Literature Review : Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Authors

  • Emi Reni Barus Universitas Ngudi Waluyo
  • Maya L. Sihaloho Universitas Ngudi Waluyo
  • Martina Sri Rejeki Hutapea Universitas Ngudi Waluyo
  • Nurmila Universitas Ngudi Waluyo
  • Maryani Universitas Ngudi Waluyo
  • Nuraini Universitas Ngudi Waluyo
  • Rizki Wahyu Wulansari Universitas Ngudi Waluyo
  • Karlina Eci Daryanti Universitas Ngudi Waluyo
  • Siti Nurhidayah Universitas Ngudi Waluyo
  • Rasdiana Binti Baharuddin Universitas Ngudi Waluyo
  • Ida Sofiyanti Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Faktor-Faktor, BBLR

Abstract

LBW is an indirect cause and contributes to 60 percent to 80 percent of all neonatal deaths. Low birth weight births are caused by nutrient deficiencies by the mother during pregnancy which disrupts maternal foeto circulation. Factors that contribute to the incidence of LBW include pregnancy checks or antenatal care (ANC), consumption of iron tablets (TTD), maternal medical history, type of mother's job, family income, and other factors. The purpose of the literature review is to identify factors associated with the incidence of low birth weight (LBW). This study uses a systematic review method, namely a search for literature both internationally and nationally. A total of 6 articles sourced from Google Scholar, Garuda, Sinta, Pubmed, Ncbi, Proquest and Science Direct were reviewed for inclusion criteria, namely articles that can be accessed in full text in pdf format, in Indonesian or English, articles published in 2021-2025. The review results of 7 articles show that in general the factors of age, parity, history of illness (anemia, preeclampsia), frequency of ANC, number of pregnancies and gestational age are related to the incidence of low birth weight, 1 article says there is no relationship between age and the incidence of low birth weight (LBW). The conclusion is that the most influential factors on gestational hypertension are parity, history of illness (anemia, preeclampsia), frequency of ANC, number of pregnancies and gestational age. It is hoped that health workers will increase health education and counseling for pregnant women from an early age so that they can avoid risk factors that cause LBW.

 

Abstrak

Continuity of Care (CoC) adalah perawatan yang berkesinambungan oleh bidan dalam kemitraan dengan wanita selama kehamilan, persalinan, dan postpartum. Bidan harus memberikan pelayanan kebidanan yang berkelanjutan dari ANC, INC, asuhan BBL, asuhan postpartum, asuhan neonatus, dan pelayanan KB yang berkualitas. Nyeri saat persalinan pada ibu bersalin disebabkan adanya kontraksi rahim (his), peregangan serviks dan perineum, serta tekanan janin pada panggul merupakan penyebab utama nyeri. Bidan membantu dalam deteksi permasalahan pasien dan dapat menerapkan asuhan CoC untuk memberikan pelayanan komprehensif. Asuhan CoC dapat mengurangi risiko komplikasi ibu dan bayi, menurunkan AKI dan AKB melalui pengawasan berkelanjutan dari masa kehamilan hingga keluarga berencana. Jenis metode dalam asuhan Contuinity of Care yang digunakan adalah Study kasus (Case Study). Metode yang digunakan penulis yaitu menggunakan studi kasus dengan cara mengambil kasus ibu hamil. Asuhan yang diberikan adalah asuhan secara komprehensif mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan KB. Teknik dan pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan pemeriksaan kepada pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity Of Care (COC) pada Ny. S dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi. Pada Ny.S usia 24 tahun G1 P0 A0 usia kehamilan 25 minggu ditemukan masalah yaitu TFU tidak sesuai usia kehamilan, Bidan memberikan KIE untuk mengkonsumsi makanan yang beergizi dan seimbang sertan istirahat yang cukup. Persalinan Ny.S dilakukan di Rumah Sakit secara spontan di tolong oleh Bidan dengan asuhan komprehensif Counter Pressure untuk mengurangi nyeri persalinan pada kala I persalinan. Masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, pengeluaran ASI ibu lancar karena dilakukan pijat oksitosin dan ibu dilakukan senam nifas pada kunjungan 40 hari. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal. Ny. S memutuskan menggunakan KB MAL. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. S adalah bidan sebagai tenaga kesehatan dapat melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan prosedur yang benar dan sesuai dengan kebutuhan klien.

References

Belay, D. B., Birhan, N. A., Ali, M. I., & Chen, D. G. (2025). Newborn birth weight and its associated risk factors in Somalia using Somalia health and demographic survey. Global Pediatrics, 11, 100241.

Darman, I., Tareen, Z., Baray, A. H., & Farzad, A. (2024). Prevalence and associated factors of low birth weight (LBW) in Mirwais Regional Hospital (MRH) Kandahar. Razi International Medical Journal, 4(2), 80-90.

Erlindawati, E., Ciselia, D., & Amalia, R. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Jurnal'Aisyiyah Medika, 9(1).

Hasibuan, N. F., Raja, S. L., Fitria, A., Nasution, Z., & Wulan, M. (2023). Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rsu Delima Medan Tahun 2022. Journal of Educational Innovation and Public Health, 1(1), 149-164.

Jaha, E. I., Aspatria, U., & Nur, M. L. (2025). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian BBLR di RS Kristen Lende Moripa Sumba Barat. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 4(1), 47-56.

Kemenkes RI. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Kemenkes RI

Mogi, I. R. O., Anggraeni, L. D., & Supardi, S. (2021). Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kematian Bayi di RSUD Ende.

Oktavia, L. (2018). Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Ditinjau Dari Usia Kehamilan dan Usia Ibu Di RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja. Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Maarif Baturaja, 3(1), 6-10.

Saputri, M. S., Amalia, R., & Silaban, T. D. S. (2023). ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH. Jurnal'Aisyiyah Medika, 8(1).

Tessema, Z. T., Tamirat, K. S., Teshale, A. B., & Tesema, G. A. (2021). Prevalence of low birth weight and its associated factor at birth in Sub-Saharan Africa: A generalized linear mixed model. PloS one, 16(3), e0248417.

WHO. (2020). Improving survival and well-being. World Health Organization.

Widyasari, R., & Faradhila, A. F. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Di Rumah Sakit Citra Medika Depok Tahun 2023. Journal of Nursing and Public Health, 12(1), 262-267

Downloads

Published

2025-07-28

How to Cite

Reni Barus, E., L. Sihaloho, M., Martina Sri Rejeki Hutapea, Nurmila, Maryani, Nuraini, Wahyu Wulansari, R., Eci Daryanti, K., Nurhidayah, S., Binti Baharuddin, R., & Sofiyanti, I. (2025). Literature Review : Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 4(1), 1433–1444. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/1423