dari stunting dapat meningkatkan angka kesakitan serta kematian, perkembangan kognitif, motorik, serta verbal yang tidak mencapai potensi optimal pada anak. Penyebab stunting adalah nutrisi ibu saat hamil, nutrisi balita, dan penyakit infeksi, water, sanitation and hygiene (WASH), yang terdiri dari sumber air minum, kualitas fisik air minum, kepemilikan jamban. Tujuan dari literatur review adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara sanitasi lingkungan dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode sistematika review yaitu sebuah pencarian literatur baik internasional maupun nasional. Sebanyak 7 artikel bersumber dari Google Scholar, Garuda, Sinta, Pubmed, Proquest dan Science Direct ditelaah kriteria inklusi yaitu artikel yang dapat diakses secara full text dalam format pdf, berbahasa Indonesia atau Bahasa inggris, artikel terbitan tahun 2020-2024. Hasil tinjuan dari 7 artikel menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan dan riwayat penyakit infeksi mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian infeksi pada balita. Kesimpulan faktor sanitasi lingkungan yang berhubungan dengan kejadian stunting meliputi ketersediaan akses air bersih, air minum yang baik dan ketersediaan jamban. Riwayat penyakit infeksi meliputi ISPA dan penyakit EED. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatakan peromosi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai sanitsai lingkungan yang baik dan kejadian infeksi yang dapat menjadi faktor resiko terjadinya stunting pada anak.

References

Anggraini, Y., & Rusdy, H. N. (2019). Faktor yang berhubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Air Bangis kabupaten Pasaman Barat. Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 10(2), 902-910.

Batool, M., Saleem, J., Zakar, R., Butt, M. S., Iqbal, S., Haider, S., & Fischer, F. (2023). Relationship of stunting with water, sanitation, and hygiene (WASH) practices among children under the age of five: a cross-sectional study in Southern Punjab, Pakistan. BMC Public Health, 23(1), 2153.

Dewi, A. P., Ariski, T. N., & Kumalasari, D. (2019). Faktor–Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita 24–36 bulan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Wellness And Healthy Magazine, 1(2), 231-237.

Gizaw, Z., Yalew, A. W., Bitew, B. D., Lee, J., & Bisesi, M. (2022). Stunting among children aged 24–59 months and associations with sanitation, enteric infections, and environmental enteric dysfunction in rural northwest Ethiopia. Scientific Reports, 12(1), 19293.

Hina, S. B., & Picauly, I. (2021). Hubungan faktor asupan gizi, riwayat penyakit infeksi dan riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting di kabupaten Kupang. Jurnal Pangan Gizi Dan Kesehatan, 10(2), 61-70.

Indrawati, I., Hardianti, S., & Febria, D. (2023). Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Kiri. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 4562-4566.

Kementrian Kesehatan RI. (2018). Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia, 2088-270 X, 2.

Lefebo, B. K., Kassa, D. H., & Tarekegn, B. G. (2023). Factors associated with stunting: gut inflammation and child and maternal-related contributors among under-five children in Hawassa City, Sidama Region, Ethiopia. BMC nutrition, 9(1), 54.

Nasution, S. B., Rahmat, A., & Sari, M. (2022). The Relationship Of Sanitation And Refill Water Quality With Stunting Events In The Work Area of Community Health Centers Titi Papan in Medan Deli District. International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP), 2(1), 162-167.

Riskesdas, L. N. (2021). Kementerian Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta

Subroto, T., Novikasari, L., & Setiawati, S. (2021). Hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati), 7(2), 200-206.

Tariq, H., Butt, M. S., Javed, A., & Saleem, J. (2021). Relationship of maternal body mass index and socio-economic status with stunting and wasting: a survey on children under five dwelling in Southern Punjab, Pakistan.

Uliyanti, U., Tamtomo, D. G., & Anantanyu, S. (2017). Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal vokasi kesehatan, 3(2), 67-77.

UNICEF, W. (2021). WHO, World Bank Levels and trends in child malnutrition. Joint child malnutrition estimates. New York, NY: United Nations International Children’s Fund.

Wulandari, W. W., & Rahayu, F. (2019). Hubungan sanitasi lingkungan dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas kerkap kabupaten bengkulu utara tahun 2019. Avicenna: Jurnal Ilmiah, 14(02), 6-13.

Downloads

Published

2024-12-19

How to Cite

Wahyuningsih, S., Mastri, A., Nuryah, S., Octavia Noor, I., Sulistyowari, E., Sufiyatun, Mutoharoh, & Dian Afriyani, L. (2024). Literature Review : Sanitasi Lingkungan dan Riwayat Penyakit Infeksi Berhubungan dengan Kejadian Stunting. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(2), 3190–3198. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/1142