Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) pada Ny” N” Umur 33 Tahun G3P2A0 di Puskesmas Bojong I Kab. Pekalongan
Keywords:
Asuhan Kebidanan, Kehamilan, Persalinan, Nifas, BBL, KB.Abstract
Continuity of Care (CoC) in midwifery is an important approach to reduce maternal and neonatal mortality rates through comprehensive and continuous services from pregnancy to family planning. This study aimed to provide continuous midwifery care for Mrs. N, aged 33 years, at Bojong I Public Health Center, Pekalongan Regency. This study used a descriptive case study approach. Care was provided from the third trimester of pregnancy, labor, newborn care, postpartum period, to family planning, with data collected through interviews, observation, physical examination, and SOAP documentation. The results showed that the pregnancy progressed normally without complications. Labor occurred at 38 weeks of gestation and was completed safely. The newborn was in good condition with normal growth up to 28 days. The postpartum period was uneventful, with good uterine involution and adequate breastfeeding. The client chose a three-month injectable contraceptive as a postpartum family planning method.In conclusion, Continuity of Care can be effectively implemented and contributes to maintaining maternal and infant health while preventing complications.
Abstrak
Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care/CoC) merupakan pendekatan penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pelayanan yang komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. N umur 33 tahun di Puskesmas Bojong I Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Asuhan diberikan sejak trimester III kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas hingga keluarga berencana, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi SOAP. Hasil menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung normal tanpa komplikasi. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 38 minggu dan berlangsung dengan aman. Bayi lahir dalam kondisi baik dengan pertumbuhan normal hingga usia 28 hari. Masa nifas berjalan normal dengan involusi uterus yang baik dan produksi ASI yang cukup. Klien memilih kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai metode keluarga berencana pasca salin. Kesimpulannya, asuhan kebidanan berkelanjutan dapat dilaksanakan secara efektif dan berperan dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi serta mencegah komplikasi.
References
Hakim, A., Sari, D. P., & Lestari, R. (2023). Analisis faktor penyebab angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 123–130.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Nurhayati, S., & Mulyanti, D. (2023). Penerapan continuity of care dalam asuhan kebidanan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(1), 45–52.
Prajayanti, R. (2024). Inovasi program kesehatan dalam upaya penurunan angka kematian ibu di Kabupaten Pekalongan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 13(1), 67–74.
Putri, A. R., Widyaningsih, S., & Handayani, L. (2024). Peran continuity of care dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Jurnal Kebidanan Indonesia, 16(1), 10–18.
Sandall, J., Soltani, H., Gates, S., Shennan, A., & Devane, D. (2021). Midwife-led continuity models versus other models of care for childbearing women. Cochrane Database of Systematic Reviews, (8), CD004667.
Wittiarika, I., Sari, M., & Nugroho, A. (2023). Faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 14(2), 89–96.
World Health Organization. (2022). WHO recommendations on maternal and newborn care for a positive postnatal experience. Geneva: WHO

