Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. R Umur 25 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Bumi Rahayu

Authors

  • Sri Wahyuni Universitas Ngudi Waluyo
  • Heni Setyowati Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Continuity Of Care, Asuhan kebidanan komprehensif, kehamilan, persalinan, nifas, BBL, KB

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia remain top priorities in national health development. One of the efforts to reduce these rates is through comprehensive and continuous midwifery care (Continuity of Care/COC), covering pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning. To provide comprehensive midwifery care to Mrs. R, aged 25 years, G2P1A0, at the Bumi Rahayu Community Health Center. This was a descriptive case study using the Varney midwifery management approach and SOAP documentation. The subject was Mrs. R, who was followed from the third trimester of pregnancy (35 weeks), through childbirth, the postpartum period (at 6 hours, 6 days, and 14 days), newborn care, and family planning services. Results: The pregnancy progressed normally, with a complaint of back pain that was managed using acupressure at the BL23 point. Labor occurred spontaneously: the first stage lasted 7 hours, the second stage 20 minutes, the third stage 10 minutes, and the fourth stage was stable. A male infant was born spontaneously with a birth weight of 3359 grams, length of 50 cm, and APGAR scores of 8/9/10. On the 6th day postpartum, the mother experienced breast engorgement, which was managed with oxytocin massage and breast care. The mother chose to use an implant contraceptive on the 14th day postpartum. The COC midwifery care provided was in accordance with standards, and there were no significant gaps between theory and practice. This approach was effective in early detection and management of midwifery issues, as well as in improving the quality of care.

 

Abstrak

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih menjadi prioritas utama Pembangunan Kesehatan. Salah satu Upaya penurunannya Adalah melalui asuhan kebidanan komprehensif berkelanjutan (Continuity of Care atau COC) mulai dari kehamilan, persalinan, nifas bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 25 Tahun  G2P1A0 di Puskesmas Bumi Rahayu. Metode dalam memberikan asuhan Continuity Of Care ini menggunakan  Studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney dan pendokumentasian SOAP. Subjek adalah Ny. R yang diikuti sejak kehamilan trimester III (35 minggu), persalinan, nifas (6 jam, 6 hari, 14 hari), bayi baru lahir, hingga pelayanan KB. Hasil dari Asuhan kebidanan yang berkesinambungan  Kehamilan berjalan normal dengan keluhan nyeri punggung yang diatasi dengan akupresur titik BL23. Persalinan berlangsung spontan, kala I selama 7 jam, kala II 20 menit, kala III 10 menit, kala IV stabil. Bayi lahir spontan, laki-laki, BB 3359 gram, PB 50 cm, APGAR 8/9/10. Pada nifas hari ke-6 terjadi bendungan ASI yang diatasi dengan pijat oksitosin dan perawatan payudara. Ibu memilih KB Implant pada hari ke-14 postpartum. Asuhan kebidanan COC yang diberikan sesuai standar dan tidak terdapat kesenjangan signifikan antara teori dan praktik. Pendekatan ini efektif dalam mendeteksi dini dan mengatasi masalah kebidanan serta meningkatkan kualitas pelayanan.

References

Dewi, M. K. (2023). Pengaruh Pijat Endorphin Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(8).

Diana, S. (2017). Model Asuhan Kebidanan Continuity Of Care. Kekata Grup.

Ekayanti, M. E. (2024). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. D Umur 32 Tahun. Prosiding Seminar Nasional Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(1).

Jalilah, N., & Prapitasari, H. (2021). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Adab.

Kemenkes RI. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Manuaba, I. B. G. (2015). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana. EGC.

Robaniyah, U. (2024). Pengaruh Akupresur Titik BL23 dalam Mengurangi Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil Trimester III. Jurnal Penelitian Inovatif, 4(3).

Sari, S. I. P., et al. (2023). Hubungan Perawatan Payudara dengan Bendungan ASI pada Ibu Nifas. Jurnal Kebidanan, 12(1).

Sari. (2021). Pencegahan Infeksi pada Luka Pasca Pemasangan KB Implan. Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6.

Setianingsih, N. (2021). Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Akupresur. Journal of Holistics and Health Sciences, 3(2).

Solihah. (2023). Hubungan IMD, Frekuensi Menyusui Dan Perawatan Payudara Terhadap Kejadian Bendungan ASI. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(10).

Suryani. (2020). Kontrasepsi Implant: Panduan Praktis. Nuha Medika.

Walyani, E. S. (2016). Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Pustaka Baru Press.

WHO. (2024). Maternal Mortality. Fact Sheet. Diakses dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/maternal-mortality

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Wahyuni, S., & Setyowati, H. (2025). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. R Umur 25 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Bumi Rahayu . Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1), 1197–1206. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2048