Studi Kasus Tatalaksana Kehamilan pada Ny. B G1P0A0 Umur 20 tahun dengan KEK dan Anemia di Desa Lodoyong kec. Ambarawa

Authors

  • Weni Ambarwati Universitas Ngudi Waluyo
  • Yulia Nur Khayati Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Kehamilan, Persalinan, BBL, Nifas, KB.

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), anemia during pregnancy is one of the contributing factors to maternal mortality. Anemia is a hematological disorder caused by a low concentration of red blood cells (erythrocytes) in the body. Anemia in pregnant women can lead to various complications, including abortion, postpartum hemorrhage, prolonged labor, shock, intrapartum and postpartum infections, and ineffective labor duration.Chronic energy deficiency (CED) refers to a long-term lack of energy intake. In pregnant women, CED is caused by inadequate dietary intake or improper consumption patterns of carbohydrates and fats. This study used a case study method. Data were collected through interviews, physical examinations, and observations. The data consisted of primary data and secondary data obtained from the Maternal and Child Health (MCH) handbook and SOAP documentation instruments. Data analysis was conducted using descriptive analysis.Based on the antenatal care (ANC) examination on March 5, 2025, at 16 weeks of gestation, laboratory results showed a hemoglobin level of 10.4 g/dL, indicating mild anemia. In addition, the mid-upper arm circumference (MUAC) measurement of 22.5 cm indicated chronic energy deficiency. The care provided included supplementary feeding and monitoring of iron (Fe) tablet consumption. At the follow-up examination on August 19, 2025, the mother’s condition showed improvement, with a body weight of 56 kg, MUAC of 24 cm, gestational age of 39 weeks, hemoglobin level increased to 11.5 g/dL, and fundal height of 32 cm with an estimated fetal weight of approximately 3,100 grams. These findings indicate an improvement in the maternal condition following the interventions. It is expected that pregnant women consistently apply the counseling provided throughout the antenatal care visits.

 

 

Abstrak

Menurut WHO Salah satu penyebab kematian pada ibu hamil adalah anemia pada masa kehamilan Anemia adalah kelainan hematologis yang disebabkan oleh rendahnya konsentrasi sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan abortus, perdarahan postpartum, persalinan berkepanjangan, syok, infeksi intrapartum dan postpartum, serta durasi persalinan yang tidak efektif. kekurangan energi kronis (KEK) merupakan kekurangan tenaga. KEK pada ibu hamil diakibatkan karena kekurangan asupan makanan atau pola konsumsi karbohidrat dan lemak dalam tubuh. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Dengan pengumpulan data dengan cara interview, pemeriksaan fisik dan observasi. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder melalui buku KIA serta instrumen penelitian dokumentasi SOAP. Analisis data menggunkanan analisis diskritif. Berdasarkan riwayat pemeriksaan antenatal care (ANC) pada tanggal 05 Maret 2025 dengan usia kehamilan 16 minggu, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin sebesar 10,4 g/dl sehingga ibu dikategorikan mengalami anemia ringan. Selain itu, hasil pengukuran lingkar lengan atas (LILA) sebesar 22,5 cm menunjukkan ibu mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Asuhan yang diberikan meliputi pemberian makanan tambahan (PMT) serta pemantauan konsumsi tablet Fe. Pada pemeriksaan selanjutnya tanggal 19 Agustus 2025 diperoleh hasil berat badan ibu 56 kg, LILA 24 cm, usia kehamilan 39 minggu, kadar hemoglobin meningkat menjadi 11,5 g/dl, serta tinggi fundus uteri 32 cm dengan taksiran berat janin sekitar 3.100 gram. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi ibu setelah dilakukan intervensi. Diharapkan ibu hamil dapat menerapkan konseling yang telah diberikan secara konsisten selama masa kunjungan kehamilan.

References

Carrilho, T. R. B., Hutcheon, J. A., Rasmussen, K. M., Reichenheim, M. E., Farias, D. R., Freitas-Costa, N. C., Kac, G., Oliveira, A. E., Esteves-Pereira, A. P., Sato, A. P. S., da Silva, A. A. M., Gomes, C. de B., de Moraes, C. L., Saunders, C., da Silva Rocha, D., Barros, D. C., Gigante, D. P., dos Santos Neto, E. T., Lacerda, E. M. de A., … Morais, S. S. (2023). Gestational weight gain according to the Brazilian charts and its association with maternal and infant adverse outcomes. American Journal of Clinical Nutrition, 117(2), 414–425. https://doi.org/10.1016/j.ajcnut.2022.11.021

Committee Opinion. (2020). Committee on Obstetric Practice: Weight Gain During Pregnancy. The American College of Obstetricians and Gynecologists Women Health Care Physician, 20(5), 248–251. https://doi.org/10.1097/SPV.0000000000000113

Dinkes Semarang. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Semarang 2023. Semarang: Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Friedman, E. A. (1955). Primigravid labor: a graphicostatistical analysis. Obstetrics & Gynecology

Hernawati, E., Sitepu, S. A., Sari, W. I. P. E., Afni, R., Dewi, K. A. P., Merida, Y., & Afriyanti, D. (2023). Penerapan Terapi Komplementer dan Asuhan Kebidanan Evidence Based. Nuansa Fajar Cemerlang. https://www.google.co.id/books/edition/PENERAPAN_TERAPI_KOMPLEMENTER_DAN_ASUHAN/tVZ_EQAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=KEK+(+kekurangan+energi+kronis)adalah&pg=PA123&printsec=frontcover

Jitowiyono, S. (2019). Keluarga Berencana (KB) Dalam Perspektif Bidan. Yogyakarta: Pustaka Barru.

Kemenkes RI. (2020a). Buku KIA. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2020b). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Edisi 3. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Ibu Hamil. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pencegahan dan penanggulangan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Jakarta: Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) edisi terbaru. Jakarta: Kemenkes RI

(ACOG). (2019). Practice Bulletin No. 218: Labor Dystocia. Obstetrics & Gynecology, 133(2), e110-e117.

Manuaba, I. B. G. (2019). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC

Muhith, S., Oktri, R. M., & Kharisma. (2025). HubunganPengetahuandanSikapTentangGizidengan Status Gizi Ibu Hamil di Puskesmas Dempo. Jurnal Inspirasi Kesehatan, 3(1), 52–56.

Putri, D., & Komala, I. (2022). Efektivitas pemberian tablet Fe dan konsumsi buah naga dengan pendekatan continuity of care sebagai upaya peningkatan kadar Hb pada ibu hamil anemia. AFIYAH, 9(1), 1–10. https://ejournal.umnyarsi.ac.id/index.php/JAV1N1/article/viewFile/225/276

Sebayang, A. P., Damanik, R. A., Utami, N. S., Butarbutar, A. F., & Gultom, Y. T. (2023). Gizi Daur Hidup. Pradina Pustaka. https://www.google.co.id/books/edition/Gizi_Daur_Hidup/caDTEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=KEK+(+kekurangan+energi+kronis)adalah&pg=PA32&printsec=frontcover

Wigutomo, G. Nyoman, A. D. A. Rizal, P. (2020). Intervensi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil di Desa Panglatan. International Journal of Natural Scienceand Engineering,4(3),134-139.

World Health Organization. (2022). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. Geneva: WHO

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Ambarwati, W., & Khayati, Y. N. (2025). Studi Kasus Tatalaksana Kehamilan pada Ny. B G1P0A0 Umur 20 tahun dengan KEK dan Anemia di Desa Lodoyong kec. Ambarawa. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 4(2), 1788–1794. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/1774