Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. Y di Desa Klepu Kec. Pringapus
Keywords:
Asuhan Kebidanan Komprehensif, Kehamilan, Persalinan, Nifas, BBL.Abstract
Continuity of care in obstetrics is a series of obstetrics to ensure that women receive services from professionals for Antenatal care,Intranatal care, newborn and postpartum care to prevent all possible maternal diseases (Diana, 2017). The purpose of providing continuous care to Mrs. Y 24 years old, primipara in Klepu Village. The research design used is descriptive and the type of case study research. This care aims to carry out comprehensive midwifery care using an obstetric management approach. The method used is the descriptive method and the type of research used is a case study. The results of the discussion pthere was no gap between theory and practice was found so that Mrs. Y could carry out childbirth normally. In the care of Mrs. Y, the comprehensive normal childbirth has been carried out well and during the labor period Mrs. Y did not experience any complications. Then the monitoring of postpartum and newborns runs normally. In the care of family planning, it went smoothly. After being given continuity of care care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and birth control all went smoothly and the condition ofthe mother and baby was in a normal state. The suggestion is that comprehensive care needs to be carried out so that the health of mothers and babies is monitored.
Abstrak
Continuity of care dalam kebidanan merupakan rangkaian kebidanan untuk memastikan bahwa perempuan menerima layanan dari tenaga profesional untuk Antenatal care, Intranatal care, bayi baru lahir dan perawatan nifas untuk mencegah segala kemungkinan penyakitibu (Diana, 2017). Tujuan memberikan asuhan berkesinambungan pada Ny. Y umur 24 tahun primipara di Desa Klepu. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Asuhan ini bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan yakni studi kasus. Hasil pembahasan pada asuhan kehamilan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik sehingga Ny. Y dapat menjalankan persalinan dengan normal. Pada asuhan persalinan normal secara komperehensif pada Ny. Y sudah dilakukan dengan baik dan selama masa persalinan Ny. Y tidak mengalami komplikasi. Kemudian pada pemantauan nifas serta bayi baru lahir berjalan dengan normal. Pada asuhan KB berjalan dengan lancar. Setelah diberikan asuhan continuity of care mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB semua berjalan lancar dan kondisi ibu serta bayi dalam keadaan normal. Sarannya yaitu Asuhan komprehensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi terpantau.
References
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). 2022. Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta: BKKBN.
Dewi, V. N. L., Sunarsih, T. 2014. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika.
Fitriani, R., dkk. 2020. “Pengaruh Skrining Kesehatan terhadap Keberhasilan Penggunaan Kontrasepsi pada Ibu Postpartum”. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(2): 85–92.
Handayani, R., dkk. 2021. “Hubungan Pemberian ASI Eksklusif terhadap Peningkatan Berat Badan Neonatus”. Jurnal Kesehatan Reproduksi dan Anak, 5(2): 60–67.
Handayani, S., dkk. 2021. “Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan KB Suntik 3 Bulan pada Ibu Postpartum”. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 13(1): 40–47.
Handayani, S., dkk. 2022. “Gambaran Pengetahuan Ibu Primipara tentang Pemilihan Metode Kontrasepsi”. Jurnal Ilmu Kebidanan, 9(2): 88–95.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2022. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Pedoman Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial. Jakarta: Kemenkes RI.
Lestari, D., dkk. 2021. “Efektivitas Imunisasi HB-0 dalam Pencegahan Hepatitis B pada Bayi Baru Lahir”. Jurnal Neonatal Indonesia, 6(1): 22–29.
Lestari, D., dkk. 2021. “Hubungan Menjaga Kehangatan Bayi Baru Lahir dengan Pencegahan Hipotermia”. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 10(1): 33–39.
Pratiwi, A., dkk. 2021. “Hubungan Inisiasi Menyusu Dini dengan Adaptasi Neonatus”. Jurnal Kesehatan Maternal dan Neonatal, 7(1): 15–21.
Pratiwi, A., dkk. 2022. “Pengaruh ASI Eksklusif terhadap Pertumbuhan dan Daya Tahan Tubuh Neonatus”. Jurnal Ilmiah Kesehatan Anak, 4(2): 55–63.
Rahmawati, E., dkk. 2020. “Hubungan Rawat Gabung dengan Keberhasilan ASI Eksklusif”. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 12(2): 70–76.
Rahmawati, E., dkk. 2021. “Pengaruh Konseling KB Postpartum terhadap Pengetahuan Ibu Nifas”. Jurnal Kebidanan Nasional, 8(1): 44–50.
Rahmawati, E., dkk. 2022. “Hubungan Edukasi Imunisasi dengan Kepatuhan Imunisasi Dasar Lengkap”. Jurnal Kesehatan Reproduksi dan Anak, 6(1): 28–35.
Rahmawati, E., dkk. 2023. “Pengaruh Konseling KB Postpartum terhadap Pemilihan Kontrasepsi pada Ibu Menyusui”. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(2): 102–109.
Sari, N., dkk. 2021. “Efektivitas Konseling KB Postpartum terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu”. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(1): 66–73.
Sari, N., dkk. 2022. “Pentingnya Pemantauan Neonatus Dini dalam Pencegahan Komplikasi Neonatal”. Jurnal Neonatal dan Perinatologi, 5(1): 18–25.
Sari, N., dkk. 2023. “Hubungan Edukasi ASI Eksklusif dengan Keberhasilan Pemberian ASI”. Jurnal Kebidanan Modern, 11(1): 50–57.
Sridhar, A., & Salcedo, J. 2017. “Optimizing Contraception for the Postpartum Period”. Clinical Obstetrics and Gynecology, 60(1): 27–40
Sulistyawati, A. 2019. Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta: Salemba Medika
World Health Organization (WHO). 2022. Newborn Health Guidelines. Geneva: WHO.
World Health Organization (WHO). 2023. Postpartum Family Planning and Maternal Health. Geneva: WHO.
Wulandari, D., dkk. 2022. “Penggunaan KB Hormonal pada Ibu Menyusui terhadap Keberhasilan ASI Eksklusif”. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 15(2): 91–98.

