Asuhan Kebidanan Komprehensif (COC) pada Ny. SFK P1A0 Hari Ke-3 dengan Produksi ASI Sedikit di Puskesmas Sekaran Kota Semarang
Keywords:
ASI sedikit, Menyusui, Pijat OksitosinAbstract
Breast milk is the most perfect food for babies in early life. Exclusive breast milk is the most important food for babies, where babies only receive breast milk for the first 6 months since birth. However, the success of exclusive breast milk is influenced by several factors, including maternal, infant, and environmental factors. One of the causes of insufficient breast milk production is the lack of stimulation of the hormones prolactin and oxytocin, both of which play an important role in increasing breast milk production. Another factor is the psychological condition of the breast milk mother, where strong psychological motivation from the mother to breastfeed needs support from the family. Management for breast milk mothers with decreased breast milk production includes providing education to the mother and family (husband) to perform oxytocin massage. The mother also needs family support, especially from her husband and parents living in the same house, so that the mother has strong motivation to breastfeed and believes that her breast milk production is abundant. This case study describes the application of Continuity of Care (CoC) in postpartum mothers with insufficient breast milk production and how to increase breast milk production during breast milk with oxytocin massage and foster motivation for the mother and family support to increase breast milk production so that exclusive breast milk can be given to the baby for up to 6 months. The results of this study are interpreted by the development of outcomes after the intervention, namely increased breast milk production, maternal motivation to breastfeed, and cessation of formula feeding. The results of this study can be concluded that oxytocin massage has a positive effect on increasing breast milk production, thereby increasing confidence and motivation for mothers to only give breast milk to their babies until 6 months of age.
Abstrak
ASI merupakan makanan paling sempurna bagi bayi pada awal kehidupan, ASI Eksklusif merupakan makanan terpenting bagi bayi dimana bayi hanya mendapatkan ASI saja selama 6 bulan pertama sejak kelahirannya, namun demikian keberhasilan pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor ibu, bayi dan lingkungan. Salah satu penyebab kurangnya produksi ASI adalah karena kurangnya rangsangan hormone prolaktin dan oksitosin dimana kedua hormone ini berperan penting dalam peningkatan produksi ASI, faktor lainnya adalah kondisi psikologis ibu menyusui dimana kondisi psikologis motivasi yang kuat dari ibu untuk menyusui perlu mendapatkan dukungan dari keluarga. Penatalaksanaan pada ibu menyusui dengan penurunan produksi ASI salah satunya adalah dengan memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga (suami) untuk melakukan pijat oksitosin, ibu juga perlu mendapatkan dukungan keluarga terutama suami dan orang tua yang tinggal satu rumah agar ibu memiliki motivasi kuat untuk menyusui dan yakin bahwa produksi ASInya banyak. Studi kasus ini menggambarkan penerapan Continuity of Care (CoC) pada ibu nifas dengan produksi ASI yang kurang dan bagaimana cara meningkatkan produksi ASI selama menyusui dngan pijat oksitocin dan menumbuhkan motivasi bagi ibu serta dukungan keluarga untuk meningkatkan produksi ASI agar ASI Ekslusif dapat diberikan sampai 6 bulan kepada bayi. Hasil penelitian ini diinterpretasikan dengan perkembangan hasil setelah dilakukan nya intervensi yaitu meningkatnya produksi ASI, motivasi ibu untuk menyusui dan menghentikan pemberian susu formula. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin berpangaruhi positif terhadap peningkatan produksi ASI sehingga meningkatkan keyakinan dan motivasi bagi ibu untuk hanya memberikan ASI saja kepada bayinya sampai usia 6 bulan.
References
Albertina, M., dkk. (2015). Hubungan pijat oksitosin dengan kelancaran Produksi asi pada ibu post partum Seksio sesarea hari ke 2-3. Jurnal Husada Mahakam. Volume III No. 9, Mei 2015, hal. 452-521. (online). Tersedia dalam https:// husada mahakam. files. wordpress.com/2015/07/1- hubungan- pijat- oksitosin-dengan- kelancaran- 452-458. pdf.
Dinas Kesehatan Kota Semarang, (2024). Profil Kesehatan Kota Semarang tahun 2024, Kota Semarang
Dinas Kesehatan Kota Semarang, (2024). Profil Kesehatan Puskesmas Sekaran, Kota Semarang 2024, Kota Semarang
Fairus, et al. (2020). The Effect of Oxytocin Massage by Husband on Mother’s Response to Breasfeeding in Gowa Regancy, South Sulawesi. International Journal of Sciences, vol. 54, No 4, 2020, p. 206-213. Basic and Applied Research (USBAR)
Juliastuti, Rany. (2011). Hubungan Tingkat Pengetahuan, Status Pekerjaan Ibu & Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini Dengan Pemberian ASI Ekslusif Di Desa Bejijong. Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Diambil dari http://eprints.uns.ac.id/5255/1/2089101120111051
Kemenkes RI (2013). Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Jakarta: Kemenkes RI
Kurniati Devi, P. (2020). Gambaran Penerapan Pijat Oksitosin Terapi Pijat Oksitosin pada Ibu Post Partum. Journal of Midwifery and Public Health, Vol.2 No.1.Universitas Galuh Indonesia. Diambil dari https://core.ac.uk/download/pdf/327129351.pdf
Mardiyaningsih, Eko. (2010). Efektifitas Kombinasi Teknik Marmet dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu Post Seksio Sasarea di Rumah Sakit Wilayah Jawa Tengah. Tesis. FK UI.
Ni Nyoman, M., Eli Rahmawati. (2017). Pengaruh Perawatan Payudara Terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Partum Normal di Wilayah Kerja Puskesmas Temindung Samarinda Tahun 2017. Laporan Akhir Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur: tidak dipublikasikan
Nora, R., Riska, A., (2018). Peningkatan Pengetahuan Ibu Nifas tentang Pijat Oksitosin di Pedurungan Lor Kota Tegal. http://ejournal.poltektegal.ac.id/index.php/abdimas/article/view/960
Notoatmodjo, Soekidjo, (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2014). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Nove, L. (2017). Pijat Oksitosin pada Ibu Postpartum Primipara Terhadap Produksi ASI dan Kadar Hormon Oksitosin. Jurnal Ners dan Kebidanan, Vol 4, No 2Diambildari https://jnk.phb.ac.id/index.php/jnk/article/download/0177/pdf
Perinesia. (2007). Manajemen Laktasi. Jakarta: Perinesia.
Sari dkk. (2014). Asuhan Kebidanan Masa Nifas (Postnatal Care). Jakarta: Trans Info Media.

