Asuhan Kebidanan Komprehensif (CoC) pada Ibu Hamil dengan Hemoroid : Studi Kasus pada Ny D Usia 27 Tahun
Keywords:
Asuhan Kebidanan, Komprehensif, Kehamilan, HaemoroidAbstract
Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain important indicators of public health status. Efforts to reduce MMR and IMR can be carried out through continuous midwifery services or Continuity of Care (CoC), starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, to family planning services. Midwives play an important role in providing comprehensive care to detect complications early and provide appropriate management. The purpose of this case study was to provide midwifery care using the Continuity of Care approach to Mrs. D, 27 years old, G1P0A0, in the working area of X Public Health Center, Semarang Regency. The method used was descriptive with a case study approach. The implementation of care was carried out from December 12, 2025, to April 18, 2026. The subject of this case study was Mrs. D, 27 years old, G1P0A0. During pregnancy care, one visits were conducted. The mother experienced discomfort in the form of hemorrhoids during the second and third trimesters and was given management including education about a healthy lifestyle, consumption of high-fiber foods, increased fluid intake, and maintaining anal hygiene, resulting in reduced complaints. Delivery was performed by sectio caesarea, and both mother and baby were in good condition. Newborn care was conducted three times, showing that the baby was healthy, actively breastfeeding, and had no danger signs. Postpartum care was also conducted three times with normal uterine involution and no complications found. In family planning services, the mother chose condom contraception. The conclusion of this care showed that the implementation of Continuity of Care can help midwives monitor the health of both mother and baby comprehensively and improve the quality of midwifery services.
Abstrak
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam derajat kesehatan masyarakat. Upaya penurunan AKI dan AKB dapat dilakukan melalui pelayanan kebidanan yang berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Bidan berperan dalam memberikan pelayanan komprehensif untuk mendeteksi secara dini adanya komplikasi dan memberikan penatalaksanaan yang tepat. Tujuan penyusunan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara Continuity of Care pada Ny. D umur 27 tahun G1P0A0 di wilayah kerja Puskesmas X Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pelaksanaan asuhan dilakukan mulai tanggal 12 Desember 2025 sampai 18 April 2026. Subjek studi kasus yaitu Ny. D umur 27 tahun G1P0A0. Pada masa kehamilan dilakukan kunjungan sebanyak 1 kali. Ibu mengalami ketidaknyamanan berupa hemoroid pada trimester II–III dan telah diberikan penatalaksanaan berupa edukasi pola hidup sehat, konsumsi makanan tinggi serat, peningkatan asupan cairan, serta menjaga kebersihan area anus sehingga keluhan berkurang. Persalinan dilakukan secara sectio caesarea dan kondisi ibu serta bayi dalam keadaan baik. Asuhan bayi baru lahir dilakukan sebanyak 3 kali dengan hasil bayi sehat, menyusu aktif, dan tidak ditemukan tanda bahaya. Asuhan nifas dilakukan sebanyak 3 kali dengan hasil involusi uterus normal dan tidak terdapat komplikasi. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih menggunakan KB kondom. Kesimpulan dari asuhan yang diberikan menunjukkan bahwa penerapan Continuity of Care dapat membantu bidan dalam memantau kesehatan ibu dan bayi secara menyeluruh serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan.
References
Aisyah, F., Rahmawati, M. A., & Utami, W. T. (2025). Relationship between nutrition pattern , personal hygiene , and postpartum mobilization with the risk of purulent lochia discharge. 1(August), 68–76.
Amita, R. (2020). Efektivitas teknik relaksasi napas panjang terhadap penurunan nyeri pada ibu post sectio caesarea. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(2), 45–52.
Ariandini, S., Kusmiati, M., Yusnia, N., & Rahmawati, A. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi bendungan ASI pada ibu nifas. 03(2), 157–163. https://doi.org/10.34305/jphi.v3i02.717
Astuti, D. (2021). Pengaruh hemoroid terhadap kualitas hidup ibu hamil trimester III. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 15(2), 112–118.
Astuti, D., & Rumiyati, E. (2022). Pendampingan ketidaknyamanan fisiologis pada ibu hamil melalui continuity of care. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Reproduksi, 13(1), 55–63.
Ciselia, R., & Oktari, D. (2021). Pemantauan masa nifas pada ibu postpartum untuk deteksi dini komplikasi. Jurnal Kebidanan Nasional, 9(2), 88–95.
Dinkes Jateng. (2023). Tengah Tahun 2023 Jawa Tengah.
Indonesia, K. K. R. (2022). Pedoman pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kementerian Kesehatan RI.
Indonesia, K. K. R. (2023). Pedoman pelayanan kesehatan neonatal, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berencana. Kementerian Kesehatan RI.
Kartika, D. (2021). Penatalaksanaan hemoroid pada kehamilan dan persalinan. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(1), 71–78.
Khairani, N. (2020). Faktor psikologis ibu menyusui terhadap kelancaran produksi ASI. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 34–41.
Lesari, S. (2022). Asuhan neonatus dalam pencegahan hipotermi dan infeksi bayi baru lahir. Jurnal Neonatal Indonesia, 5(1), 20–28.
Manuaba, I. B. G. (2021). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB untuk pendidikan bidan (Ed. revisi). EGC.
Metasari, D. (2020). Pengaruh mobilisasi dini terhadap pemulihan ibu post sectio caesarea. Jurnal Kesehatan Maternitas, 7(2), 60–68.
Organization, W. H. (2023). Family planning: A global handbook for providers. WHO.
Putri, A. (2022). Pelaksanaan kunjungan neonatus lengkap terhadap peningkatan status kesehatan bayi. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(1), 77–85.
Rahmawati, S. (2023). Penatalaksanaan konservatif hemoroid pada ibu hamil melalui edukasi dan perubahan gaya hidup. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 14(2), 102–110.
Sari, D. (2021). Kunjungan neonatus terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 9(1), 41–49.
Studi, P., Profesi, P., & Kedokteran, F. (2026). Optimalisasi Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Melalui Pelayanan Imunisasi Di Klinik Bkia Rakyat Kota Makassar. 6(1), 41–50. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i1.938
Sunarti, E. (2022). Faktor risiko hemoroid pada ibu hamil berdasarkan perubahan hormonal dan konstipasi. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 14(3), 134–141.
Suryani, D. (2022). Hubungan konstipasi dengan kejadian hemoroid pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Kebidanan, 6(2), 80–87.
Wahyuni, S., & Purwoastuti, E. (2026). Adaptasi psikologis ibu pada masa postpartum. Jurnal Kebidanan Modern, 16(1), 21–29.
Walyani, E. S. (2021). Asuhan kebidanan pada kehamilan. Pustaka Baru Press.
Aisyah, F., Rahmawati, M. A., & Utami, W. T. (2025). Relationship between nutrition pattern , personal hygiene , and postpartum mobilization with the risk of purulent lochia discharge. 1(August), 68–76.
Amita, R. (2020). Efektivitas teknik relaksasi napas panjang terhadap penurunan nyeri pada ibu post sectio caesarea. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(2), 45–52.
Ariandini, S., Kusmiati, M., Yusnia, N., & Rahmawati, A. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi bendungan ASI pada ibu nifas. 03(2), 157–163. https://doi.org/10.34305/jphi.v3i02.717
Astuti, D. (2021). Pengaruh hemoroid terhadap kualitas hidup ibu hamil trimester III. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 15(2), 112–118.
Astuti, D., & Rumiyati, E. (2022). Pendampingan ketidaknyamanan fisiologis pada ibu hamil melalui continuity of care. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Reproduksi, 13(1), 55–63.
Ciselia, R., & Oktari, D. (2021). Pemantauan masa nifas pada ibu postpartum untuk deteksi dini komplikasi. Jurnal Kebidanan Nasional, 9(2), 88–95.
Dinkes Jateng. (2023). Tengah Tahun 2023 Jawa Tengah.
Indonesia, K. K. R. (2022). Pedoman pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kementerian Kesehatan RI.
Indonesia, K. K. R. (2023). Pedoman pelayanan kesehatan neonatal, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berencana. Kementerian Kesehatan RI.
Kartika, D. (2021). Penatalaksanaan hemoroid pada kehamilan dan persalinan. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(1), 71–78.
Khairani, N. (2020). Faktor psikologis ibu menyusui terhadap kelancaran produksi ASI. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 34–41.
Lesari, S. (2022). Asuhan neonatus dalam pencegahan hipotermi dan infeksi bayi baru lahir. Jurnal Neonatal Indonesia, 5(1), 20–28.
Manuaba, I. B. G. (2021). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB untuk pendidikan bidan (Ed. revisi). EGC.
Metasari, D. (2020). Pengaruh mobilisasi dini terhadap pemulihan ibu post sectio caesarea. Jurnal Kesehatan Maternitas, 7(2), 60–68.
Organization, W. H. (2023). Family planning: A global handbook for providers. WHO.
Putri, A. (2022). Pelaksanaan kunjungan neonatus lengkap terhadap peningkatan status kesehatan bayi. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(1), 77–85.
Rahmawati, S. (2023). Penatalaksanaan konservatif hemoroid pada ibu hamil melalui edukasi dan perubahan gaya hidup. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 14(2), 102–110.
Sari, D. (2021). Kunjungan neonatus terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 9(1), 41–49.
Studi, P., Profesi, P., & Kedokteran, F. (2026). Optimalisasi Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Melalui Pelayanan Imunisasi Di Klinik Bkia Rakyat Kota Makassar. 6(1), 41–50. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i1.938
Sunarti, E. (2022). Faktor risiko hemoroid pada ibu hamil berdasarkan perubahan hormonal dan konstipasi. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 14(3), 134–141.
Suryani, D. (2022). Hubungan konstipasi dengan kejadian hemoroid pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Kebidanan, 6(2), 80–87.
Wahyuni, S., & Purwoastuti, E. (2026). Adaptasi psikologis ibu pada masa postpartum. Jurnal Kebidanan Modern, 16(1), 21–29.
Walyani, E. S. (2021). Asuhan kebidanan pada kehamilan. Pustaka Baru Press.

