Asuhan Kebidanan Continuity of Care ( CoC ) pada Ny. A Usia 33 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Kesesi 1 Kabupaten Pekalongan

Authors

  • Eva Rizqi Arti Universitas Ngudi Waluyo
  • Yulia Nur Khayati Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Continuity of Care, Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB.

Abstract

Continuity of Care (COC) midwifery care is a continuous midwifery care provided to mothers and babies starting from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, and family planning. The Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator of the success of a country's services. Every day, approximately 830 women die from preventable causes related to pregnancy and childbirth. 99% of all maternal deaths occur in developing countries. Approximately 830 women die from pregnancy or childbirth complications worldwide every day. Complications that cause maternal death include severe bleeding after childbirth, infections, high blood pressure during pregnancy (pre-eclampsia and eclampsia), complications from childbirth, and unsafe abortion (WHO, 2019). At the regional level, Central Java Province is still working to reduce this mortality rate. Pekalongan Regency itself recorded data dynamics that require special attention. In 2023, the maternal mortality rate (MMR) in Pekalongan Regency was high, with 34 cases, placing the region second in Central Java (Pekalongan Regency Health Office, 2024). One effective strategy to reduce maternal mortality and infant mortality is through continuous midwifery care, or Continuity of Care (CoC).This study used a descriptive case study approach for Mrs.A, 33  years old, G2P1A0, who received comprehensive midwifery care at Kesesi I Community Health Center. Care was provided from the third trimester of pregnancy, delivery, newborn care, postpartum care, and family planning services. Treatments included a comprehensive assessment, ANC examinations according to the 12T standards, labor monitoring, physiological postpartum care, newborn monitoring, and family planning counseling. Complementary care such as oxytocin massage and prenatal yoga education were also included, as needed by the mother. The entire pregnancy, delivery, postpartum period, newborn care, and family planning services proceeded physiologically without complications. Mothers demonstrated a good understanding of pregnancy danger signs, childbirth preparation, postpartum self-care, exclusive breastfeeding, and infant care. Breast milk production increased after oxytocin massage, infants adapted well, and mothers chose appropriate contraceptive methods postpartum. Comprehensive Continuity of Care midwifery care has proven effective in early risk detection, increasing maternal knowledge, and supporting maternal and neonatal health. The implementation of complementary care such as oxytocin massage also helps optimize breastfeeding and increases maternal comfort. Continuity of Care services need to be continuously implemented as a strategic effort to support the achievement of targets for reducing maternal mortality and infant mortality.

 

Abstrak

Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu dan bayi dimulai pada saat kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan suatu negara. Setiap hari, sekitar 830 wanita meninggal karena sebab yang dapat dicegah terkait dengan kehamilan dan persalinan. 99% dari semua kematian ibu terjadi di negara berkembang. Sekitar 830 wanita meninggal karena komplikasi kehamilan atau persalinan di seluruh dunia setiap hari. Komplikasi yang menyebabkan kematian ibu yaitu perdarahan hebat setelah melahirkan, infeksi, tekanan darah tinggi selama kehamilan (pre-eklampsia dan eklampsia), komplikasi dari persalinan, dan aborsi yang tidak aman (WHO, 2019). Di tingkat regional, Provinsi Jawa Tengah masih berupaya menurunkan angka kematian tersebut. Kabupaten Pekalongan sendiri mencatatkan dinamika data yang perlu perhatian khusus. Pada tahun 2023, AKI di Kabupaten Pekalongan tergolong tinggi dengan jumlah 34 kasus, yang menempatkan wilayah ini pada peringkat kedua tertinggi di Jawa Tengah (Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, 2024). Salah satu strategi efektif untuk menurunkan AKI dan AKB adalah dengan asuhan kebidanan secara berkelanjutan atau Continuity of Care (CoC). Penelitian ini  menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus ( Case Study ) pada Ny. A usia 33 tahun G2P1A0, yang mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif di Puskesmas Kesesi I. Asuhan diberikan mulai dari kehamilan trimester III, persalinan, perawatan bayi Baru Lahir, masa nifas  hingga pelayanan keluarga berencana. Tindakan meliputi pengkajian lengkap, pemeriksaan ANC sesuai standar 12T, pemantauan persalinan, perawatan nifas fisiologis, pemantauan bayi baru lahir, serta konseling KB. Asuhan komplementer seperti pijat oksitosin dan edukasi prenatal yoga juga disertakan sesuai kebutuhan ibu. Seluruh proses kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan KB berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu menunjukkan pemahaman yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan diri masa nifas, pemberian ASI eksklusif, serta perawatan bayi. Produksi ASI meningkat setelah pemberian pijat oksitosin, bayi memiliki adaptasi yang baik, dan ibu memilih metode kontrasepsi sesuai kondisi pascasalin. Asuhan kebidanan Continuity of Care secara komprehensif terbukti efektif dalam mendeteksi dini risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung kesehatan maternal dan neonatal. Penerapan asuhan komplementer seperti pijat oksitosin turut membantu optimalisasi pemberian ASI dan meningkatkan kenyamanan ibu. Layanan CoC perlu terus diterapkan sebagai upaya strategis dalam mendukung pencapaian target penurunan AKI dan AKB.

References

Badan Pusat Statistik. (2025). Profil Statistik Kesehatan Indonesia. Jakarta: BPS.

Bergström, C., et al. (2014). Pelvic girdle pain during pregnancy.

Casagrande, D., et al. (2015). Low back pain during pregnancy.

Damayanti, D., dkk. (2014). Asuhan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.

Dewi, V. N. L. (2014). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.

Diana, S. (2017). Asuhan Kebidanan Continuity of Care.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Pekalongan.

Dunkin, M. (2022). Low Back Pain in Pregnancy.

Elisabeth. (2015). Asuhan Kebidanan Kehamilan.

Erina. (2018). Tanda Bahaya Kehamilan.

Ina Kuswanti. (2014). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Pedoman Pelayanan Antenatal. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Khanna, P., et al. (2016). Low Back Pain Classification in Pregnancy.

Lapau, B. (2015). Metode Penelitian Kebidanan. Jakarta.

Lebang. (2015). Konsep Yoga dan Pengembangan Diri.

Munthe, N. B. (2019). Asuhan Kebidanan Kehamilan.

Octavia. (2018). Pengaruh Senam Yoga terhadap Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III.

Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka.

Sindhu, P. (2009). Yoga untuk Kehamilan.

Sulin. (2016). Perubahan Fisiologis Kehamilan dalam Ilmu Kebidanan.

Walyani, E. S. (2012). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Yogyakarta.

World Health Organization (WHO). (2016). WHO Recommendations on Antenatal Care. Geneva.

World Health Organization (WHO). (2019). Maternal Mortality. Geneva.

World Health Organization (WHO). (2022). Maternal and Neonatal Health Report. Geneva.

Widiastuti, & Setiyabudi. (2020). Pengaruh Yoga terhadap Penurunan Nyeri.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Eva Rizqi Arti, & Yulia Nur Khayati. (2026). Asuhan Kebidanan Continuity of Care ( CoC ) pada Ny. A Usia 33 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Kesesi 1 Kabupaten Pekalongan. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1), 734–741. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2109