Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Umur 27 Tahun G2P1A0 di Klinik Pratama PT.Dwiwira Lestari Jaya dengan Anemia Ringan dan KEK

Authors

  • Yuni Frischila Barnabas Universitas Ngudi Waluyo
  • Ari Andayani Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Asuhan Kebidanan, Asuhan Kebidanan Komprehensif, Kehamilan, Nifas, Persalinan, Anemia Ringan

Abstract

Anemia in pregnancy is one of the most common health problems and may have adverse effects on both the mother and fetus if not managed properly. Pregnancy anemia is generally caused by iron deficiency due to increased nutritional requirements during pregnancy. This condition may cause pregnant women to experience fatigue, weakness, dizziness, and shortness of breath, and may increase the risk of hemorrhage during childbirth, preterm labor, low birth weight, and maternal mortality. Maternal Mortality Rate (MMR) remains an important indicator in assessing the health status of a country. Based on data from the Indonesian Ministry of Health, the Maternal Mortality Rate in Indonesia remains high at 189 per 100,000 live births. The purpose of this paper is to describe comprehensive midwifery care for pregnant women with mild anemia through a Continuity of Care approach. The method used was a case study by applying midwifery management, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation of continuous midwifery care during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning services. This care was provided from the third trimester of pregnancy until the completion of the postpartum period, from November 2025 to April 2026. The results showed an increase in hemoglobin levels from 9.9 g/dL to 10.9 g/dL and an increase in Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) from 20 cm to 24 cm after health education, adequate nutritional intake, regular iron tablet consumption, and routine monitoring were provided. It can be concluded that comprehensive and continuous midwifery care (Continuity of Care) is effective in improving the health condition of pregnant women with mild anemia and preventing complications in both mother and baby.

 

Abstrak

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi dan dapat memberikan dampak buruk bagi ibu maupu janin apabila tidak ditangani secara tepat. Anemia dalam kehamilan umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi akibat meningkatnya kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu hamil mengalami lemah, letih, pusing, sesak napas, hingga meningkatkan resik perdarahan saat persalinan, persalinan prematur, dan bayi berat lahir rendah, hingga meningkatkan risiko Angka Kematian Ibu (AKI). AKI masih menjadi indikator penting dalam menilai derajat kesehatan suatu negara. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan anemia ringan melalui pendekatan Continuity of Care. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menerapkan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, penentuan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi asuhan kebidanan secara berkelanjutan selama masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Kegiatan ini dimulai dari kehamilan TM III sampai dengan selesainya masa nifas yaitu di mulai di bulan November 2025 sampai dengan bulan April 2026. Hasil asuhan menunjukkan adanya peningkatan kadar hemoglobin dari 9,9 g/dL menjadi 10,9 g/dL serta peningkatan Lingkar Lengan Atas (LILA) dari 20 cm menjadi 24 cm setelah diberikan edukasi kesehatan, pemenuhan nutrisi seimbang, konsumsi tablet tambah darah secara teratur, dan pemantauan berkala. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif secara berkelanjutan (Continuity of Care) efektif dalam meningkatkan kondisi kesehatan ibu hamil dengan anemia ringan serta mencegah terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi.

References

Ayudita, dkk. (2023). Asuhan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: EGC.

Diana, dkk. (2019). Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah. Yogyakarta: Deepublish.

Handayani. (2017). Anemia pada Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.

Herlina, dkk. (2025). Asuhan Kebidanan Masa Nifas dan Neonatus. Yogyakarta: Nuha Medika.

IBI. (2016). Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. Jakarta: JNPK-KR.

Jayanti. (2019). Manajemen Asuhan Kebidanan 7 Langkah Varney. Yogyakarta: Andi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku KIA Revisi Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Manuaba, I.B.G. (2015). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC.

Munthe. (2019). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Berkesinambungan (Continuity of Care). Jakarta: TIM.

Nurhasiyah, Sukma, & Hamidah. (2017). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah. Jakarta: TIM.

Permata, Wiwit Desi Intan, dkk. (2025). Pelayanan Antenatal dan Neonatal. Yogyakarta: Deepublish.

Sulistyawati. (2013). Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.

Sudarti & Khoirunnisa. (2010). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Anak Balita. Yogyakarta: Nuha Medika.

Walyani, E.S. (2015). Asuhan Kebidanan pada Kehamilan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Walyani, E.S., & Purwoastuti. (2016). Asuhan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

WHO. (2016). Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Yuni Frischila Barnabas, & Ari Andayani. (2026). Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Umur 27 Tahun G2P1A0 di Klinik Pratama PT.Dwiwira Lestari Jaya dengan Anemia Ringan dan KEK. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1). Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2145