Pencegahan Anemia Remaja Putri Melalui GEENZI (Gerakan Edukasi, Skrining dan Intervensi Gizi)

Authors

  • Shinta Lutfiani Universitas Ngudi Waluyo
  • Ana Zully Astuti Universitas Ngudi Waluyo
  • Alfina Damayanti Universitas Ngudi Waluyo
  • Bela Catur Sakti Rahayu Universitas Ngudi Waluyo
  • Eka Sularsih Universitas Ngudi Waluyo
  • Risma Aliviani Putri Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Pencegahan Anemia, Remaja Putri

Abstract

Adolescent girls are a group that is vulnerable to anemia due to rapid growth and unbalanced nutrient intake. Anemia that is left untreated can have a negative impact on reproductive health and reduce the quality of future generations. Low knowledge about nutrition and lack of consumption of Blood Addition Tablets (TTD) also worsen the condition and adolescents aged 12-17 years who experience mild anemia as many as 9 people have Hb <11 gr/dl. The implementation method used in this community service is health counseling given to 4 targets, namely pregnant women, postpartum mothers, toddlers and adolescents. However, the priority problem in RT 5 of Gedangank Village, namely the lack of knowledge about anemia in adolescents. This community service was carried out in Gedanganak Village, East Ungaran District, Semarang Regency, on adolescent girls aged 13-17 years totaling 20 people, on June 14, 2025. The results of community service obtained pretest results most of the knowledge of adolescent girls about anemia have less knowledge 10 people (50%), sufficient knowledge 6 people (30%), good knowledge 4 people (20%). And about the knowledge of adolescents after given education from the results of the post test most of the knowledge of adolescent girls about anemia has good knowledge 12 people (60%), sufficient knowledge 4 people (20%), less knowledge 4 people (20%). These results show an increase in knowledge of participants after providing this education and an increase in Hb levels after being given Fe teblet. It is expected that health facilities should be active in counseling and monitoring. Schools should support the habit of taking TTD, and adolescents are expected to increase awareness of healthy eating patterns and regular consumption of TTD.

 

 

Abstrak

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia akibat pertumbuhan yang pesat serta asupan zat gizi yang kurang seimbang. Anemia yang tidak ditangani dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan menurunkan kualitas generasi mendatang. Rendahnya pengetahuan tentang gizi dan kurangnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) turut memperburuk kondisi dan remaja usia 12-17 tahun yang mengalami anemia ringan sebanyak 9 orang memiliki Hb <11 gr/dl. Metode pelaksanaan     yang     digunakan     dalam     pengabdian masyarakat   ini   adalah   penyuluhan   kesehatan   yang diberikan pada 4 sasaran yakni ibu hamil, ibu nifas, balita dan  remaja.  Namun  prioritas  masalah  di  RT  5 Kelurahan Gedangank,   yakni    kurangnya pengetahuan  tentang  anemia  pada  remaja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada remaja putri usia 13-17 tahun sejumlah 20 orang, tanggal 14 Juni 2025. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan hasil pretest sebagian besar pengetahuan remaja putri tentang anemia memiliki pengetahuan kurang 10 orang (50%), pengetahuan cukup 6 orang (30%), pengetahuan baik 4 orang (20%). Dan tentang pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi dari hasil post test sebagian besar pengetahuan remaja putri tentang anemia memiliki pengetahuan baik 12 orang (60%), pengetahuan cukup 4 orang (20%), pengetahuan kurang 4 orang (20%). Hasil ini menunjukkan peningkatan   pengetahuan   peserta   setelah   pemberian edukasi tersebut dan peningkatan kadar Hb setelah diberikan teblet Fe. Diharapkan fasilitas kesehatan diharapkan aktif dalam penyuluhan dan pemantauan. Sekolah sebaiknya mendukung kebiasaan minum TTD, dan remaja diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap pola makan sehat dan konsumsi TTD secara teratur.

References

Alkdede, M. J., Binsaeed, A. A., Alameer, W. H. M., Alotaibi, A. A., Alosaimi, A. S. A., M, A. M., Alharbi, R. A. M., Alkhulaif, M. A., Alanazi, R. S., & Ghannam, S. A. (2020). Iron deficiency anemia, diagnosis, and treatment in primary health care centre. Archives of Pharmacy Practice, 11(3), 122–126. https://archivepp.com/en%0A/article/irondeficiencyanemiadiagnosis-and-treatment-inprimary-health-care-centre

Anwar, R. S., Tajmiati, A., & Rismawati, S. (2024). PENGARUH PEMBERIAN TABLET Fe DENGAN PEMANFAATAN APLIKASI CERIA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HB PADA REMAJA PUTRI DI MTs NEGERI 4 TASIKMALAYA THE EFFECT OF GIVING FE TABLETS WITH THE UTILIZATION OF THE CERIA APPLICATION ON INCREASING HB LEVELS IN FEMALE ADOLESCENTS AT MTs NEGERI 4 TASIKMALAYA. 22–29.

Apriani, W., & Oklaini, suhita tri. (2022). Pengaruh Pemberian Makanan Bayi, Anak (PMBA) Dan Edukasi Gizi Seimbang Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Balita Gizi Kurang Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Pandan. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 4(4657), 78–84.

Arniti, N. L., Septriana, & Nofiartika, F. (2021). Pencegahan Dan Penanggulangan Anemia Terhadap Pengetahuan, kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dan Kadar HB Pada Remaja Putri. GIZIDO, 12(12), 1–6.

Dewi, R. R., Ardian, J., & Lastyana, W. (2023). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi Usia 0-6 Bulan Relationship between Family Support and Exclusive Breastfeeding on Babies 0-6 Months. Nutriology: Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan , 4(2), 39–44.

Ernawati, A. (2018). Hubungan Usia Dan Status Pekerjaan Ibu Dengan Kejadian Kurang Energi Kronis Pada Ibu Hamil. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan Dan IPTEK, 14(1), 27–37. https://doi.org/10.33658/jl.v14i1.106

Fitriani, L. (2019). Efektivitas Senam Hamil Dan Yoga Hamil Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Pekkabata. J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(2), 72. https://doi.org/10.35329/jkesmas.v4i2.246

Gallagher, M. L. (2008). Introductory Nutrition. Belmont: Cengage Learning.

Kalsum, U., & Halim, F. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(2), 76–82.

Kemenkes RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2014 tentang Standar Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri dan Wanita Usia Subur. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2023). Buku KIA Kesehatan Ibu dan Anak. In Kementrian kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk Teknis Pelayanan Gizi Remaja. Jakarta: Direktorat Gizi dan KIA, Ditjen Kesmas.

Kent, J. C., Ashton, E., Hardwick, C. M., Rowan, M. K., Chia, E. S., Fairclough, K. A., Menon, L. L., Scott, C., Mather-McCaw, G., Navarro, K., & Geddes, D. T. (2015). Nipple Pain in Breastfeeding Mothers: Incidence, Causes and Treatments. International Journal of Environmental Research and Public Health, 12(10), 12247–12263.

Pellonperä, O., Koivuniemi, E., Vahlberg, T., Mokkala, K., Tertti, K., Rönnemaa, T., & Laitinen, K. (2019). Dietary quality influences body composition in overweight and obese pregnant women. Clinical Nutrition, 38(4), 1613–1619. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0261561418324233

Priyanti, R. D., Widiastuti, N. A., & Fitria, N. (2023). Efektivitas edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang anemia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(1), 45–52.

Rini, W., Sutiyah, Puspita, L., & Umar, M. Y. (2019). Hubungan Teknik Menyusui dengan Puting Lecet Pada Ibu Mennyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Maternitas UAP (Jaman UAP), 1(2), 141–149.

Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018.

Rusdi, F. Y., Helmizar, H., & Rahmy, A, H. (2021). Pengaruh Edukasi Gizi Menggunakan Instagram Terhadap Perubahan Perilaku Gizi Seimbang Untuk Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di Sman 2 Padang. Journal of Nutrition College, 10(1), 31–38. https://doi.org/10.14710/jnc.%0Av10i1.29271

Sihombing, H. Y., & Angkat, A. H. (2024). Hubungan Penyuluhan Tentang Anemia Dengan Media Animasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswi Di SMP Negeri 1 Lubuk Pakam. Usada Nusantara, 1(2). http://ejournal.nalanda.ac.id/Index.Php/Usd/Ar%0Aticle/View /%0A597%0Ahttps://EJournal.Nalanda.Ac.Id/I%0Andex.Php/Usd/Article/Download/597/58%0A6%0D

Sudirtayasa, W. (2018). Obesitas Dalam Kehamilan. Denpasar.

Sugiartini, N. W., & Wikayanti, N. P. (2019). Tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia dan hubungannya dengan konsumsi tablet tambah darah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(3), 189–196.

WHO. (2011). Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. Geneva: WHO.

WHO. (2014). Guideline: Daily iron and folic acid supplementation in menstruating women. Geneva: WHO.

Wulan Febry Dwistika, Kurniati Dwi Utami, J. A. (2023). Pengaruh Edukasi Anemia Dengan Video Animasi Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dan Kadar. ADVANCES in Social Humanities Research, 1(8), 112–124.

Yuliadharma, D. A., Ilmi, I. M. B., Maryusman, T., & Arini, F. A. (2023). Hubungan Kualitas Tidur, Konsumsi Enhancer dan Inhibator Zat Besi dengan Kadar Hemoglobin Remaja Putri di SMAN 3 Cibinong. UPN Veteran Yogyakarta, 1–11.

Downloads

Published

2025-07-28

How to Cite

Shinta Lutfiani, Ana Zully Astuti, Alfina Damayanti, Bela Catur Sakti Rahayu, Eka Sularsih, & Risma Aliviani Putri. (2025). Pencegahan Anemia Remaja Putri Melalui GEENZI (Gerakan Edukasi, Skrining dan Intervensi Gizi). Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 4(1), 985–992. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/1330