Manfaat Pijat Oksitosin pada Asuhan Kebidanan Ibu Nifas untuk Melancarkan Produksi ASI di Desa Gunung Putih

Authors

  • Noviyanti Universitas Ngudi Waluyo
  • Hapsari Windayanti Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

ASI, Pijat Oksitosin, Ibu Nifas

Abstract

The postpatum period is a crucial aspect to consider when providing Continuity of Care. Breastfeeding during the postpartum period is very important in optimizing the immunity and growth of newborns, as well as accelerating uterine recovery and reducing the risk of postpartum hemorrhage in the mother. If breast milk production decreases, it will cause complications such as breast milk stasis, dehydration in infants, and fussiness. Therefore, non-pharmacological stimulation is very important in the implementation of midwifery care by providing oxytocin massage during the postpartum period. This study is a descriptive design type with a Case Study approach. The subjects were postpartum mothers in Gunung Putih Village who experienced insufficient breast milk production. Midwives provided oxytocin massage interventions with a frequency of 2 times a day (morning & evening) for 5 days. The results of the assessment showed that the initial complaint was reduced breast milk production. After the Oxytocin Massage intervention was carried out twice a day (morning & evening) for 5 days, a significant increase in breast milk production was obtained. The provision of Oxytocin Massage was proven to be very effective in stimulating and facilitating breast milk production in postpartum mothers in this case. Increased breast milk production, breastfeeding frequency, and the baby appeared calmer. Oxytocin massage is recommended to be integrated as part of the standard of complementary care to address breast milk production issues during the postpartum period.

 

Abstrak

Continuity of care didefinisikan sebagai asuhan yang berkelanjutan dan terkoordinasi menekankan bahwa  asuhan postpartum merupakan bagian krusial dari COC. Pemberian ASI pada masa nifas sangat penting dalam mengoptimalkan kekebalan dan tumbuh kembang bayi yang baru lahir, serta mempercepat pemulihan rahim dan mengurangi resiko perdarahan pascapersalinan pada ibu. Apabila produksi ASI berkurang maka akan menyebabkan komplikasi seperti bendungan ASI, dehidrasi pada bayi, bayi menjadi rewel. Maka, stimulasi non farmakologis sangat penting dalam penerapan asuhan kebidanan salah satunya dengan pemberian pijat oksitosin pada masa nifas. Studi ini merupakan jenis desain deskriptif dengan pendekatan CaseStudy. Subjeknya adalah ibu nifas di Desa Gunung Putih yang mengalami kekurangan produksi ASI.Bidan memberikan intervensi pijat oksitosin dengan frekuensi 2 kali sehari (pagi & sore) selama 5 hari. Hasil pengkajian menunjukkan keluhan awal yaitu berkurangnya produksi ASI. Setelah dilakukan intervensi Pijat Oksitosin sebanyak 2 kali sehari (pagi & sore) selama 3 hari, maka didapatkan peningkatan produksi ASI yang signifikan. Pemberian Pijat Oksitosin ini terbukti sangat efektif menstimulasi dan melancarkan produksi ASI pada ibu nifas dalam kasus ini. Peningkatan produksi ASI, frekuensi menyusui, serta bayi tampak lebih tenang. Pijat Oksitosin disarankan untuk diintegrasikan sebagai bagian dari standar asuhan komplementer untuk mengatasi masalah produksi ASI pada masa nifas.

References

Anggraini, M. A., & Nurrohmah, A. (2023). Penerapan pijat oksitoksin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(4), 920–927.

Dewi, I. M., Wulandari, A., & Basuki, P. P. (2022). Pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum. Jurnal Keperawatan, 14(1), 53–60.

Fatrin, T., Soleha, M., Apriyanti, T., Sari, Y., & Aryanti, A. (2022). Edukasi praktik pijat oksitosin terhadap peningkatan kelancaran produksi air susu ibu (ASI). Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine, 3(1), 39–46.

Julizar, M. (2022) ‘Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Di

Praktik Mandiri Bidan (Pmb) Ida Iriani, S. Si. T Kecamatan Tanah Jambo Aye

Kabupaten Aceh Utara’, Getsempena Health Science Journal, 1(1), Pp. 36–43.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelayanan antenatal, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir. Jakarta: Kemenkes RI.

Magdalena, M., Auliya, D., Usraleli, U., Melly, M., & Idayanti, I. (2020). Pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 344–348.

Mintaningtyas, S.I. And Isnaini, Y.S. (2022) Pijat Oksitosin Untuk Meningkatkan Produksi Asi Eksklusif. Penerbit Nem.

Putra, F., & Rukayah, S. (2020). Pengaruh massage punggung terhadap kelancaran ASI pada ibu postpartum dengan sectio caesar. Jurnal Nurs Invent, 1(1), 38–44. https://ejurnal.unism.ac.id/index.php/JNI/article/view/18

Setyowati, H., Lestari, P., & Wulandari, S. (2021). Konsep dasar masa nifas dan asuhan kebidanan pada ibu nifas. Jurnal Ilmu Kebidanan, 12(2), 55–63

Wahyuningsih, S.S.T. Et Al. (2025) Buku Masalah Dalam Pemberian Asi. Mahakarya Citra Utama Group.

Yuliawati, Y., Anggraini, Y. And Sadiman, S. (2020) ‘Upaya Mempercepat Proses Involusi Uterus Dan Memperlancar Asi Dengan Pijat Oksitosin’, Jurnal Pengabdian

Kesehatan Beguai Jejama, 1(1).

Zakiah, S. Et Al. (2022) ‘Analisis Kasus Continuity Of Care (Coc) Di Tempat Praktek

Mandiri Bidan Siti Zakiah Tabanan Tahun 2022: Studi Kasus’, Jurnal Genta

Kebidanan, 12(1), Pp. 31–37.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Noviyanti, & Hapsari Windayanti. (2026). Manfaat Pijat Oksitosin pada Asuhan Kebidanan Ibu Nifas untuk Melancarkan Produksi ASI di Desa Gunung Putih. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 5(1), 1656–1663. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2232