Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. IP Umur 23 Tahun di Puskesmas Tanjung Palas

Authors

  • Ida Ristiani Universitas Ngudi Waluyo
  • Ari Andayani Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Asuhan Kebidanan, Continuity of Care, Kesehatan Ibu dan Bayi, Pelayanan Persalinan, Nifas, dan KB

Abstract

Continuity of Care (CoC) is a woman-centered midwifery care approach that provides comprehensive and continuous services from pregnancy, childbirth, postpartum, and newborn care to family planning. This approach aims to improve maternal and neonatal health outcomes through continuous monitoring, early detection of complications, and timely interventions. This case study aimed to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. IP, a 23-year-old primigravida (G1P0A0), using the Continuity of Care approach. This study employed a descriptive case study design. Midwifery care was provided using Varney’s Midwifery Management and documented in SOAP format (Subjective, Objective, Assessment, and Planning). The study was conducted in the working area of Tanjung Palas Public Health Center from November 28, 2025, to April 13, 2026. The care included antenatal, intrapartum, postpartum, neonatal, and family planning services. The results showed that the pregnancy progressed normally without maternal or fetal complications. At 38 weeks and 2 days of gestation, delivery was performed by cesarean section due to Cephalopelvic Disproportion (CPD). A healthy female infant was born with an APGAR score of 8/10 and a birth weight of 3,200 grams. During the postpartum period, uterine involution progressed normally, the surgical wound healed well, and breast milk production was adequate. The newborn demonstrated normal adaptation and growth during the neonatal period. Family planning counseling was provided, and the mother chose a three-month injectable contraceptive method. The implementation of Continuity of Care enabled continuous monitoring of maternal and neonatal health from pregnancy through family planning, supported early identification and management of obstetric complications, and contributed to favorable maternal and neonatal outcomes.

 

Abstrak

Continuity of Care (CoC) merupakan pendekatan pelayanan kebidanan yang berpusat pada perempuan dan diberikan secara komprehensif serta berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi melalui pemantauan berkelanjutan, deteksi dini komplikasi, serta penatalaksanaan yang tepat. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan pada Ny. IP usia 23 tahun G1P0A0 melalui pendekatan Continuity of Care. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Asuhan kebidanan diberikan menggunakan manajemen kebidanan Varney dan didokumentasikan dalam format SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Planning). Pelaksanaan studi kasus dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Palas pada tanggal 28 November 2025 sampai dengan 13 April 2026. Asuhan yang diberikan meliputi pelayanan antenatal, intranatal, nifas, neonatus, dan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis tanpa komplikasi pada ibu maupun janin. Persalinan dilakukan pada usia kehamilan 38 minggu 2 hari melalui sectio caesarea atas indikasi Cephalopelvic Disproportion (CPD). Bayi lahir perempuan dengan APGAR Score 8/10 dan berat badan lahir 3.200gram dalam kondisi sehat tanpa komplikasi. Pada masa nifas, involusi uterus berlangsung normal, luka operasi sembuh dengan baik, dan produksi ASI lancar. Selama masa neonatal, bayi menunjukkan adaptasi yang baik terhadap kehidupan ekstrauterin serta pertumbuhan yang sesuai dengan usianya. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik tiga bulan setelah mendapatkan konseling dan persetujuan suami. Penerapan Continuity of Care memungkinkan pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga keluarga berencana, mendukung deteksi dini dan penatalaksanaan komplikasi secara tepat, serta berkontribusi terhadap tercapainya luaran maternal dan neonatal yang optimal.

References

Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan. (2021). SI MAK INA GERAM siap menguatkan strategi penurunan AKI AKB Bulungan. https://dinkes.bulungan.go.id/si-mak-ina-geram-siap-menguatkan-strategi-penurunan-aki-akb-bulungan/

Handayani, S. (2023). Pelayanan Kontrasepsi pada Masa Nifas dan Menyusui. Yogyakarta: Nuha Medika.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelayanan Masa Nifas bagi Ibu dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pelayanan Neonatal Esensial. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Marmi. (2017). Asuhan kebidanan pada masa nifas “Peuperium care”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar..

Sari, D., & Handayani, R. (2022). Dukungan keluarga dan keberhasilan ASI eksklusif pada ibu postpartum. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(2), 85–92.

Walyani, E. S., & Purwoastuti, T. E. (2021). Asuhan Kebidanan Masa Nifas dan Menyusui. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

World Health Organization. (2023). Recommendations on Maternal and Newborn Care for a Positive Postnatal Experience. Geneva: WHO.

Yulnefia. (2020). Pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu postpartum. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 11(1), 45–52.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Ristiani, I., & Ari Andayani. (2026). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. IP Umur 23 Tahun di Puskesmas Tanjung Palas. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1), 595–604. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2067