Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. N di Puskesmas Susukan Semarang
Keywords:
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan, Kehamilan, Persalinan Normal, Masa Nifas, Bayi Baru Lahir, Keluarga BerencanaAbstract
Continuity of Care (CoC) is a comprehensive and continuous midwifery care approach provided throughout pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning. Continuous care plays an important role in improving maternal and neonatal health outcomes and reducing maternal and neonatal morbidity and mortality rates. This case study aimed to provide comprehensive midwifery care for Mrs. N, a 29-year-old G2P1A0 woman, at Susukan Public Health Center, Semarang Regency, using the Continuity of Care approach. The method used was a case study with Varney’s midwifery management approach and SOAP documentation. Care was provided during the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal, and family planning periods. The results showed that throughout pregnancy, both the mother and fetus remained in good condition without any complications. Childbirth occurred through spontaneous normal delivery with healthy maternal and neonatal outcomes. The newborn was delivered spontaneously, cried strongly, was active, and showed no signs of neonatal emergency. The postpartum period progressed physiologically with normal uterine involution, normal lochia discharge, and adequate breast milk production without postpartum complications. In family planning services, the mother chose a 3-month injectable contraceptive after receiving family planning counseling. The implementation of Continuity of Care facilitated optimal monitoring of maternal and neonatal health, improved the quality of midwifery services, and provided continuous, comprehensive, and woman-centered care.
Abstrak
Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan dan komprehensif mulai masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Pelayanan yang berkelanjutan sangat penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta menurunkan angka kesakitan dan kematian maternal maupun neonatal. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. N usia 29 tahun G2P1A0 di Puskesmas Susukan Kabupaten Semarang menggunakan pendekatan Continuity of Care. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney dan pendokumentasian SOAP. Asuhan dilakukan mulai masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, neonatus hingga keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik tanpa komplikasi. Persalinan berlangsung normal spontan dengan kondisi ibu dan bayi sehat. Bayi lahir spontan, menangis kuat, gerakan aktif, dan tidak ditemukan tanda kegawatdaruratan neonatus. Masa nifas berlangsung fisiologis dengan involusi uterus baik, pengeluaran lochea normal, serta produksi ASI lancar tanpa komplikasi postpartum. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik setelah mendapatkan konseling keluarga berencana. Penerapan Continuity of Care mampu membantu pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara optimal, meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan, serta memberikan pelayanan yang berkesinambungan dan berpusat pada kebutuhan ibu.
References
Affandi, B. (2014). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Ambarwati, E. R. (2015). Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Nuha Medika.
Azam, M., & Nizamuddin. (2021). Metodologi Penelitian Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Handayani, S. (2017). Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Rihama.
Hidayat, A. A. A. (2021). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
JNPK-KR. (2017). Asuhan Persalinan Normal dan Inisiasi Menyusu Dini. Jakarta: JNPK-KR.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Masa Pandemi. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas, dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Marmi. (2015). Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pantikawati, I., & Saryono. (2018). Asuhan Kebidanan I Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Prawirohardjo, S. (2018). Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Rukiyah, A. Y. (2013). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: Trans Info Media.
Saifuddin, A. B. (2018). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sulistyawati, A. (2013). Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.
Tyastuti, S., & Wahyuningsih, H. P. (2016). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Unaradjan, D. D. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Varney, H. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC.
Widyaningsih, H., dkk. (2022). “Penerapan Continuity of Care dalam Pelayanan Kebidanan.” Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(2), 115–123.
World Health Organization. (2023). Trends in Maternal Mortality 2000–2023. Geneva: WHO.
Yulivantina, E. V., dkk. (2025). “Continuity of Care sebagai Pendekatan Pelayanan Kebidanan Komprehensif.” Jurnal Kesehatan Maternal dan Neonatal, 8(1), 45–53.

