Pijat Tuina untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita di Desa Langensari Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran
Keywords:
Pijat Tuina, Nafsu Makan, BalitaAbstract
Early childhood is a critical period for the emergence of problems and diseases, which often raises concerns among parents. An immature immune system makes this period vulnerable to attacks from microorganisms that arise due to inadequately met basic needs. Eating difficulties are a common issue in providing food and nutritional needs that are generally found in children and become a health problem worldwide. Most eating difficulties in infants and children are related to growth and developmental disorders. The target of this activity is toddlers in Langensari Village. The activities include preparation, pre-test, implementation of the activity, demonstrating tuina massage on toddlers using leaflets, evaluation, and conducting a post-test. The preparation for community service regarding Tuina Massage to improve appetite in toddlers started with an analysis through interviews with the village midwife. After conducting the interview and identifying the problem, which is that many children have difficulties eating and the weight of toddlers is not increasing, and there is no increase in every posyandu. Then, a discussion was held on what topics would be presented during the community service, determining the number of respondents, which is 21 toddlers. Information media such as leaflets were created. After that, and refreshments that will be provided during the event. The researcher obtained information in the form of responses from the pre-test and post-test, where the statements have been systematically arranged so that they are easy for the respondents to understand.
Abstrak
Balita merupakan masa yang rawan timbulnya permasalahan dan penyakit, yang sering kali menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Sistem imunitas yang belum matur sempurna menyebabkan masa ini rentan terkena serangan dari mikroorganisme yang muncul akibat kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi secara adekuat. Kesulitan makan merupakan masalah dalam pemberian makanan maupun kebutuhan gizi yng pada umumnya dijumpai pada anak dan menjadi masalah Kesehatan diseluruh dunia. Sebagian besar kesulitan makan pada bayi dan anak berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah balita di Desa Langensari. Bentuk kegiatannya meliputi persiapan, pretest, pelaksanaan kegiatan, mendemonstrasikan pijatan tuina pada balita dengan media leaflet, evaluasi dan melakukan post test. Persiapan pengabdian masyarakat tentang Pijat Tuina untuk meningkatkan nafsu makan pada balita dimulai dari Analisa dengan wawancara Bidan Desa, setelah melakukan wawancara dan menemukan masalah yaitu banyak anak yang susah makan dan berat badan balita ada yang tidak naik dan setiap posyandu tidak bertambah. Kemudian melakukan diskusi topik apa yang akan disampaikan pada pengabdian masyarakat, menentukan data jumlah responden, yaitu 21 balita. Membuat media informasi berupa leaflet. Peneliti memperoleh informasi berupa hasil jawaban dari pengisian pre-test dan post-test, dimana sudah disusun secara sistematis pernyataannya sehingga tidak sulit untuk dipahami oleh responden.
References
Amelia, N. H. (2023). PENGARUH PIJAT TUINA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAPUAN KAPUBATEN BLORA. 8(1), 1–23.
Fitriyanti, Y. E., Arsyard, G., & Sumiaty, S. (2019). Pengaruh Pijat Bayi terhadap Peningkatan Berat Badan. Jurnal Bidan Cerdas (JBC), 2(2), 100. https://doi.org/10.33860/jbc.v2i2.199
Kalle, C. C., Nasifah, I., Lestari, E. A., & Alvionita, S. (2023). Klepu Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Proseding, 2(1), 168–179.
Olsha, A. N., Yusnira, Y., & Verawati, B. (2022). Hubungan Pengetahuan, Sikap, Praktik Ibu Dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita Usia 24-60 Bulan Di Desa Binamang. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(2), 91–97. https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.3129
Qonitatun, A., Ifada, A., Larasari, D., & Kristiningrum, W. (2024). Edukasi Peningkatan Nafsu Makan pada Balita dengan Pijat Tui Na. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(1), 234–240.
Ratnaningsih, E., Herliana, R., & Inez, F. A. (2023). Pelatihan Pijat Tui Na Sebagai Strategi dalam Mengatasi Kesulitan Makan Pada Balita di Padukuhan Setan, Kabupaten Sleman. Welfare: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 352–359.
Septiawati, D. (2021). Tingkat Konsumsi Energi dan Protein dengan Status Gizi Balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2).
Supardi, N. (2023). Gizi pada Bayi dan Balita (Issue June).
Topik, H., Noor, Y. T., & Tin, U. (2023). Pengaruh Pijat Tui Na terhadap Nafsu Makan pada Balita: Literature Review. 1321–1330. http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/36300/
Widaryanti, R., Muflih, M., Rahmayanti, D. R., Bora, F. A., & Halmawati, H. (2024). Upaya Meningkatkan Nafsu Makan Balita dengan Pijat Tuina dan Edukasi Pemanfaatan Herbal. I-Com: Indonesian Community Journal, 4(1), 343–351. https://doi.org/10.33379/icom.v4i1.4051
Widianti, S., & Murtiningsih. (2025). EFEKTIFITAS PEMBERIAN PIJAT TUINA DALAM MENINGKATKAN NAFSU MAKAN DAN GIZI PADA ANAK STUNTING (LITELATURE REVIEW). 15(1), 159–171.
Wulaningsih, I., Sari, N., & Wijayanti, H. (2022). Pengaruh Pijat Tuina Terhadap Tingkat Nafsu Makan Balita Gizi Kurang. Jurnal Edunursing, 6(1), 33–38. http://journal.unipdu.ac.id

