Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. CA Umur 32 Tahun
Keywords:
Continuity of Care, Pregnancy, Caesarean Delivery, NewbornAbstract
Maternal and infant morbidity and mortality rates remain important indicators of the success of health services. Efforts to improve maternal and neonatal health include providing continuous midwifery services or Continuity of Care (CoC). The CoC approach encompasses comprehensive midwifery care from pregnancy, childbirth, newborn care, neonate care, postpartum care, and family planning. This service aims to improve the quality of care, conduct early detection of risk factors, prevent complications, and enhance maternal preparedness in facing each stage of the reproductive process. This article aims to provide comprehensive midwifery care to Mrs. CA, 32 years old, G3P1A1, from the third trimester of pregnancy, childbirth, newborn care, neonate care, postpartum care, and family planning services at Panti Wilasa Citarum Hospital. The research method used is descriptive and case study research. Guidelines for observation, interviews and documentation studies in the form of Midwifery Care format starting from pregnancy, childbirth, newborns and postpartum in accordance with the Minister of Health Decree Number 938 / MenKes / SK / VII / 2007 concerning Midwifery Care Standards. Midwifery care was carried out continuously on Mrs. CA from December 22, 2025 until family planning services on May 13, 2026. The results of the assessment showed that Mrs. CA, 32 years old with obstetric status G3P1A1, experienced a physiological pregnancy in the third trimester. During the pregnancy visit, complaints of back pain, abdominal tightness, and leg edema were found which were still within normal limits due to physiological changes in pregnancy. The examination showed that the condition of the mother and fetus was good with normal vital signs, fetal heart rate within normal limits, and no signs of pregnancy danger were found. Labor took place at 39 weeks and 3 days of gestation with indications of premature rupture of membranes (PROM). After monitoring and collaboration, delivery was carried out via Sectio Caesarea because there was no progress in labor after induction. A healthy baby boy was born weighing 3050 grams and measuring 47 cm in length and adapting well. Neonatal care was provided in the form of monitoring the baby's condition, exclusive breastfeeding education, umbilical cord care, newborn danger signs, and complementary care in the form of baby massage. The postpartum period went well with complaints of surgical wound pain and suboptimal breast milk production which could be addressed through wound care education, breastfeeding techniques, and breast care. In family planning services, Mrs. CA received contraceptive counseling and chose the IUD method as a long-term contraceptive. Based on the results of the continuity of care midwifery care that has been carried out on Mrs. CA, it is hoped that the client can apply the counseling that has been provided during midwifery care so that the condition of the mother and baby remains good and can prevent complications and death.
Abstrak
Angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi masih menjadi salah satu indikator penting dalam keberhasilan pelayanan kesehatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan maternal dan neonatal adalah melalui pemberian pelayanan kebidanan yang berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC). Pendekatan CoC merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh sejak masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, neonatus, masa nifas, hingga keluarga berencana. Pelayanan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas asuhan, melakukan deteksi dini faktor risiko, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kesiapan ibu dalam menghadapi setiap tahap proses reproduksi. Pembuatan artikel ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. CA umur 32 tahun G3P1A1 mulai dari kehamilan trimester III, persalinan, bayi baru lahir, neonatus, masa nifas, hingga pelayanan keluarga berencana yang lakukan di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Pedoman observasi, wawancara dan studi dokumentasi dalam bentuk format Asuhan Kebidanan mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dan nifas sesuai dengan KEPMENKES Nomor 938/MenKes/SK/VII/2007 tentang Standar Asuhan Kebidanan. Asuhan kebidanan dilakukan secara berkelanjutan pada Ny. CA mulai tanggal 22 Desember 2025 sampai dengan pelayanan keluarga berencana pada tanggal 13 Mei 2026. Hasil pengkajian menunjukkan Ny. CA umur 32 tahun dengan status obstetri G3P1A1 mengalami kehamilan fisiologis pada trimester III. Pada kunjungan kehamilan ditemukan keluhan pegal punggung, perut terasa kencang, dan edema kaki yang masih dalam batas normal akibat perubahan fisiologis kehamilan. Pemeriksaan menunjukkan kondisi ibu dan janin baik dengan tanda vital normal, denyut jantung janin dalam batas normal, serta tidak ditemukan tanda bahaya kehamilan. Persalinan berlangsung pada usia kehamilan 39 minggu 3 hari dengan indikasi ketuban pecah dini (KPD). Setelah dilakukan pemantauan dan kolaborasi, persalinan dilakukan melalui Sectio Caesarea karena tidak terjadi kemajuan persalinan setelah induksi. Bayi lahir sehat berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 3050 gram dan panjang badan 47 cm serta mampu beradaptasi dengan baik. Asuhan neonatus diberikan berupa pemantauan kondisi bayi, edukasi ASI eksklusif, perawatan tali pusat, tanda bahaya bayi baru lahir, serta pemberian asuhan komplementer berupa pijat bayi. Masa nifas berjalan baik dengan keluhan nyeri luka operasi dan produksi ASI belum optimal yang dapat ditangani melalui edukasi perawatan luka, teknik menyusui, dan perawatan payudara. Pada pelayanan keluarga berencana, Ny. CA mendapatkan konseling kontrasepsi dan memilih metode IUD sebagai kontrasepsi jangka panjang. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan pada Ny. CA diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan dapat mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian.
References
Abbas, M., Hadijono, S., Emilia, O., & Hartono, E. (2017). Pengaruh Konseling Saat Persalinan Terhadap Kepesertaan Keluarga Berencana Pasca Salin Di Kabupaten Kolaka. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 4(2), 127–134.
Armini, N. W., Sriasih, N. G. K., &Marheni, Gu. A. (2017). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita (A. Pramesta, Ed.; 1st ed.). CV. ANDI.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020 (E. S. Lestari, Ed.). Dinas Kesehatan Provinsi Jawaa Tengah. www.dinkes.jatengprov.go.id
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 (S. E. Lestari, Ed.). Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Dinkes Kota Semarang. (2023). Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2023 (P. I. Raniasmi, Ed.; 1st ed.). Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Fitria, Y., & Izfaizah. (2024). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) dengan Normal. CFP : Universitas Ngudi Waluyo, 3(1), 2024.
Fitriana, Y. (2018). Asuhan Persalinan : Konsep Persalinan Secara Komprehensif dalam Asuhan Kebidanan. Pustaka Baru Press.
Gahayu, S. A. (2019). Metodologi Penelitian Kesehatan Masyarakat (U. P. Hastanto, Ed.; 1st ed., Vol. 1). Deepublish.
Helen, V., & Kriebs, J. M. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan (4th ed.). EGC.
Herlina, Virgia, V., & Wardani, R. A. (2018). Hubungan Teknik Vulva Hygiene Dengan Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum. Jurnal Kebidanan, 4(1), 5–10.
Julizar, M., & Muslim. (2021). Efektifitas ASI Eksklusif Pada Perkembangan Motorik Kasar Bayi. Jurnal Kebidanan, 7(1), 6–10.

