Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. L Umur 24 Tahun G1P0A0 di UPT Puskesmas Penajam

Authors

  • Asmawaty Universitas Ngudi Waluyo
  • Heni Hirawati Pranoto Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Asuhan Kebidanan Bersinambungan

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) remains a global and national health problem that requires serious attention because most maternal deaths are caused by complications during pregnancy, childbirth, and the postpartum period, which can actually be prevented through quality and continuous maternal health services. One effort that can be implemented to reduce maternal and infant mortality is the application of Continuity of Care (COC) midwifery services, namely comprehensive and continuous care starting from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, until family planning services to improve maternal and infant health outcomes optimally. The purpose of this study was to provide comprehensive midwifery care through a Continuity of Care (COC) approach to Mrs. L, a 24-year-old G1P0A0 woman, from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, until family planning services in order to monitor the condition of the mother and baby and detect complications early. The method used was a case study with a Continuity of Care (COC) approach. The care was conducted at UPT Puskesmas Penajam from January 29 to May 5, 2026. Data collection was carried out through interviews, observations, physical examinations, and documentation studies using midwifery care formats, maternal and child health books, and supporting examination results. The results of the Continuity of Care midwifery care showed that Mrs. L’s pregnancy progressed physiologically with third trimester discomforts in the form of Braxton Hicks contractions and back pain, which were managed through education and appropriate care according to the mother’s needs. The labor process occurred normally without complications through the implementation of Normal Delivery Care standards. The baby was born in normal condition with good vital signs and reflexes, and newborn care was provided including thermal protection, rooming-in care, and umbilical cord care. During the postpartum period, complaints of perineal wound pain and inadequate breast milk flow were managed through wound care education, oxytocin massage, and nutritional counseling. Family planning care was provided through counseling regarding postpartum contraceptive selection according to the mother’s condition. The implementation of continuous midwifery care provided positive outcomes for both mother and baby and improved the mother’s readiness in facing the postpartum period and contraceptive use. In conclusion, the implementation of Continuity of Care (COC) midwifery care for Mrs. L, aged 24 years, from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, until family planning services was carried out comprehensively and continuously. The care provided was able to maintain normal maternal and infant conditions, detect complications early, and improve the mother’s knowledge and readiness in facing childbirth, the postpartum period, and postpartum contraceptive use.

 

Abstrak

Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional yang memerlukan perhatian serius karena sebagian besar disebabkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas yang sebenarnya dapat dicegah melalui pelayanan kesehatan maternal yang berkualitas dan berkesinambungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan AKI dan AKB adalah melalui penerapan asuhan kebidanan Continuity of Care (COC), yaitu pelayanan kebidanan komprehensif mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas hingga keluarga berencana guna meningkatkan kesehatan ibu dan bayi secara optimal. Tujuan penelitian untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. L usia 24 tahun G1P0A0 mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas hingga keluarga berencana untuk memantau kondisi ibu dan bayi serta mendeteksi dini adanya komplikasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus (case study) dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Asuhan dilakukan di UPT Puskesmas Penajam pada tanggal 29 Januari sampai 5 Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi menggunakan format asuhan kebidanan, buku KIA, dan hasil pemeriksaan penunjang. Hasil asuhan kebidanan secara Continuity of Care menunjukkan bahwa kehamilan Ny. L berlangsung fisiologis dengan keluhan ketidaknyamanan trimester III berupa kontraksi Braxton Hicks dan nyeri punggung yang dapat diatasi melalui edukasi dan penatalaksanaan sesuai kebutuhan ibu. Proses persalinan berlangsung normal tanpa komplikasi dengan penerapan asuhan persalinan sesuai standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Bayi lahir dalam keadaan normal dengan tanda vital dan refleks baik serta dilakukan asuhan bayi baru lahir berupa menjaga kehangatan, rawat gabung, dan perawatan tali pusat. Pada masa nifas ditemukan keluhan nyeri luka perineum dan kelancaran ASI yang diatasi melalui edukasi perawatan luka, pijat oksitosin, dan konseling nutrisi. Asuhan keluarga berencana dilakukan melalui konseling pemilihan kontrasepsi pasca salin sesuai kondisi ibu. Penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan memberikan hasil yang baik terhadap kondisi ibu dan bayi serta meningkatkan kesiapan ibu dalam menjalani masa nifas dan penggunaan kontrasepsi. Kesimpulan Penerapan asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. L usia 24 tahun mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas hingga keluarga berencana dapat dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan. Asuhan yang diberikan mampu menjaga kondisi ibu dan bayi tetap normal, mendeteksi dini komplikasi, serta meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu dalam menghadapi masa persalinan, nifas, dan penggunaan kontrasepsi pasca salin.

References

Astuti, H. P. (2017). Konsep Continuity of Care dalam Pelayanan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.

Damayanti, I. P., Maita, L., Triana, A., & Afni, R. (2014). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ibu Bersalin dan Bayi Baru Lahir. Yogyakarta: Deepublish.

Dewi, V. N. L. (2014). Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika.

Dhilon, R., et al. (2021). Early skin-to-skin contact for improving neonatal outcomes. Journal of Neonatal Nursing, 27(3), 145–151.

Handayani, S., et al. (2020). Pemanfaatan tanaman lokal sebagai pelancar ASI pada ibu nifas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 88–95.

Homer, C., Brodie, P., Sandall, J., & Leap, N. (2019). Midwifery Continuity of Care: A Practical Guide. Elsevier.

Juliastuti, J. (2019). Efektivitas daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum. Jurnal Kebidanan Indonesia, 10(1), 34–40.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Ningsih, D. A. (2017). Continuity of Care dalam Asuhan Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Ridwan, M., & Capriani, R. (2020). Pengaruh rawat gabung terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 14(1), 25–31.

Sampara, S. (2020). Pengaruh konsumsi ikan gabus terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 6(2), 77–83.

World Health Organization. (2021). Sustainable Development Goals (SDGs): Maternal and Child Health Targets. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2024). Maternal Mortality. Geneva: WHO

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Asmawaty, & , H. H. P. (2026). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. L Umur 24 Tahun G1P0A0 di UPT Puskesmas Penajam. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1), 804–812. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2129