Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) pada Ny. R Umur 32 Tahun di Puskesmas Kalikajar 1
Keywords:
Midwifery CareContinuous Midwifery Care for Pregnancy, Childbirth, Newborns, Postpartum, KBAbstract
The causes of frequent MMR cases are usually attributed to a lack of access to quality healthcare services, particularly timely emergency care, resulting from delayed recognition of danger signs and decision-making, delays in reaching healthcare facilities, and delays in receiving care at healthcare facilities. Additionally, the causes of maternal mortality are also inseparable from the mother’s own condition and constitute one of the four “too” criteria: being too old at childbirth (>35 years), too young at childbirth (<20 years), and having given birth too frequently (four children), The main causes of infant mortality include low birth weight (LBW), asphyxia, and other factors such as infection, aspiration, congenital anomalies, diarrhea, pneumonia, and others (Central Java Health Profile, 2018). Steps that can be taken to reduce maternal mortality rates and infant mortality rates include providing high-quality and comprehensive midwifery care for every mother and infant. These services include prenatal care (ANC) for pregnant women, delivery assistance by trained medical personnel at health facilities, postpartum care for mothers and infants, special attention, and referrals when complications arise, as well as family planning services, including postpartum contraception (Central Java Health Profile, 2018). To accelerate progress toward reducing maternal and infant mortality rates, Indonesia has implemented a program focused on continuous midwifery care. The term “Continuity of Care” in the Indonesian context refers to care that spans pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, neonatal care, and quality family planning services. When implemented comprehensively, this approach has proven highly effective in reducing mortality and morbidity rates in line with government plans (Diana, 2017).
Abstrak
Penyebab kasus MMR yang sering terjaadi biasanya diseb
abkan oleh kurangnya layanan kesehatan yang berkualitas, terutama layanan darurat tepat waktu, yang diakibatkan oleh terlambatnya pengenalan tanda-tanda bahaya dan pengambilan keputusan, keterlambatan dalam mencapai fasilitas kesehatan, serta keterlambatan dalam menerima pelayanan di fasilitas kesehatan Selain itu, penyebab kematian maternal juga tidak dapat dipisahkan dari kondisi ibu itu sendiri dan merupakan salah satu dari 4 kriteria "terlalu", yaitu terlalu tua saat melahirkan (> 35 tahun), terlalu muda saat melahirkan Kurang dari 20 tahun (< 20 tahun ) terlalu sering melahirkan (4 anak), Penyebab utama AKB meliputi BBLR, asfiksia, serta faktor lain seperti infeksi, aspirasi, kelainan bawaan, diare, pneumonia, dan lainnya (Profil Kesehatan Jateng, 2018). Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan angka kematian bayi meliputi pemberian asuhan kebidanan yang berkualitas dan komprehensif bagi setiap ibu serta bayi. Pelayanan ini termasuk pemeriksaan kesehatan ibu hamil dengan ANC terpadu, bantuan persalinan oleh tenaga medis terlatih di fasilitas kesehatan, perawatan setelah melahirkan untuk ibu dan bayi, perhatian khusus, serta rujukan saat terjadi masalah dan juga pelayanan Keluarga Berencana termasuk kontrasepsi pasca persalinan (Profil Kesehatan Jateng, 2018). Untuk mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkelanjutan. Istilah Continuity of Care dalam konteks bahasa Indonesia mengacu pada perawatan yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, perawatan bayi baru lahir, asuhan postpartum, perawatan neonatus, dan pelayanan KB berkualitas. Jika dilaksanakan secara menyeluruh, upaya ini terbukti sangat efektif dalam mengurangi angka kematian serta morbiditas sesuai dengan rencana pemerintah (Diana, 2017).
References
Ayuningtyas.(2019). Terapi Komplementer dalam kebidanan. Yogyakarta.Pustaka Baru Press.
Dewi. (2011). Asuhan Kehamilan Untuk Kebidannan. Jakarta: Salemba.
Djusar,S. (2016). Asuhan Kehamilan pada Ibu Hamil. Yogyakarta
Dinkes Provinsi Jawa Tengah. (2018). Profil kesehatan Jawa Tengah. Semarang. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
Marmi,K R. (2015). Asuhan Neonatus Bayi Balita dan anak Pra Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Munthe,J. (2019). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Berkesinambungan (Continuity of Care). Jakarta: Trans Info Media.
Nurhayati. (2019). Asuhan Kebidanan pada Kehamilan. Yogyakarta. CV Andi Offset. Notoatmodjo,S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Walyani,E S. (2016). Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

