Edukasi Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer pada Remaja
Keywords:
Nyeri Haid Primer, Akupresure, Remaja PutriAbstract
Menstrual pain, or dysmenorrhea, is a common problem experienced by young women during menstruation. Primary menstrual pain can impact adolescent productivity and well-being, resulting in impaired concentration, school absence, and decreased academic performance. Menstrual pain can be managed through pharmacological and non-pharmacological methods. One recommended non-pharmacological therapy is acupressure. The purpose of this activity is to introduce acupressure to adolescents as a solution for overcoming menstrual pain. The method used in carrying out community service was Hybrid Learning on May 30, 2026 at the At-Taqwa Belendung Islamic Boarding School. Community service will be implemented in three stages: the first stage is preparation by collaborating with partners. The second stage is the implementation stage, where a pre-test is conducted before the counseling is conducted to explore adolescents' knowledge. Next, education and training on menstrual pain acupressure are conducted by directly practicing menstrual pain acupressure. The third stage is an evaluation through a post-test and direct interviews, and concludes with an activity report. The results of the community service show that 26 adolescents participated in this activity. Before the counseling session on acupressure for menstrual pain, the majority of adolescents' knowledge was in the poor category, with 20 (76.9%) and after the counseling session, 24 (92.3%) had good knowledge. This concludes that there was an increase in knowledge before and after the acupressure session. It is hoped that health workers will improve health promotion programs regarding non-pharmacological methods of managing dysmenorrhea in adolescents, especially acupressure.
Abstrak
Nyeri haid atau dismenore adalah salah satu masalah yang seringkali dialami oleh wanita muda ketika menstruasi. Nyeri haid primer dapat memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan remaja seperti gangguan konsentrasi, ketidakhadiran sekolah, dan penurunan prestasi akademik. Penanganan nyeri haid dapat dilakukan dengan cara yaitu, secara farmakologi dan non farmakologi. Adapun terapi non farmakologi yang dianjurkan salah satunya yaitu akupresur. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan akupresure kepada remaja sebagai Solusi dalam mengatasi nyeri haid. Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian masyarakat yaitu Hybrid Learning pada tanggal 30 Mei 2026 di Pondok Pesantren At-Taqwa Belendung. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan remaja. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan akupresure nyeri haid dengan mempraktekkan langsung akupresure nyeri haid. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest dan wawancara secara langsung dan diakhiri dengan membuat laporan kegiatan. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 26 orang remaja. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai akupresure nyeri haid didapatkan sebagian besar pengetahuan remaja dalam kategori kurang yaitu sebanyak 20 orang (76,9%) dan setelah dilakukan penyuluhan remaja memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 24 orang (92,3%). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyeluhan mengenai akupresure. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan program promosi kesehatan mengenai cara mengatasi disminore pada remaja secara non farmokologi terutama akupresure.
References
Azhari, N., Yusriani, Y., & Kurnaesih, E. (2022). Pengaruh Edukasi Melalui Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja. Jurnal Riset Media Keperawatan, 5(1), 38–43. https://doi.org/10.51851/jrmk.v5i1.314
Carolina, V. G., & Devita, A. (2022). Hubungan Asupan Kalsium dengan Intensitas Dismenore Primer pada Remaja. Jurnal Biomedika Dan Kesehatan, 5(3), 214–220. https://doi.org/10.18051/JBiomedKes.2022.v5.214-220
de Arruda, G. T., Barbosa-Silva, J., Driusso, P., Pathmanathan, C., Armijo-Olivo, S., & Avila, M. A. (2026). Worldwide prevalence of dysmenorrhea: a systematic review and meta-analysis across 70 countries. Pain, 167(1), 41–55. https://doi.org/10.1097/j.pain.0000000000003768
Fadilah, A. N., Wahyuni, S., Nainggolan, J. B., Donela, A., & Isfaizah. (2024). Edukasi Akupresure Nyeri Haid pada Remaja. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(2), 2111–2118.
Isnina, I., Lestari, L., Rosidah, B., & Wilujeng M.Z. (2025). Peningkatan Edukasi Akupresur dalam Upaya Mengurangi Rasa Sakit Saat Haid pada Siswi SMK Bim. Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan. , 3(3), 364–370. https://doi.org/10.61132/protein.v3i3.1727
Khamidah, & Sofiyanti, I. (2023). Akupresure untuk Mengatasi Dismenore pada Remaja Putri. Journal of Holistics and Health Science, 5(1), 155–165. https://doi.org/10.35473/jhhs.v5i1.266
Kusumawati, E., Kurniawati, E., & Yunita, S. (2025). Impact of Health Education on Improving Knowledge of Dysmenorrhea Among Nursing Students. Journal of Islamic Studies and Education, 4(1), 26–31. https://doi.org/10.63120/jise.v4i1.67
Moniz, M. R., Audina, R., Afriyani, L. D., & Isfaizah. (2022). Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Disminorhea pada Remaja Perempuan Usia Sekolah. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 1(1), 415–425.
Ngatmini, N., Pujiati, E., Faidah, N., & Ambarwati, A. (2025). Implementasi Terapi Akupresur Pada Titik Sayinjiao (SP6), Titik Xie Hai (SP10) Dan Titik Taichong (LR3) Terhadap Intensitas Dismenore Primer Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren Nun Putri Kudus. Jurnal Profesi Keperawatan, 12(2), 177–182. https://doi.org/10.31596/jprokep.v12i2.232
Octariyana, O., Lestari, D., & Apriliani, A. (2022). Faktor-Faktor Determinan Dismenorea Primer pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Atas (SMA) Boarding School Aziziah Palembang. Jurnal Surya Medika, 8(3), 243–250. https://doi.org/10.33084/jsm.v8i3.4518
Prayudhi, L. M. K., Kisnawaty, S. W., & Mardiyati, N. L. (2025). Hubungan Frekuensi Konsumsi Minuman Manis Dan Status Gizi Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(2), 3734–3742. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.46633
Selçuk, A. K., & Yanikkerem, E. (2021). Effect of Acupressure on Primary Dysmenorrhea: Review of Experimental Studies. Journal of Acupuncture and Meridian Studies, 14(2), 33–49. https://doi.org/10.51507/j.jams.2021.14.2.33
Siahaan, F. K., Sari, U. S. C., & Damayanti, D. F. (2024). The impact of dysmenorrhea on the learning process of adolescent girls. ELECTRON (Journal of Science and Technology), 6(1), 20–25. https://doi.org/10.53770/electron.v6i1.648
Siyamti, D., Adimayanti, E., & Windayanti, H. (2021). Acupressure to Reduce Dysmenorrhea in Adolescent. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, 1–6. https://doi.org/10.37341/jkkt.v0i0.222
Soraya, R., Alfianing, R., & Nasifah, I. (2024). Terapi Akupresure untuk Mengatasi Nyeri Haid pada Remaja di PMB Rachma Soraya Kota Semarang. Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(1), 737–741.
Widyaningsih, A., Khayati, Y. N., Windayanti, H., Veftisia, V., Isfaizah, I., & Listyaningsih, M. D. (2022). Pemberian Terapi Akupresure terhadap Penurunan Nyeri Disminore pada Remaja. INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE), 4(1), 102. https://doi.org/10.35473/ijce.v4i1.1653

