Continuity of Care (COC) pada Ny. B Umur 30 Tahun G2P1A0 di PMB X

Authors

  • Eva Desitasari Universitas Ngudi Waluyo
  • Hapsari Windayanti Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Asuhan kebidanan berkelanjutan, Kehamilan. Persalinan, BBL, Nifas, KB

Abstract

Continuity of care is the provision of midwifery care from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate until deciding to use family planning. This aims to help monitor and detect the possibility of complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. The method of midwifery care at PMB X and through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care provided to Mrs. "B" lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 2 pregnancy visits, 1 delivery, 2 postpartum, 2 neonates, and 1 family planning. In Mrs. "D" the pregnancy process went physiologically without any problems or complications although in TM II the mother experienced back pain. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications and management had been carried out according to the 60 APN steps. In midwifery care during the postpartum period, it was normal and smooth. In providing midwifery care for family planning, the mother has been given counseling and decided to use Injectable Family Planning. Continuous midwifery care (continuity of care) that has been carried out on Mrs. "B" during pregnancy, childbirth, postpartum period, newborns, and family planning, the examination results were within normal limits and there were no accompanying complications. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.

 

Abstrak

Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal  ini  bertujuan  sebagai  upaya  untuk  membantu memantau dan            mendeteksi adany kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di PMB X dan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan Ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”B” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 2 kali, neonatus 2 kali,serta KB sebanyak 1 kali. Pada Ny.”B” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM II ibu mengalami nyeri punggung. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas normal dan lancar. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Suntik Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “B” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.

References

Anton. (2014). Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Selalong Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Naskah Publikasi, 1–18.

Harahap Marlina. (2021). Hubungan Pemakaian Kontrasepsi Suntik Dengan Kenaiakan Berat Badan Akseptor Kb Di Klinik Bidan Rahmatun Azmi Desa Pargarutan Tahun 2021. 1–71.

Kementrian Kesehatan. (2016). Profil Kesehatan.

Kurnia. (2023). Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Ibu Hamil di Puskesmas Ampel 1 Universitas Islam Sultan Agung Semarang 2023. 1–56.

Manuaba, I. B. G. (2017). Ilmu Kebidanan. ECG.

Munthe. (2019). Ibu Hamil Menghadapi Proses Persalinan Di. eJournal Keperawatan, 3(Volume 3 Nomor 2), 2, 3.

Nugroho. (2018). Keperawatan Gerontik & Geriatrik Edisi 3. EGC.

Putri, R. (2021). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Menyusui Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Ratu AgungKota Bengkulu. Repository Politeknik Kesehatan Bengkulu, 1–67. http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/530/1/SKRIPSI RINI 2021 FIKS PDF.pdf

Rachmawati, N. (2017). Hubungan Pengetahuan Dengan Minat Penggunaan Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) Pada Ibu Pasca Salin Di Puskesmas Tanggetada Kabupaten Kolaka. Skripsi, 77.

Sari, S. P. (2023). Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Buku KIA Pada Ibu Hamil Dalam Pencegahan Komplikasi. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 6(2).

Setiyani, A. (2016). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Pra Skolah.

Update, M. (2016). midwifery update. Caring, 7(1), 49–59.

Wardani, P. K., Fitriana, F., & Casmi, S. C. (2021). Hubungan Siklus Menstruasi dan Usia Menarche dengan Dismenor Primer pada Siswi Kelas X. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI), 2(1), 1–10. https://doi.org/10.57084/jiksi.v2i1.414

Wulandari, A., & Krismiyati, M. (2022). Gambaran Tingkat Pengetahuan Akseptor Kb Suntik Terhadap Efek Samping Penggunaan Kb Suntik 3 Bulan. Jurnal Kesehata …, 10(2), 66–72. https://jurnal.poltekkeskhjogja.ac.id/index.php/jkkh/article/view/554

Downloads

Published

2025-07-04

How to Cite

Eva Desitasari, & Windayanti, H. (2025). Continuity of Care (COC) pada Ny. B Umur 30 Tahun G2P1A0 di PMB X. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 4(1), 487–500. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/1291