Peningkatan Keterampilan Ibu dalam Perawatan Higiene Bayi Baru Lahir Melalui Praktik Kebidanan Komunitas di Dukuh Tiyoso Desa Tlogo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo

Authors

  • Tiazh Oktaviani Universitas Ngudi Waluyo
  • Isri Nasifah Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Asuhan Kebidanan Komunitas, Personal Hygiene

Abstract

The neonatal period is a critical phase requiring major physiological adaptation, where the vulnerability of newborns to infection is highly influenced by the quality of hygiene care in the domestic environment. A community assessment in Tiyoso Hamlet, Tlogo Village, Sukoharjo District, Wonosobo Regency revealed a factual issue of a 100% incidence of diaper rash among the surveyed infants and toddlers. This clinical condition, characterized by red rash lesions, was triggered by the mothers' low knowledge regarding newborn hygiene. The majority of mothers implemented care based on traditional, less hygienic practices passed down from previous generations, which was further exacerbated by the cold mountainous geography that induced extreme moisture in the diaper area. This community service through community midwifery practice aimed to enhance mothers' knowledge and practical skills in managing newborn hygiene independently and safely. The implementation method utilized a combination of interactive health education, group discussions, clinical demonstrations of correct skin cleaning procedures, and direct mentoring through home visits. The intervention was contextually focused at a resident's house, targeting mothers with infants and toddlers. The program's success was evaluated through descriptive qualitative analysis, comparing the participants' comprehension level and clinical conditions before and after the intervention. The results showed a significant increase in the mothers' cognitive and psychomotor aspects. Mothers who were previously hesitant and reliant on incorrect social information networks are now capable of demonstrating clean-dry cord care, bathing infants post-24 hours of birth without hypothermia risks, and proper diaper hygiene management. A tangible clinical impact was observed through the gradual healing of skin lesions and the drying of diaper rashes on the children. The conclusion of this service is that adaptive community midwifery intervention is proven effective in breaking the cycle of traditional care myths that harm health. It is recommended for village midwives and local health cadres to maintain this newborn hygiene education periodically through integrated health posts (posyandu) and maternal classes.

 

Abstrak

Periode neonatal merupakan fase kritis yang menuntut adaptasi fisiologis besar, di mana kerentanan bayi baru lahir terhadap infeksi sangat dipengaruhi oleh kualitas asuhan higiene di lingkungan domestik. Pengkajian komunitas di Dukuh Tiyoso, Desa Tlogo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo menemukan permasalahan faktual berupa kejadian ruam popok (diaper rash) sebesar 100% pada kelompok bayi dan balita yang didata. Kondisi klinis berupa luka ruam kemerahan tersebut dipicu oleh rendahnya pengetahuan ibu mengenai newborn hygiene. Mayoritas ibu menerapkan asuhan berdasarkan kebiasaan tradisional turun-temurun dari orang tua terdahulu yang kurang higienis, serta diperberat oleh faktor geografis pegunungan yang dingin sehingga memicu kelembaban ekstrem pada area popok. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui praktik kebidanan komunitas ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis ibu dalam merawat higiene bayi baru lahir secara mandiri dan aman. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan kombinasi pendekatan pendidikan kesehatan interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi klinis prosedur pembersihan kulit yang benar, serta pendampingan langsung melalui kunjungan rumah (home visit). Intervensi difokuskan secara kontekstual di kediaman warga dengan sasaran utama para ibu yang memiliki bayi dan balita. Evaluasi keberhasilan program dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan tingkat pemahaman serta kondisi klinis sasar sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif dan psikomotor ibu. Ibu yang semula ragu dan bergantung pada sirkulasi informasi sosial yang keliru, kini mampu mendemonstrasikan teknik perawatan tali pusat bersih-kering, pemandian bayi pasca-24 jam kelahiran tanpa risiko hipotermi, serta manajemen higienitas popok yang tepat. Dampak klinis nyata terlihat dari berangsurnya penyembuhan lesi kulit dan mengeringnya luka ruam popok pada anak. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah intervensi kebidanan komunitas yang adaptif terbukti efektif memotong rantai mitos pengasuhan tradisional yang merugikan kesehatan. Disarankan bagi bidan desa dan kader kesehatan setempat untuk mempertahankan edukasi newborn hygiene ini secara berkala melalui kegiatan posyandu dan kelas ibu.

References

Amir, N. F., & Nuzuliana, R. (2024). Pentingnya perawatan pada bayi baru lahir normal usia 0-6 jam The importance of care in normal newborns aged 0-6 hours. 2(September), 611–619.

Faizah, N., Yulistin, N., Lia, M., & Zulis, N. (2023). Asuhan Kebidanan Berkelanjutan ( Continuity Of Care ) Kehamilan , Bersalin , Bayi Baru Lahir Dan Nifas. 1(7), 1137–1146.

Kota, K. K., Maria, R. D., & Fellina, M. (2014). HARI TENTANG KUNJUNGAN NEONATUS DI PUSKESMAS PADAN Picture Knowledge Of Mother Having Baby 1-7 Day About Visit of Neonatus In Puskesmas Field of Kandi Kabupaten 50 Kota. 5(1), 104–108.

Nuryanah, B. Y., & Keb, S. T. (2025). Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Pada Ny . V di Praktik Mandiri. 2(11), 4960–4965.

Oktaviani, R., & Nuzuliana, R. (2023). Asuhan kebidanan pada neonatus normal. 1, 3–7.

Ramadani, D. A., & Nuzuliana, R. (2024). Perawatan pada bayi baru lahir normal Care in normal newborns. 2(September), 231–239.

Seniwati, T., Rustina, Y., Nurhaeni, N., & Wanda, D. (2023). Patient and family-centered care for children : A concept analysis. 9(1), 17–24.

Stanley, A. Y., & Wallace, J. B. (n.d.). TELEHEALTH TO IMPROVE PERINATAL CARE ACCESS. 281–287.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Tiazh Oktaviani, & Isri Nasifah. (2026). Peningkatan Keterampilan Ibu dalam Perawatan Higiene Bayi Baru Lahir Melalui Praktik Kebidanan Komunitas di Dukuh Tiyoso Desa Tlogo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1), 1523–1529. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2168