Literature Review : Faktor Yang Memengaruhi Penggunaan KB Pascasalin

Authors

  • Sri Wahyuni Universitas Ngudi Waluyo
  • Nurasia Burhan Universitas Ngudi Waluyo
  • Leni Marlina Universitas Ngudi Waluyo
  • Luvi Dian Afriyani Afriyani Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Kontrasepsi, KB Pascasalin

Abstract

Family planning program as one of the programs for population control through birth control. Postpartum Family Planning (postpartum) is a service provided to postpartum patients up to 42 days. Postpartum family planning is an effort to prevent pregnancy by using contraceptive devices and drugs immediately after giving birth up to 42 days/6 weeks after giving birth. Postpartum contraception is a method of preventing pregnancy that is applied immediately after giving birth to avoid unplanned pregnancies. The application of this contraception is important to provide a safe distance between pregnancies, reduce health risks to the mother and baby, and provide recovery time for the mother's body after giving birth. Some commonly used postpartum contraception methods include intrauterine contraceptive devices (IUDs), implants, injections, and other hormonal contraceptives, which can be applied immediately after birth or within a certain period of time afterward. In addition, the lactational amenorrhea method (LAM) is also a natural choice, especially for mothers who breastfeed exclusively. The choice of contraceptive method must consider the mother's health condition, plans for the next pregnancy, and individual preferences. Counseling and assistance from health workers are needed to provide accurate information about the appropriate method, so that mothers can make the right and informed decisions. The use of postpartum contraception is expected to support the reproductive health and well-being of mothers and families. In this article, the author searched various literature sources in the form of articles, journals, documents related to the problems studied in this research.

 

Abstrak

Program KB sebagai salah satu program untuk pengendalian penduduk melalui pengaturan kelahiran. Keluarga Berencana Pasca Persalinan (postpartum) adalah pelayanan yang diberikan kepada pasien pasca persalinan sampai kurun waktu 42 hari KB pasca persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat dan obat kontrasepsi segera setelah melahirkan sampai dengan 42 hari/ 6 minggu setelah melahirkan. Kontrasepsi pasca salin merupakan metode pencegahan kehamilan yang diterapkan segera setelah persalinan untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan. Penerapan kontrasepsi ini penting guna memberikan jarak yang aman antara kehamilan, mengurangi risiko kesehatan pada ibu dan bayi, serta memberikan waktu pemulihan bagi tubuh ibu setelah melahirkan. Beberapa metode kontrasepsi pasca salin yang umum digunakan meliputi alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), implan, suntik, dan kontrasepsi hormonal lainnya, yang dapat diterapkan segera setelah kelahiran atau dalam kurun waktu tertentu setelahnya. Selain itu, metode amenore laktasi (MAL) juga menjadi pilihan alami, terutama bagi ibu yang menyusui secara eksklusif. Pemilihan metode kontrasepsi harus mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu, rencana kehamilan berikutnya, serta preferensi individu. Penyuluhan dan pendampingan dari tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi yang tepat mengenai metode yang sesuai, sehingga ibu dapat membuat keputusan yang tepat dan terinformasi. Penggunaan kontrasepsi pasca salin diharapkan dapat mendukung kesehatan reproduksi dan kesejahteraan ibu serta keluarga. Pada artikel    ini,    penulis    melakukan    pencarian    terhadap berbagai sumber literatur berupa artikel, jurnal, dokumen yang  berkaitan  dengan  permasalahan  yang  dikaji  dalam penelitian ini.

References

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (2020) Peraturan Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan. Jakarta: Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional.

https://jdih.bkkbn.go.id/detail- peraturan/195

Khusniyati, E., Purwati, H., SB, EM., and Ibnu, F., (2020) 'Pemanfaatan Buku Kia Untuk Persiapan Persalinan dan Perencanaan Kontrasepsi Pasca Salin Pada Ibu Hamil', Media Ilmu Kesehatan. Vol.9(2): pp.147-155. https://doi.org/10.54350/jkr.v12i2.136

Khotimah, VK., Baroya, N., and Pudjo, W., (2016)'Pengaruh Konseling KB Pada Ibu Hamil Trimester III terhadap Keikutsertaan KB', e- jurnal Pustaka Kesehatan. Vol.4(2): pp.316- 322.

Lambe, FM., Riswan, I., and Blanchard, H., (2017) 'Providing Family Planning Post Partum Counseling Using Balance Counseling Strategy Approach in 9 Distrits in Indonesia', International Journal for Quality in Health Care. Vol.29: pp.40. https://doi.org/10.1093/intqhc/mzx125.64

Ruhanah., Lathifah, N., and Hateriah, St.., (2023) 'Korelasi Pendidikan dan Konseling KB Saat Hamil dengan Penggunaan KB Pasca Salin pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Paringin Selatan', Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan. Vol.4(1): pp.1470-1484. https://doi.org/10.55606/jrik.v4i1.2829

Downloads

Published

2024-12-19

How to Cite

Wahyuni, S., Burhan, N., Marlina, L., & Afriyani, L. D. A. (2024). Literature Review : Faktor Yang Memengaruhi Penggunaan KB Pascasalin . Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(2), 3136–3143. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/1162