Peningkatan Kapasitas Ibu dalam Pencegahan Stunting Melalui Teknik Pijat Tuina dan Edukasi Gizi Seimbang

Authors

  • Carollyn Dizzy Universitas Ngudi Waluyo
  • Lisjarwati Universitas Ngudi Waluyo
  • Eti Salafas Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

kebidanan komunitas, Gizi Seimbang Balita, Balita, Faktor-Faktor, Stunting, Bayi, Pijat Bayi. Nafsu Makan, Posyandu, Lansia dan Balita

Abstract

Community Midwifery Practice is an effort to apply community-based midwifery management in improving public health status, particularly maternal and child health. This activity was conducted at Posyandu Warasari 3, Leyangan Village, Ungaran Timur District, Semarang Regency, motivated by the persistence of health problems among toddlers, especially decreased appetite and the risk of stunting. The theoretical framework used includes concepts of community, public health, community midwifery management, balanced nutrition for toddlers, and complementary therapy using Tui Na massage. The research employed a descriptive method with a participatory approach. Data collection techniques included observation, interviews, documentation review, and literature study involving adolescents, pregnant women, postpartum mothers, and toddlers as subjects. The findings revealed that out of 64 toddlers, 15 experienced decreased appetite and 10 were at risk of stunting, with the main priority problem being mothers’ limited knowledge of balanced nutrition and complementary therapies. Interventions in the form of balanced nutrition education and Tui Na massage demonstrations showed a significant increase in maternal knowledge based on pre-test and post-test results. It can be concluded that the implementation of community midwifery care through nutrition education and complementary therapy is effective in enhancing maternal knowledge and readiness to support optimal toddler growth and development.

 

Abstrak

Praktik Kebidanan Komunitas merupakan upaya penerapan manajemen kebidanan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Warasari 3 Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dengan latar belakang masih ditemukannya permasalahan kesehatan pada balita, terutama terkait penurunan nafsu makan dan risiko stunting. Landasan teori yang digunakan meliputi konsep komunitas, kesehatan masyarakat, manajemen kebidanan komunitas, gizi seimbang balita, serta terapi komplementer pijat Tui Na. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur terhadap sasaran remaja, ibu hamil, ibu nifas, dan balita. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa dari 64 balita, terdapat 15 balita dengan masalah nafsu makan dan 10 balita berisiko stunting, dengan prioritas masalah utama yaitu rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dan terapi komplementer. Intervensi berupa penyuluhan gizi seimbang dan demonstrasi pijat Tui Na terbukti meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan berdasarkan hasil pretest dan posttest. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi gizi dan terapi komplementer efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu dalam mendukung tumbuh kembang balita. Berdasarkan hasil kegiatan Praktik Komunitas yang diselenggarakan di Desa Leyangan Posyandu Warasari 3 ini disarankan agar tenaga Kesehatan, khususnya bidan, terus meningkatkan peran edukatif melalui penyuluhan gizi seimbang dan penerapan terapi komplementer seperti Pijat Tui Na seceara berkelanjutan di Tingkat Posyandu. Keterlibatan aktif kader Kesehatan dan keluarga juga perlu diperkuat guna meningkatkan pemahaman ibu serta mencegah terjadinya masalah gizi dan stunting pada balita. Selain itu, diperlukan dukungan dari pihak puskesmas dan pemerintah desa dalam bentuk pembinaan, monitoring dan penyediaan media edukasi agar program dapat berjalan optimal dan berkesinambungan. 

References

Aridiyah, F.O., Rohmaati, N., & Riianty, M. (2015) Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di wilayah pedesaan dan perkotaan. E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1), 163-170

Dinas Kesehatan Kab Semarang, (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Semarang. Data Stunting Kabupaten Semarang. dashboard.Stunting.go.ig

Dr. H. Abdul Rosak, M.Kes. (2016) "Amugeli Pijat Tuina",Penerbit: CV. Tiara Media

Dr. H. Abdullah Said, Lc., MA. (2019) "Pijat Tuina: “Jurus Terapi Kesehatan Alami", Penerbit: Pustaka Al Kautsar

Dr. H. Iqbal Luthfi, S.Si. (2017) "Pijat Tuina: Cara Alami Mengatasi Penyakit",Penerbit: Pustaka Kedokteran. scribd.com. . Diakses tanggal 27 September (2023)

Dr. H. M. Zainal Muttaqien, S.Pd., (2018). "Pijat Tradisional Kesehatan", Penerbit: Pustaka Kedokteran

Dr. Ir. Tjandra Yoga Aditama (2015) "Jurus Menangani Pijat Profesional Tuina", Penerbit: Universitas Indonesia

Khomsan, A. (2010). Pangan daN Gizi untuk Kesehatan. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada

Welasasih, D. B., & Wirjatmadi, B. R (2012). Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Balita Stunting. The Indonesia Journal Of Public Health, 8(3), 99-110.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Carollyn Dizzy, Lisjarwati, & Eti Salafas. (2025). Peningkatan Kapasitas Ibu dalam Pencegahan Stunting Melalui Teknik Pijat Tuina dan Edukasi Gizi Seimbang. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 4(2), 2408–2415. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/1805