Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny S Umur 33 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan
Keywords:
Asuhan Kebidanan, Asuhan Komprehensif, Asuhan KomplementerAbstract
Maternal mortality and infant mortality rates remain important indicators of a nation’s welfare. Based on data from the Directorate of Family Health (2020), Indonesia’s maternal mortality rate reached 305 per 100,000 live births, while the infant mortality rate was 22.23 per 1,000 live births. One of the contributing factors to pregnancy complications is Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women. The government’s efforts to reduce these rates are carried out through the Safe Motherhood Initiative program, which includes comprehensive midwifery care or Continuity of Care (CoC), covering antenatal, intrapartum, postpartum, newborn, and family planning services. The method used in this study was a descriptive case study approach on Mrs. S, 33 years old, with CED at Kedungwuni II Health Center, Pekalongan Regency. Comprehensive midwifery care was provided, including early detection of CED, management of nausea and vomiting through acupressure therapy, nutritional counseling, postpartum care, newborn monitoring, and family planning service with IUD insertion. The results showed that pregnancy, delivery, postpartum period, newborn condition, and family planning process all proceeded physiologically without complications. The mother understood the importance of nutrition fulfillment, self-care, exclusive breastfeeding, and postpartum contraceptive use. In conclusion, comprehensive Continuity of Care midwifery services can effectively detect risks early, enhance maternal knowledge, and support the ongoing health of both mother and baby. Complementary midwifery care, such as acupressure, was also beneficial in alleviating non-pharmacological complaints during pregnancy.
Abstrak
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Direktorat Kesehatan Keluarga tahun 2020, AKI di Indonesia mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB mencapai 22,23 per 1.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab meningkatnya risiko komplikasi kehamilan adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood Initiative yang mencakup pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) pada Ny. S, usia 33 tahun, dengan kondisi KEK di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Asuhan kebidanan diberikan secara komprehensif meliputi deteksi dini KEK, penanganan keluhan mual muntah dengan akupresur, edukasi gizi, perawatan masa nifas, pemantauan bayi baru lahir, dan pelayanan KB dengan pemasangan IUD. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana berlangsung secara fisiologis tanpa komplikasi. Ibu memahami pentingnya pemenuhan gizi, perawatan diri, pemberian ASI eksklusif, dan penggunaan kontrasepsi pascasalin. Kesimpulan dari studi ini adalah pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care secara komprehensif mampu mendeteksi dini risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan. Selain itu, asuhan komplementer seperti akupresur efektif membantu mengatasi keluhan nonfarmakologis selama kehamilan.
References
Dinkes Jateng. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Friedman, M. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori, & Praktik. Jakarta: EGC.
Jannah, N. (2012). Gizi Ibu Hamil dan Menyusui. Yogyakarta: Nuha Medika.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta: Kemenkes RI.
Manuaba, I. B. G. (2013). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Manuaba, I. B. G. (2014). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: EGC.
Muthia, F., dkk. (2023). Pelaksanaan Akupresur untuk Mengurangi Mual Muntah pada Ibu Hamil di UPTD Puskesmas Karang Rejo. Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 2(1).
Purnomo, A. (2023). Laporan Tahunan Kesehatan Ibu dan Anak Kabupaten Pekalongan Tahun 2022. Pekalongan: Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Purwati, H. (2012). Asuhan Kebidanan Nifas. Jakarta: Salemba Medika.
Rizki, A. (2021). Status Gizi dan Risiko Komplikasi Kehamilan pada Ibu dengan KEK. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan.
Saifuddin, A. B. (2014). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Tando, N. (2016). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, dan Anak Balita. Jakarta: EGC.
Widyaningsih, N., Nurhidayati, & Susanti, R. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan induksi persalinan di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Jurnal Kebidanan, 11(2), 85–93. https://doi.org/10.26714/jk.11.2.2021.85-93
World Health Organization. (2018). Maternal Malnutrition and Its Consequences. Geneva: WHO.
Walyani, E. S. (2015). Asuhan Kebidanan pada Kehamilan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Yulizawati, dkk. (2021). Asuhan Kebidanan Continuity of Care. Padang: Universitas Andalas Press

