Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. N Umur 23 Tahun G2P2A0 di Desa Klepu Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang
Keywords:
Kehamilan. Persalinan, BBL, Nifas, KBAbstract
Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain important indicators in assessing the quality of maternal and neonatal health services. One strategy to reduce maternal and infant morbidity and mortality is the implementation of Continuity of Care (CoC), a comprehensive and continuous midwifery care approach provided throughout pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and neonatal periods. This case study aimed to describe the implementation of Continuity of Care midwifery services for Mrs. N, a 23-year-old G2P1A0 woman, at PMB Fatmah Baradja and in Klepu Village, Pringapus District, Semarang Regency. This study employed a descriptive case study design. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, obstetric examinations, supporting examinations, documentation review, and SOAP documentation based on Varney’s seven-step midwifery management approach. The care was provided from the third trimester of pregnancy through labor, postpartum, and neonatal periods from March to May 2026. The results showed that the pregnancy progressed physiologically with normal maternal and fetal conditions. Labor occurred normally at 39 weeks of gestation, resulting in the spontaneous birth of a healthy male infant weighing 3,200 grams and measuring 48 cm in length. Early Initiation of Breastfeeding (EIBF) was successfully implemented. The postpartum period progressed normally, characterized by appropriate uterine involution, adequate breast milk production, and the absence of postpartum complications. The newborn and neonatal periods demonstrated good physiological adaptation, appropriate growth and development, adequate weight gain, and no neonatal danger signs. Health education provided during the care process was well understood and implemented by the mother. In conclusion, the implementation of Continuity of Care effectively supported maternal and neonatal health, improved maternal readiness for childbirth, promoted postpartum recovery, and enhanced newborn and neonatal care outcomes. Continuous and comprehensive midwifery services should be strengthened to support efforts in reducing maternal and infant morbidity and mortality.
Abstrak
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kesakitan dan kematian ibu serta bayi adalah melalui pelayanan kebidanan Continuity of Care (CoC), yaitu asuhan kebidanan yang diberikan secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga neonatus. Tujuan studi kasus ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. N umur 23 tahun G2P1A0 di PMB Fatmah Baradja dan wilayah Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan obstetri, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi, serta pencatatan menggunakan format SOAP berdasarkan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney. Asuhan dilakukan sejak kehamilan trimester III, persalinan, nifas, hingga masa neonatus pada bulan Maret–Mei 2026. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis dengan kondisi ibu dan janin baik. Persalinan berlangsung normal pada usia kehamilan 39 minggu dengan bayi lahir spontan berjenis kelamin laki-laki, berat badan lahir 3200 gram, panjang badan 48 cm, serta dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Masa nifas berlangsung normal yang ditandai dengan involusi uterus sesuai usia nifas, produksi ASI lancar, dan tidak ditemukan komplikasi. Bayi baru lahir dan neonatus menunjukkan adaptasi fisiologis yang baik, pertumbuhan sesuai usia, peningkatan berat badan yang adekuat, serta tidak ditemukan tanda bahaya neonatal. Edukasi kesehatan yang diberikan selama asuhan dapat diterima dan diterapkan oleh ibu dengan baik. Simpulan dari studi kasus ini adalah penerapan Continuity of Care mampu mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal, meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan, mempercepat pemulihan masa nifas, serta mendukung keberhasilan perawatan bayi baru lahir dan neonatus. Pelayanan kebidanan berkelanjutan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung upaya penurunan morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi.
References
Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang. (2023). Profil kesehatan Kabupaten Semarang tahun 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Profil kesehatan Indonesia 2018. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelayanan antenatal, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir di era adaptasi kebiasaan baru. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku kesehatan ibu dan anak. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI.
Manuaba, I. B. G. (2017). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB untuk pendidikan bidan. EGC.
Marmi. (2016). Asuhan kebidanan pada masa nifas. Pustaka Pelajar.
Pantikawati, I., & Saryono. (2015). Asuhan kebidanan I (Kehamilan). Nuha Medika.
Prawirohardjo, S. (2018). Ilmu kebidanan. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Saifuddin, A. B. (2016). Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Varney, H. (2015). Buku ajar asuhan kebidanan. EGC.
World Health Organization. (2023). WHO recommendations on maternal and newborn care. World Health Organization.

