Implementasi Asuhan Kebidanan Komprehensif Ibu Bersalin Pada Kasus Ketuban Pecah Dini Dengan Rujukan Lanjutan Ke Rumah Sakit

Authors

  • Nurul Tuti Utami Universitas Ngudi Waluyo
  • Ida Sofiyanti Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Premature Rupture of Membranes, Cesarean Section, Continuity of Care, midwifery care, case study

Abstract

Premature Rupture of Membranes (PROM) is an obstetric emergency that may increase maternal and neonatal morbidity and mortality if not managed promptly and appropriately. This case study aimed to describe the implementation of comprehensive midwifery care with collaborative referral management in a laboring woman with PROM. The method used was a descriptive case study through a Continuity of Care (CoC) approach in Mrs. A, a 20-year-old primigravida (G1P0A0) at 40 weeks of gestation with PROM. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation using the SOAP method. The results showed that the mother experienced PROM without labor progression for more than 12 hours, characterized by cervical dilatation remaining at 1 cm and inadequate uterine contractions. Therefore, a collaborative referral to the hospital was performed, followed by a Caesarean section. The baby was delivered in good condition with a birth weight of 3000 grams and APGAR scores of 8/9/10. A newborn is diagnosed with asphyxia when the APGAR score is <7 at the first and/or fifth minute after birth. APGAR scores of 4–6 indicate mild-to-moderate asphyxia, while scores of 0–3 indicate severe asphyxia. In this case, the newborn had APGAR scores of 8/9/10, indicating that no asphyxia occurred. Postoperative maternal and neonatal conditions were stable without complications. The implementation of comprehensive midwifery care through a Continuity of Care approach and collaborative referral management in PROM cases was effective in improving maternal and neonatal safety and preventing maternal and neonatal complications.

Abstrak

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan kegawatdaruratan obstetri yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi asuhan kebidanan komprehensif dengan rujukan kolaboratif pada ibu bersalin dengan KPD. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif melalui pendekatan Continuity of Care (CoC) pada Ny. A usia 20 tahun G1P0A0 usia kehamilan 40 minggu dengan KPD. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan metode SOAP. Hasil menunjukkan bahwa ibu mengalami KPD tanpa kemajuan persalinan lebih dari 12 jam ditandai pembukaan serviks tetap 1 cm dan his tidak adekuat sehingga dilakukan rujukan kolaboratif ke rumah sakit dan tindakan Sectio Caesarea. Bayi lahir dalam kondisi baik dengan berat badan lahir 3000 gram.  APGAR score 8/9/10, Bayi baru lahir dinyatakan mengalami asfiksia apabila nilai APGAR <7 pada menit pertama dan/atau kelima setelah lahir. Nilai APGAR 4–6 menunjukkan asfiksia ringan–sedang, sedangkan 0–3 menunjukkan asfiksia berat. Pada kasus ini bayi memiliki nilai APGAR 8/9/10 sehingga tidak mengalami asfiksia. Kondisi ibu dan bayi pasca tindakan dalam keadaan stabil tanpa komplikasi. Implementasi asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care dan rujukan kolaboratif pada kasus KPD efektif meningkatkan keselamatan ibu dan bayi serta mencegah komplikasi maternal maupun neonatal.

References

Aisyah, N. and Prafitri, L. (2024) ‘Adaptasi fisiologis ibu hamil trimester II’, Jurnal Kebidanan Indonesia, 15(2), pp. 120–127.

Alfionita, R. and Lestari, D. (2022) ‘Penatalaksanaan ketuban pecah dini pada kehamilan aterm’, Jurnal Midwifery Update, 10(1), pp. 45–52.

Anwar, S., dkk. (2022) Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.

Apreliasari, E. and Risnawati, D. (2020) ‘Efektivitas pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada ibu postpartum’, Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 8(1), pp. 33–40.

Asrinah (2023) Asuhan Kehamilan dan Persalinan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Ayuningtyas, D., dkk. (2018) ‘Indikasi Sectio Caesarea pada persalinan risiko tinggi’, Jurnal Obstetri Indonesia, 12(2), pp. 88–95.

Budi, R. and Sajekti, S. (2016) Neonatal Care. Jakarta: EGC.

Cunningham, F.G. (2018) Williams Obstetrics. 25th edn. New York: McGraw-Hill.

Dewi, S., dkk. (2023) ‘Kunjungan neonatal dan status kesehatan bayi baru lahir’, Jurnal Neonatal Indonesia, 6(1), pp. 50–57.

Fitriani, D., dkk. (2024) ‘Penanganan cepat ketuban pecah dini dan outcome maternal neonatal’, Jurnal Kebidanan Nasional, 12(1), pp. 10–18.

Handayani, S. and Putri, N. (2023) ‘Edukasi antenatal care dan kesiapan ibu menghadapi persalinan’, Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(2), pp. 60–68.

Herman, A. (2020) Pertumbuhan dan Perkembangan Neonatus. Jakarta: EGC.

Hutasuhut, M. (2018) ‘Perawatan tali pusat dan pencegahan infeksi neonatus’, Jurnal Kesehatan Anak, 7(2), pp. 90–96.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2019) Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023) Pedoman Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024) Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Marmi (2018) Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mardiyanti, R. and Iis Sri Hardiati (2023) ‘Ketuban pecah dini sebagai kegawatdaruratan obstetri’, Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 11(1), pp. 22–30.

Namangdjabar, L. (2023) Ilmu Kebidanan Patologi. Jakarta: EGC.

Noviyana, R., dkk. (2022) ‘Pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI’, Jurnal Kebidanan, 13(1), pp. 55–62.

Oxorn, H. and Forte, W. (2010) Ilmu Kebidanan Patologi dan Fisiologi Persalinan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.

Prawirohardjo, S. (2020) Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Rahmawati, D., dkk. (2023) ‘Ketuban pecah dini dan risiko sectio caesarea’, Jurnal Obstetri dan Ginekologi Indonesia, 15(2), pp. 75–83.

Saifuddin, A.B. (2009) Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.

Sari, N., dkk. (2022) ‘Hubungan ANC dengan deteksi dini komplikasi kehamilan’, Jurnal Kebidanan, 11(3), pp. 100–108.

Saifuddin, A.B. and Bari, S. (2017) Ilmu Kebidanan Praktis. Jakarta: Bina Pustaka.

Widyastutik, R., dkk. (2021) ‘Perubahan fisiologis masa nifas’, Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(2), pp. 85–92.

Wijaya, I., dkk. (2018) ‘Proses involusi uterus pada masa nifas’, Jurnal Midwifery, 9(1), pp. 30–36.

World Health Organization (2014) Preterm Birth and PROM Fact Sheet. Geneva: WHO.

Yulianti, E. (2010) Asuhan Kehamilan Fisiologis. Jakarta: EGC.

Yuliana, R. and Hakim, L. (2020) Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Yulizawati (2017) Asuhan Kebidanan Kehamilan. Padang: Andalas University Press.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Nurul Tuti Utami, & Ida Sofiyanti. (2026). Implementasi Asuhan Kebidanan Komprehensif Ibu Bersalin Pada Kasus Ketuban Pecah Dini Dengan Rujukan Lanjutan Ke Rumah Sakit. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1), 427–433. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2019