Study Kasus Penerapan Pijat Counterpressure dan Pijat Oksitosin di RSUD Tanjung Selor

Authors

  • Devitasari Yulistian Universitas Ngudi Waluyo
  • Yulia Nur Khayati Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Asuhan Kebidanan,Counterpressure, Pijat Oksitosin

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain health issues that require special attention. One effort to reduce MMR and IMR is through comprehensive and continuous midwifery services (Continuity Of Care/COC) from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning (KB). These services aim to detect potential complications early and improve the quality of maternal and infant health (Tyastuti & Wahyuningsih, 2016). In North Kalimantan Province, based on previous data from the Central Statistics Agency, the IMR is at 16.65 per 1,000 live births. In 2025, this figure is expected to decline along with improvements in maternal and child health services, although definitive data is still being reported (BPS North Kalimantan, 2024). Maternal age ≥35 years is included in the high-risk pregnancy category, which can increase the likelihood of complications during pregnancy and childbirth (Prawirohardjo, 2018). In addition to basic midwifery care, the application of complementary therapies such as counterpressure during labor and oxytocin massage during the postpartum period can help reduce maternal discomfort and support a smooth delivery and breastfeeding process. The purpose of this case study is to implement comprehensive midwifery care for Mrs. J, 40 years old, G4P3A0, at Tanjung Selor Regional Hospital, starting from pregnancy, delivery, postpartum, newborn care, to family planning services. This study used a case study method with a Continuity Of Care (COC) approach. The subject of the study was Mrs. J, 40 years old, G4P3A0, who was followed from 29 weeks and 4 days of gestation until the period of contraceptive use. Data collection techniques were carried out through interviews, observations, physical examinations, documentation studies, and recording using the SOAP method (Marta, 2016). Although the patient was considered a high-risk pregnancy, the results of care showed that the condition of the mother and fetus was good throughout the pregnancy without complications. During the delivery process, complementary counterpressure therapy was given to help reduce labor pain. Delivery occurred naturally by vaginal delivery at 38 weeks and 4 days of gestation, resulting in a healthy, spontaneously delivered, male baby, weighing 3,100 grams and measuring 49 cm long. Oxytocin massage was performed during the postpartum period to help increase breast milk production and release. The postpartum period was physiological without complications, with normal uterine involution and smooth breast milk production. Family planning counseling was conducted on the 31st day postpartum, and the mother chose to use a 3-monthly contraceptive injection. It can be concluded that the implementation of Continuity of Care midwifery care combined with complementary counterpressure therapy and oxytocin massage was carried out comprehensively, resulting in healthy mother and baby, and no complications were found during the care process.

 

Abstrak

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian khusus. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan AKI dan AKB adalah melalui pelayanan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan (Continuity of Care/COC) mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana (KB). Pelayanan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini komplikasi yang mungkin terjadi serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi (Tyastuti dan Wahyuningsih 2016).  Di Provinsi Kalimantan Utara, berdasarkan data sebelumnya dari Badan Pusat Statistik, AKB berada pada angka 16,65 per 1.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2025, angka ini diperkirakan mengalami penurunan seiring dengan peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, meskipun data pasti masih dalam proses pelaporan (BPS Provinsi Kalimantan Utara 2023). Usia ibu ≥35 tahun termasuk dalam kategori kehamilan risiko tinggi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi selama kehamilan dan persalinan (Prawirohardjo 2018).  Selain asuhan kebidanan dasar, penerapan terapi komplementer seperti counterpressure saat persalinan dan pijat oksitosin pada masa nifas dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan ibu serta mendukung kelancaran proses persalinan dan menyusui. Tujuan studi kasus ini adalah melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. J usia 40 tahun G4P3A0 di RSUD Tanjung Selor mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus (case study) dengan pendekatan Continuity Of Care (COC). Subjek penelitian adalah Ny. J usia 40 tahun G4P3A0 yang diikuti sejak usia kehamilan 29 minggu 4 hari hingga masa penggunaan kontrasepsi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan pencatatan menggunakan metode SOAP  (Kemenkes RI 2017).  Walaupun pasien termasuk dalam usia hamil resiko tinggi, hasil asuhan menunjukkan bahwa selama masa kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik tanpa komplikasi. Pada proses persalinan diberikan terapi komplementer counterpressure untuk membantu mengurangi nyeri persalinan. Persalinan berlangsung secara normal pervaginam pada usia kehamilan 38 minggu 4 hari dan bayi lahir spontan berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi baik, berat badan lahir 3100 gram dan panjang badan 49 cm tanpa ditemukan kelainan. Pada masa nifas dilakukan pijat oksitosin untuk membantu meningkatkan produksi dan pengeluaran ASI. Masa nifas berlangsung fisiologis tanpa komplikasi, involusi uterus berjalan normal dan produksi ASI lancar. Pada hari ke-31 postpartum dilakukan konseling keluarga berencana dan ibu memilih menggunakan KB suntik 3 bulan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan asuhan kebidanan Continuity Of Care yang dikombinasikan dengan terapi komplementer counterpressure dan pijat oksitosin dapat terlaksana secara komprehensif dengan hasil ibu dan bayi dalam keadaan sehat serta tidak ditemukan komplikasi selama proses asuhan.

References

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. 2023. TFR Kalimantan Utara 2,35, Angka Kematian Bayi Kalimantan Utara 16,65, Migrasi Seumur Hidup Di Kalimantan Utara Didominasi Oleh Laki-Laki. Tanjung Selor: BPS Provinsi Kalimantan Utara.

Bobak IM, Lowdermilk DL, Jensen MD. 2012. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.

Diana, S. (2017). Model Asuhan Kebidanan . Surakarta: CV Kekata Group.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Dan Dokumentasi Kebidanan. Jakarta: Kemenkes RI

Munthe J, Maternity D, Rahmawati A. 2019. Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Nardiana, Evita Aurilia, Naomi Isabella Hutabarat, Sabriani Dwi Prihatin, Ronni Naudur Siregar, Nur Hidayah, Umi Kalsum, Winarsih, And Isnaeny. 2018. “Asuhan Kebidanan Persalinan.” Analytical Biochemistry 11(1): 1–5.

Prawirohardjo S. 2018. Ilmu Kebidanan Edisi Keempat. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Rafhani, Rosyidah, Azizah, Nurul. 2019. Umsida Press Buku Ajar Asuhan Kebidanan Masa Nifas Dan Menyusui.

Roesli U. 2012. Panduan Inisiasi Menyusu Dini Dan ASI Eksklusif. Jakarta: Pustaka Bunda.

Simkin P, Ancheta R. 2011. The Labor Progress Handbook: Early Interventions To Prevent And Treat Dystocia. Edisi Ke-3. Oxford: Wiley-Blackwell.

Tyastuti S, Wahyuningsih HP. Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016. Umu Qonitun, Fitri Novitasari. 2018. “Studi Persalinan Kala Iv Pada Ibu Bersalin Yang Melakukan Inisiasi Menyusu Dini ( Imd ).” Jurnal Kessehatan 11(1): 1–8.

World Health Organization (WHO). 2024. Maternal And Reproductive Health. Geneva: WHO

Wulandari, Priharyanti. 2024. “Pijat Oksitosin Sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui.” Jurnal Peduli Masyarakat 6(2): 697–704.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Devitasari Yulistian, & Yulia Nur Khayati. (2026). Study Kasus Penerapan Pijat Counterpressure dan Pijat Oksitosin di RSUD Tanjung Selor. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1), 25–32. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2157