Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny. X Umur 25 Tahun G1P0A0 di Desa X Kec Ungaran Barat Kabupaten Semarang

Authors

  • Kurnia Pratiwi Universitas Ngudi Waluyo
  • Widayati Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Kehamilan. Persalinan, BBL, Nifas, KB

Abstract

Continuity of Care is a form of midwifery service that is provided comprehensively and continuously starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning services. The method used is a case study with a descriptive observational approach. Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and physical examinations using primary and secondary data. Data analysis uses the Varney 7-stepmidwifery management approach and SOAP documentation. The goal is to monitor and detect early complications that may occur in mothers and babies in order to reduce maternal and infant mortality rates. Midwifery care for Mrs. X was carried out comprehensively in X Village, West Ungaran District, Semarang Regency starting from 32 weeks of pregnancy to 28 days of postpartum period. Pregnancy visits were carried out three times, postpartum visits three times in person and one online, and newborn visits three times. Care was provided according to midwifery service standards which include identifying complaints, monitoring vital signs, education, intervention management, and counseling related to family planning. Complaints found during pregnancy were leg cramps and frequent urination which were treated with IEC, the IEC given was how to overcome leg cramps by avoiding sitting and standing for too long, resting the legs periodically and the same position for a long time, changing sleeping positions with the legs slightly higher than the body because it can help reduce leg cramps. Reduce fluid intake 1-2 hours before going to bed at night to reduce the frequency of nocturia and avoid drinking drinks containing caffeine such as coffee, tea, drink lots of water in the morning and evening so that fluid intake in pregnant women is not reduced or dehydrated. The labor process took place normally, the postpartum period was without complications, and the mother chose a 3-month injection of contraception. Based on the results of care, there was no gap between theory and practice. All interventions were carried out according to midwifery service standards. It is hoped that midwives will continue to improve their competence in providing ongoing care, so that they can contribute to efforts to reduce MMR and IMR through comprehensive and standardized services.

 

Abstrak

Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) merupakan bentuk pelayanan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh dan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif observasional. Tehnik Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik dengan menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah varney dan dokumentasi SOAP. Tujuannya adalah untuk memantau, serta mendeteksi secara dini komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu dan bayi guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Asuhan kebidanan pada Ny. X dilakukan secara komprehensif di Desa X, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mulai usia kehamilan 32 minggu hingga 28 hari masa nifas. Kunjungan kehamilan dilakukan sebanyak tiga kali, kunjungan nifas sebanyak tiga kali secara langsung dan satu kali via daring, serta kunjungan bayi baru lahir sebanyak tiga kali. Asuhan diberikan sesuai standar pelayanan kebidanan yang meliputi identifikasi keluhan, pemantauan tanda vital, edukasi, penatalaksanaan intervensi, serta konseling terkait KB. Keluhan yang ditemukan selama kehamilan adalah kram kaki dan sering kencing yang ditangani dengan KIE, KIE yang diberikan  yaitu cara mengatasi kram kaki dengan menghindari posisi duduk dan berdiri terlalu lama, istirahat kaki secara berkala dan posisi yang sama dalam waktu yang lama, mengubah posisi tidur dengan kaki sedikit lebih tinggi dari tubuh karna dapat membantu mengurangi kram kaki. Kurangi asupan cairan 1- 2 jam sebelum tidur malam untuk mengurangi frekuensi nokturia dan hindari minum minuman yang mengandung kafein seperti kopi teh perbanyak minum iar putih di pagi dan sore hari agar asupan cairan pada ibu hamil tidak berkurang atau dehidrasi. Proses persalinan berlangsung normal, masa nifas tanpa komplikasi, dan ibu memilih KB suntik 3 bulan. Berdasarkan hasil asuhan, tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik. Semua intervensi dilakukan sesuai standar pelayanan kebidanan. Diharapkan bidan terus meningkatkan kompetensinya dalam memberikan asuhan berkelanjutan, sehingga dapat berkontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB melalui pelayanan yang menyeluruh dan terstandar.

References

Angraresti, I. E., & Syauqi, A. (2016). Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif Di Kabupaten Semarang. Journal Of Nutrition College , 321-327.

Buku Acuan Midwifery Update 2016. (2016). Jakarta: Pengurus Pusat IKATAN BIDAN INDONESIA.

Damayanti, I. P. (2014). Asuhan Kebidanan Komperhensif Pad Ibu Bersalin Dan Bayi Baru Lahir. Yogyakarta: Deepublish.

Diana, S., Mail, E., & Rufaida, Z. (2019). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Persalinan Dan Bayi Baru Lahir. Surakarta: CV Oase Group.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2018).

Djusar Sulin. (2010). Perubahan Anatomi dan Fisiologi pada perempuan Hamil. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Fasty Arum Utami, S. G. (2018). Best of The Best MP ASI Gizi Tepat. Yogyakarta: Oxigen Media Ilmu.

Fauziah, A. N. (2018). Pendampingan Ibu Hamil Melalui Program One Student One Client (OSOC) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat , 13-19.

Fauziah, A. N., Maesaroh, S., & Suparti, S. (2018). Jurnal Gemassika. PENDAMPINGAN IBU HAMIL MELALUI PROGRAM ONE STUDENT , 1-7.

Field, T. (2014). Pregnancy and Labor Massage. 177-181.

Harjanti, A. I., & Miskiyah, Z. (2015). Pengelolaan Kehamilan 34 Minggu Dengan Letak Sungsang Menggunakan Metode Knee-Chest. Jurnal Studi Kasus , -.

IBI. (2016). Buku Acuan:Midwifery Update. Jakarta: Pengurus IBI.

Indrayani, D. (2013). Asuhan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Trans Info Media.

Jayanti, I. (2019). Evidence Based Dalam Praktik Kebidanan. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Jelita, M. V., Asih, S. H., & Nurullita, U. (2014). Pengaruh Pemberian Minyak Zaitun (Olive Oil) Terhadap Derajat Ruam Popok pada Anak Diare Pengguna Diapers Usia 0-36 Bulan di RSUD Ungaran Semarang. 1.

Juliana Munthe, d. (2019). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Berkesinambungan (Continuity of Care). Jakarta: Trans Info Media.

Kusmiyati, Y., & Wahyuningsih, H. P. (2015). Asuhan Ibu Hamil. Yogyakarta: Fitramaya.

Kuswanti. (2014). Asuhan Kehamilan . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Lapau, B. (2015). Metologi Penelitian Kebidanan: Panduan Penulisan Protokol dan Laporn Hasil Penelitian. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia anggota IKAPI DKI Jakarta.

Levero, K. J. (2014). Obstetri Williams Paduan Ringkas. Jakarta: EGC.

Manuaba. (2016). Buku Ajar Patologi Obstetri. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Manuaba, I. B. (2010). Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan KB. Jakarta: EGC.

Marmi, & Rahardjo. (2015). Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Marni, S. (2012). Asuhan Kebidanan pada Persalinan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mochtar, R. (2011). Sinopsis Obstetrik. Jakarta: EGC.

Mufdilah. (2013). Asuhan Patologi Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Litera Offset.

Noorbaya, S., Johan, H., & Reni, D. P. (2019). Asuhan Kebidanan Komprehensif di Praktik Mandiri Bidan yang Terstandarisasi APN. Jurnal Kesehatan , 431-438.

Noordiati. (2019). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Malang: Wineka Media.

Notoadmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurasih, d. (2012). Asuhan Persalinan Normal bagi Bidan. Bandung: PT Refika Aditama.

Nurhasiyah, S., Sukma, F., & Hamidah. (2017). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Prawirohardjo, s. (2010). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Priyono, Y. (2010). Merawat Bayi Tanpa Baby Sister. Yogyakarta: MedPress.

Profil Kesehatan Kabupaten Semarang. (2017).

Profil Kesehatan Kabupaten Semarang. (2017).

Rahmawati, W. R., Arifah, S., & Widiastuti, A. (2013). Pengaruh Pijat Punggung terhadap Adaptasi Nyeri Persalinan Fase Aktif Lama Kala II dan Perdarahan Persalinan pada Primigravida. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol.8 No.5 , 204-209.

Reeder, S. M. (2011). Keperawatan maternitas: kesehatan wanita, bayi, & keluarga edisi 18. Jakarta: EGC.

Reny Chaidir. (2016). Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini terhadap Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir . JURNAL IPTEKS TERAPAN , 20-26.

RI, K. K. (2011). Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 938/MENKES/SK/VII/2007 Tentang Asuhan Kebidanan. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan.

RI, K. (2018). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Rismawan, M. A. (2014). Analisis Intervensi Perawatan Kulit Dengan Baby Oil Tiga Kali Sehari Untuk Mempertahankan Integritas Kulit Pada Pasien Bedrest. Studi Kasus , vii.

Rohani, d. (2011). Asuhan kebidanan pada masa persalinan. jakarta: Salemba Medika.

Rukiyah. (2012). Asuhan Kebidanan III (Nifas). Jakarta: Trans Info Media.

Rukiyah, & A. Y. (2010). Asuhan Kebidanan I. Jakarta: Trans Info Media.

Rukiyah, & Yulianti. (2012). Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Trans Info Media.

S. S., Widyastuti, S. Y., & Wiyati, S. A. (2010). Perawatan Ibu Bersalin (Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin). Yogyakarta: Fitramaya.

Safitri, Y. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi Terhadap Kemandirian Ibu Nifas dalam Perawatan Diri Selama Early Postpartum. Laporan Hasil Penelitian Karya Tulis Ilmiah .

Saifuddin. (2012). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Sembiring, J. B. (2019). Asuhan Neonatus, Bayi, Balita, Anak Pra Sekolah. Yogyakarta: Deepublish.

Sudarti, & Khoirunnisa, E. (2010). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: Nuha Medika.

Sulin, D. (2016). Perubahan Anatomi dan Fisiologi pada Perempuan Hamil. Jakarta: Bina Pustaka.

Tengah, P. K. (2018). Profil Kesehatan Jawa Tengah. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Utami, F. A. (2018). Best Of The BestMP ASI Gizi Tepat. Yogyakarta: Oxygen Media Ilmu.

Wagiyo, & Putrono. (2016). Asuhan Keperawatan Antenatal, Intranatal dan Bayi Baru Lahir Fisiologis dan Patologis. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET.

Walyani, A. K., & Purwoastuti, S. A. (2016). Asuhan Kebidanan Persalinan & Bayi Baru Lahir. Yogyakarta: PUSTAKABARUPRESS.

Walyani, E. S. (2017). Asuhan Kebidanan pada Kehamilan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Wibowo, A. (2014). Metodologi Praktis Bidang Kesehatan. Jakarta: Rajagrafondo Prasda.

Wiley, J., & Ltd, S. (2019). Pre-Obstetric Emergency Training. USA: 9600 Garsington Road.

Yanti, D., & Sundawati, D. (2014). Asuhan Kebidanan Masa Nifas Belajar Menjadi Bidan Profesional. Jakarta: Refika Aditama.

Downloads

Published

2025-07-28

How to Cite

Kurnia Pratiwi, & Widayati. (2025). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny. X Umur 25 Tahun G1P0A0 di Desa X Kec Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 4(1), 1275–1287. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/1386