Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja

Authors

  • Yuni Frischila Barnabas Universitas Ngudi Waluyo
  • Eti Salafas Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

Pendidikan Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Remaja

Abstract

Reproductive health is very important for both men and women. Reproductive health is defined as a state of complete physical, mental, and social well-being, not merely the absence of disease or disability, in all matters relating to the reproductive system, its functions, and processes. Meanwhile, adolescence refers to the stage of growing toward maturity. The problem identified is that adolescents or students still have limited knowledge about reproductive health and lack exposure to information on how to maintain their reproductive health. Therefore, this community service activity was carried out. Through this activity, it is expected that information regarding reproductive health can be effectively communicated. The activity began with a pre-test related to reproductive health, followed by health education provided to adolescents regarding reproductive health, which was attended by 13 adolescents. The next activity was an evaluation through a post-test. The results showed that there was an increase in adolescents’ knowledge after receiving health education about reproductive health.

 

Abstrak

Kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat penting untuk pria maupun wanita. Kesehatan reproduksi didefinisikan sebagai suatu kesejahteraan fisik, mental dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya. Sedangkan remaja adalah yang berarti tumbuh ke arah kematangan. Permasalahan yakni masih kurangnya pengetahuan remaja atau peserta didik dalam mengetahui tentang kesehatan reproduksinya kurang paparan tentang menjaga kesehatan reproduksinya. Maka diperlukanlah kegiatan pengabdian ini dilaksanakan.Karena dengan adanya pengabdian ini diharapkan dapat mengkomunikasikan seputar kesehatan reproduksi. Kegiatan diawali dengan penilaian pre-test yang berkaitan dengan  kesehatan  reproduksi  kemudian  Pendidikan kesehatan yang diberikan kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi yang dihadiri 13 remaja, kegiatan selanjutnya adalah evaluasi dengan post-test. Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan  remaja  setelah  diberikan  Pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi.

References

World Health Organization. (2023). Adolescent and Youth Reproductive Health. Geneva: WHO.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Kemenkes RI.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2021). Modul Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: BKKBN.

Ilmu Kebidanan. Prawirohardjo, S. (2018). Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Manuaba, I. B. G. (2019). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB. Jakarta: EGC.

Widyastuti, Y., Rahmawati, A., & Purnamaningrum, Y. (2017). Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitramaya.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

United Nations Children's Fund. (2022). Adolescent Development and Participation. New York: UNICEF.

United Nations Population Fund. (2021). State of World Population. New York: UNFPA.

Kusmiran, E. (2016). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.

Fitriani &Dian. (2013). Promosi kesehatan. Yogyakarta:Graha Ilmu

Glasper, A., & Richardson, J. (2006). A text book of children's and young people nursing. Philadhelphia:

Churchill Livingstone.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Yuni Frischila Barnabas, & Eti Salafas. (2026). Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1), 1758–1765. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2196