Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Ny.S G3P2A0 Usia 30 Tahun di Klinik Pratama Lestari I

Authors

  • Ana Riandari Universitas Ngudi Waluyo
  • Ari Andayani Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB

Abstract

Continuity of care is midwifery care aimed at improving public health, particularly reducing maternal and infant mortality rates. This care includes comprehensive midwifery care, including integrated antenatal care (ANC), delivery assisted by trained healthcare professionals, postpartum care, newborn care, and family planning services. Comprehensive midwifery care for Mrs. S was provided from April to May. The midwifery care method used a descriptive approach and was documented using Varney's 7 steps and SOAP. During the third trimester, the mother complained of frequent abdominal pain that subsided after a while and was irregular, indicating false contractions. The mother already knew these were not labor contractions. Mrs. S's pregnancy was in good and normal condition, with no problems endangering the mother or baby. She stated that she did not want any tears, so she exercised with a gym ball at home. She said she received information from social media. Delivery care was provided on April 21, 2025, with a normal delivery using APN steps. Mrs. S was born spontaneously at the back of the head. She was female, weighing 2,600 grams, measuring 46 cm long, and had no perineal tears. The delivery process was assisted by a slight perineal massage during delivery. Postpartum care for the mother and newborn was provided simultaneously, with an 8-hour visit, a second visit on the third day, a third visit on the fourteenth day, and a fourth visit on the twenty-fifth day. The conclusion was that both mother and baby were healthy and there were no complications. During the postpartum period, the mother received family planning information and education (IEC) and stated that she wanted to use a 3-monthly injection. Based on the results of the comprehensive midwifery care provided to Mrs. S, it is hoped that Mrs. S will implement the IEC provided during her care. Health workers are expected to provide maximum comprehensive care to improve the quality of life for mothers and babies, and are expected to implement complementary midwifery care to provide non-pharmacological services to mothers

 

Abstrak

Continuity of care merupakan Asuhan kebidanan dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama mengurangi angka kematian ibu dan bayi, dengan cara melakukan Asuhan kebidanan komprehensif yang meliputi Asuhan kebidanan kehamilan yang benar yaitu dengan ANC Terpadu,persalinan dengan pertolongan tenaga kesehatan terlatih, Nifas dilakukan perawatan pasca salin, Bayi Baru Lahir (BBL) dilakuka perawatan bayi baru lahir, dan Pelayanan Keluarga Berencana (KB). Asuhan Kebidanan komprehensif pada Ny.S dilakukan mulai April sampai mei. Metode asuhan kebidanan menggunakan pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan menggunakan 7 langkah varney dan SOAP. Pada Asuhan kehamilan trimester III ibu datang mengeluh sering kencang-kencang pada perut lalu hilang setelah beberapa saat dan tidak teratur yang merupakan kontraksi palsu, ibu sudah tau jika ini bukan kontraksi tanda persalinan/kontraksi palsu, pada kehamilan Ny.S dalam keadaan baik dan normal, tidak ditemukan permasalahan yang membahayakan ibu dan bayi, ibu mengatakan tidak ingin ada robekan sehingga ibu melakukan gymball dirumah, ibu mengatakan mendapatkan informasi dari sosial media. Asuhan Persalinan dilakukan pada tanggal 21 April 2025 dengan Persalinan Normal dengan Langkah APN bayi Ny.S lahir spontan belakang kepala, jenis kelamin perempuan BB 2.600 gr, Panjang badan 46cm, dan tidak ada robekan perineum, pada proses persalinan dibantu sedikit pemijatan perineum disaat ibu. Asuhan pada masa nifas pada ibu dan asuhan bayi baru lahir dilakukan bersamaan yaitu kunjungan 8 jam, kunjungan kedua di hari ke tiga, kunjungan ke tiga dihari ke empat belas, kunjungan keempat dihari duapuluh lima dengan kesimpulan ibu dan bayi sehat dan tidak ada komplikasi. Pada Masa nifas ibu sudah diberikan KIE KB ibu mengatakan ingin menggunakan KB suntik 3 bulan. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny.S diharapkan Ny.S dapat menerapkan KIE yang telah diberikan selama diberikannya asuhan. Diharapkan tenaga Kesehatan memberikan pelayanan asuhan komprehensif yang maksimal untuk menaikan derajat hidup ibu dan bayi, serta diharapkan menerapkan asuhan kebidanan komplementer untuk memberikan pelayanan kepada ibu yang nonfarmakologi.

References

Beckmann, M. M., & Garrett, A. J. (2023). Antenatal perineal massage for reducing perineal trauma. Cochrane Database of Systematic Reviews.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2023). Laporan program pelayanan kontrasepsi dan keluarga berencana Indonesia. Jakarta: BKKBN.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2024). Laporan program kesehatan reproduksi dan keluarga berencana Indonesia. Jakarta: BKKBN.

Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Dashe, J. S., Hoffman, B. L., Casey, B. M., & Spong, C. Y. (2022). Williams obstetrics (26th ed.). McGraw-Hill Education.

Hizriyani, R., & Aji, T. S. (2021). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan pencegahan stunting pada bayi dan balita. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 15(2).

Jamil, S. N., Sukma, F., & Hamidah. (2021). Buku ajar asuhan kebidanan pada neonatus, bayi, balita dan anak pra sekolah. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelayanan kontrasepsi dan keluarga berencana. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Asuhan persalinan normal dan inisiasi menyusu dini. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku kesehatan ibu dan anak (KIA) edisi revisi. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelayanan antenatal, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelayanan kesehatan neonatal esensial. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelayanan kesehatan ibu nifas dan menyusui. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Standar pelayanan kebidanan. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia tahun 2024. Jakarta: Kemenkes RI.

Manuaba, I. B. G. (2022). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. EGC.

Maryunani, A. (2021). Asuhan neonatus, bayi, balita dan anak pra sekolah. Trans Info Media.

Maryunani, A. (2021). Inisiasi menyusu dini, ASI eksklusif dan manajemen laktasi. Trans Info Media.

Pantikawati, I., & Saryono. (2021). Asuhan kebidanan I (kehamilan). Nuha Medika.

Prawirohardjo, S. (2024). Ilmu kebidanan Sarwono Prawirohardjo. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Risnawati. (2022). Asuhan kebidanan komprehensif dan continuity of care. Jurnal Kesehatan.

Rukiyah, A. Y. (2013). Asuhan kebidanan (Varney’s midwifery adaptasi Indonesia). Trans Info Media.

Rukiyah, A. Y., & Yulianti, L. (2021). Asuhan kebidanan kehamilan. Trans Info Media.

Rukiyah, A. Y., & Yulianti, L. (2021). Asuhan kebidanan IV (patologi kebidanan). Trans Info Media.

Saifuddin, A. B. (2022). Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Saifuddin, A. B. (2022). Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Sulistyawati, A. (2021). Pelayanan keluarga berencana. Salemba Medika.

Sulistyawati, A. (2021). Asuhan kebidanan pada masa nifas. Andi Offset.

Tyastuti, S., & Wahyuningsih, H. P. (2021). Asuhan kebidanan kehamilan. Kementerian Kesehatan RI.

Varney, H., Kriebs, J. M., & Gegor, C. L. (2022). Buku ajar asuhan kebidanan (6th ed.). EGC.

Walyani, E. S. (2021). Asuhan kebidanan pada kehamilan. Pustaka Baru Press.

Walyani, E. S. (2021). Asuhan kebidanan persalinan dan bayi baru lahir. Pustaka Baru Press.

Walyani, E. S. (2022). Asuhan kebidanan keluarga berencana. Pustaka Baru Press.

Walyani, E. S., & Purwostuti, E. (2022). Asuhan kebidanan neonatus, bayi dan balita. Pustaka Baru Press.

Walyani, E. S., & Purwostuti, E. (2022). Asuhan kebidanan komprehensif. Pustaka Baru Press.

Walyani, E. S., & Purwostuti, E. (2022). Asuhan kebidanan masa nifas dan menyusui. Pustaka Baru Press.

World Health Organization. (2023). Family planning: A global handbook for providers. WHO.

World Health Organization. (2023). Infant and young child feeding guidelines. WHO.

World Health Organization. (2023). Maternal mortality and newborn health factsheet. WHO.

World Health Organization. (2023). WHO recommendations on postnatal care of the mother and newborn. WHO.

World Health Organization. (2023). WHO recommendations: Intrapartum care for a positive childbirth experience. WHO.

World Health Organization. (2024). Anaemia prevention and management in pregnancy. WHO.

World Health Organization. (2024). Maternal and newborn health guidelines. WHO.

World Health Organization. (2024). Postpartum haemorrhage prevention and management. WHO.

World Health Organization. (2024). Recommendations on newborn health. WHO.

World Health Organization. (2024). Trends in maternal mortality 2000–2023. WHO.

Yanti, D., & Sundawati, D. (2022). Asuhan kebidanan persalinan. Refika Aditama.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Riandari, A., & Ari Andayani. (2026). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Ny.S G3P2A0 Usia 30 Tahun di Klinik Pratama Lestari I. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1), 144–155. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2148