Penerapan Akupresure untuk Nyeri Haid pada Remaja Putri
Keywords:
Nyeri Haid, AkupresureAbstract
Symptoms that often occur during menstruation are discomfort due to menstrual pain or what is often called dysmenorrhea. The short-term impact of dysmenorrhea is affecting daily activities, emotional conflict, tension and anxiety, moody, irritable and unable to interact effectively with others. Efforts that can be made to overcome dysmenorrhea pain can be done in a non-pharmacological way, one of which is by using acupressure. The purpose of community service is to increase adolescent knowledge about how to overcome menstrual pain. The Community Service Method will be implemented in 3 stages, namely the First Stage is preparing by conducting a problem assessment and collaborating with partners. The Second Stage is conducting a pre-test to explore the level of adolescent knowledge, providing counseling on how to overcome menstrual pain in adolescents using Projector media and conducting acupressure demonstrations to reduce menstrual pain. The Third Stage is evaluating by giving a post-test to adolescents. From the results of Community Service, it was found that this activity was attended by 12 adolescents and 2 cadres. The results showed that before the counseling, the pretest value of adolescent knowledge showed the lowest value of 30 and the highest was 60, while the average value was 50.8. After the counseling, the adolescent knowledge value showed the lowest value of 80 and the highest was 100, while the average value was 94.17. In conclusion, there was an increase in adolescent knowledge about reproductive health and how to overcome menstrual pain in adolescent girls. It is hoped that health workers will improve health education to the community, especially adolescent girls, regarding how to reduce menstrual pain to improve the quality of adolescent health.
Abstrak
Gejala yang sering terjadi saat menstruasi adalah rasa tidak nyaman karena timbulnya nyeri haid atau yang sering disebut dengan dismenorea. Dampak jangka pendek dari disminore yaitu mempengaruhi aktifitas sehari-hari, konflik emosional, ketegangan dan kecemasan, murung, mudah marah dan tidak dapat berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri dismenore dapat dilakukan dengan cara non farmakologis, salah satunya dengan mengguankan akupresure. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai cara untuk mengatasi nyeri haid. Metode Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan pengkajian permasalahan dan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua melakukan prestest untuk menggali tingkat pengetahuan remaja, memberikan penyuluhan mengenai cara mengatasi nyeri haid pada remaja menggunakan media proyektor dan melakukan demonstrasi akupresure untuk mengurangi nyeri haid. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest kepada remaja. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 12 remaja dan 2 kader. Didapatkan hasil bahwa sebelum penyuluhan, nilai pretest pengetahuan remaja menunjukan hasil nilai terendah yaitu 30 dan tertingginya yaitu 60, sementara nilai rata-ratanya yaitu 50,8. Setelah dilakukan penyuluhan, nilai pengetahuan remaja menunjukkan hasil nilai terendah yaitu 80 dan tertingginya yaitu 100, sementara nilai rata-ratanya yaitu 94,17. Kesimpulan, terjadi peningkatan pengetahuan remaja mengenai kehesatan reproduksi dan cara mengatasi nyeri haid pada remaja putri. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kesehatan kepada masayarakat, terutama remaja putri mengenai cara mengurangi nyeri haid untuk meningkatkan kualitas kesehatan remaja.
References
Achmada, E. N., Asturi, S., Sodiyah, & Cahyaningrum. (2023). Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri. Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 2(2), 1137–1142.
Ahmad. (2020). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi. Media Sains Indonesia.
Ananda, S. (2025). Pengaruh Penerapan Akupresure Terhadap Penurunan Nyeri Dismenorea Pada Remaja Putri Di Sma Abulyatama Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Medika Hutama, 6(2), 4201–4208.
Februanti, S., Kartilah, T., Hartono, D., & Aryanti, D. (2020). dolescent Dismenore Prevalence in West Java, Indonesia: Preliminary Study. Journal of Critical Reviews, 7(14).
Fithriyah, F. M. (2022). Pengaruh Pemberian Penyuluhan Kesehatan Dengan Media Leaflet Tentang Dismenorea Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ulul Albab Sukoharjo [Thesis (Other)]. Universitas Kusuma Husada Surakarta.
Fitria, F., & Haqqattiba’ah, A. (2020). Pengaruh Akupresur dengan Teknik Tuina terhadap Pengurangan Nyeri Haid (Disminore) pada Remaja Putri. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 7(1), 073–081. https://doi.org/10.26699/jnk.v7i1.ART.p073-081
Indrayani, T., Astiza, V., & Widowati, R. (2021). Pengaruh Akupresur Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Wilayah Rw.03 Kelurahan Margahayu Utara Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung. Journal for Quality in Women’s Health, 4(1), 94–103.
Khamidah, & Sofiyanti, I. (2023). Akupresure untuk Mengatasi Dismenore pada Remaja Putri. Journal of Holistics and Health Science, 5(1), 155–165. https://doi.org/10.35473/jhhs.v5i1.266
Kusmiran. (2017). Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. Salemba Medika.
Marbun, U., & Sari, L. P. (2022). Efektifitas Terapy Akupresur Terhadap Pengurangan Dismenore Pada Mahasiswa DIII Kebidanan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 64–69. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.703
Sastriani, M. D., Hasanah, O., & Wahyuni, S. (2022). Efektivitas Terapi Akupresur Terhadap Nyeri (Dismenore) Pada Remaja. HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN, 11(2), 347–356. https://doi.org/10.36763/healthcare.v11i2.202
Masruroh, Cahyaningrum, Widayati, & Hapsari Windayanti. (2023). Ibm Edukasi Kesehatan Teknik Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja. INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE), 5(1), 23–28. https://doi.org/10.35473/ijce.v5i1.2307
Novitasari, E., Soemanto, R. B., & Prasetya, H. (2020). Effect of acupuncture therapy on pain reduction in dysmenorrhea patients: A meta-analysis. Journal of Maternal and Child Health, 5(6), 705–714.
Remedina, G., & Noviani, A. (2022). Pengetahuan Remaja Putri Tentang Disminore Di Sma Man Karanganyar. Jurnal Ilmiah Maternal, 6(1).
Roza, R., Mulyadi, B., Nurdin, Y., & Mahathir, M. (2019). Pengaruh Pemberian Akupresur oleh Anggota Keluarga terhadap Tingkat Nyeri Pasien Nyeri Kepala (Chephalgia) di Kota Padang Panjang. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(3), 714. https://doi.org/10.33087/jiubj.v19i3.772
Sari, W. P., Rahmatullah, S., Wirasti, & Muthoharoh, A. (2021). Pengaruh Leaflet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswi Dalam Swamedikasi Dismenore Dengan Obat Tradisional (Jamu Kunyit Asam) Di Sma Negeri 3 Pemalang Tahun 2021. In Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 1, 144–152.
Sinaga, E. (2017). Manajemen Menstruasi. Universitas Nasional IWWASH Global One.
Suindri, N. N., Erawati, N. L. P. S., Darmapatni, M. W. G., & Sriasih, N. G. K. (2021). Primary Dysmenorrhea Intensity Between Stretching Abdominal Therapy and Acupuncture to Adolescent Girls. Journal of Health and Medical Sciences, 4(3). https://doi.org/10.31014/aior.1994.04.03.179
Sumiatik, & Handayani, P. (2025). Pengaruh Terapi Akupresure Menggunakan Titik L14 Terhadap Disminore Pada Santriwati Di Pondok Pesantren Al-Uswah Sumatera Utara Tahun 2024. Jurnal Media Informatika, 6(2), 1142–1147.
Ummiyati. (2023). Terapi Komplementer Dysmenorea. Rena Cipta Mandiri.

