Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) pada Ny. N Umur 31 Tahun di Puskesmas Kepil 2

Authors

  • Suharti Universitas Ngudi Waluyo
  • Ari Widyaningsih Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Midwifery CareContinuous Midwifery Care for Pregnancy, Childbirth, Newborns, Postpartum, KB

Abstract

Indonesia still reports 32,445 deaths occurring during the neonatal period (0–28 days) and the postneonatal period (29 days–11 months). Specifically, 27,530 deaths (80.4%) occurred during the neonatal period, and 4,915 deaths     (14.4%) occurred during the postneonatal period. Most infant deaths are caused by low birth weight (0.7%), The congenital anomalies (0.3%), infections (0.3%), neurological disorders (0.2%), intrapartum complications (0.2%), unknown causes (14.4%), and other causes (82.8%). (Indonesian Ministry of Health, 2023). Maternal mortality in Central Java in 2023 reached 76.15 per 100,000 live births, caused by hemorrhage (34.0%), pregnancy-induced hypertension (33.7%), infection (5.5%), circulatory system disorders (16.5%), metabolic disorders (0.3%), and others (Central Java Health Profile 2023).  MMR in Wonosobo Regency in 2023 was 4 deaths, caused by severe preeclampsia, pneumonia, hemorrhage due to uterine atony, and ileus. Steps that can be taken to reduce the Maternal Mortality Rate and infant mortality rate include providing quality and comprehensive midwifery care for every mother and baby. These services include prenatal care (ANC) for pregnant women, delivery assistance by trained medical personnel at health facilities, postpartum care for mothers and infants, special attention, and referrals when complications arise, as well as family planning services, including postpartum contraception (Central Java Health Profile, 2018). To accelerate progress toward reducing maternal and infant mortality rates, Indonesia has implemented a program focused on continuous midwifery care. The term “Continuity of Care” in the Indonesian context refers to care that spans pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, neonatal care, and quality family planning services. When implemented comprehensively, this approach has proven highly effective in reducing mortality and morbidity rates in line with government plans (Diana, 2017)

 

Abstrak

Indonesia masih menunjukan angka 32.445 kematian yang terjadi pada periode neonatal 0-28 hari dan post neonatal 29 hari-11bulan.Adapun pada periode neonatal terhitung sebanyak 27.530 kematian(80,4%),dan 4.915 kematian (14.4%) yang terjadi pada periode postneonatal. Sebagian besar kematian bayi disebabkan BBLR (0,7%), kelaian kongenital(0,3%),infeksi(0,3%)penyakit syaraf( 0,2%),komplikasi intrapartum (0,2%) dan yang masih belum diketahui penyebabnya (14,4%), dan lainnya (82,8%) (Kemenkes RI, 2023).   Kematian Ibu di Jawa Tengah pada tahun 2023 mencapai 76,15/100.000 KH yang disebabkan karena perdarahan (34,0%) hipertensi dalam kehamilan (33,7%) infeksi (5,5%) gangguan sistem peredaran darah(16,5%),gangguan metabolic (0,3%), dan lainya (Profil Kesehatan Jawa Tengah 2023). AKI di Kabupaten Wonosobo tahun 2023 sejumlah 4 orang yang disebabkan preeklamsia berat, pneumonia,perdarahan yang disebabkan atonia uteri dan ileus. Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan angka kematian bayi meliputi pemberian asuhan kebidanan yang berkualitas dan komprehensif bagi setiap ibu serta bayi. Pelayanan ini termasuk pemeriksaan kesehatan ibu hamil dengan ANC terpadu, bantuan persalinan oleh tenaga medis terlatih di fasilitas kesehatan, perawatan setelah melahirkan untuk ibu dan bayi, perhatian khusus, serta rujukan saat terjadi masalah dan juga pelayanan Keluarga Berencana termasuk kontrasepsi pasca persalinan (Profil Kesehatan Jateng, 2018). Untuk mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkelanjutan. Istilah Continuity of Care dalam konteks bahasa Indonesia mengacu pada perawatan yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, perawatan bayi baru lahir, asuhan postpartum, perawatan neonatus, dan pelayanan KB berkualitas. Jika dilaksanakan secara menyeluruh, upaya ini terbukti sangat efektif dalam mengurangi angka kematian serta morbiditas sesuai dengan rencana pemerintah (Diana, 2017).

References

Ayuningtyas.(2019). Terapi Komplementer dalam kebidanan. Yogyakarta.Pustaka Baru Press.

Dewi. (2011). Asuhan Kehamilan Untuk Kebidannan. Jakarta: Salemba.

Djusar,S. (2016). Asuhan Kehamilan pada Ibu Hamil. Yogyakarta

Dinkes Provinsi Jawa Tengah. (2018). Profil kesehatan Jawa Tengah. Semarang. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

Marmi,K R. (2015). Asuhan Neonatus Bayi Balita dan anak Pra Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Munthe,J. (2019). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Berkesinambungan (Continuity of Care). Jakarta: Trans Info Media.

Nurhayati. (2019). Asuhan Kebidanan pada Kehamilan. Yogyakarta. CV Andi Offset. Notoatmodjo,S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Walyani,E S. (2016). Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Suharti, & Ari Widyaningsih. (2026). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) pada Ny. N Umur 31 Tahun di Puskesmas Kepil 2. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1), 1396–1403. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2134