Asuhan Kebidanan Pada Ny. R Umur 24 Tahun G3P1A1 di Puskesmas Karang Joang kota Balikpapan

Authors

  • Asmida Erliana Simatupang Universitas Ngudi Waluyo
  • Masruroh Universitas Ngudi Waluyo

Abstract

Sectio Caesarea is defined as the birth of the fetus through an incision in the abdominal wall (laparotomy) and uterus wall or hysterectomy. The purpose of this study is the identification of the factors that play a role in increasing the numbers sectio Caesarea. This study design is a descriptive observation survey. The population sample of 330 mothers and in this study were all mothers who do act sectio Caesarea was 167 respondents. The instrument used in this study is the observation sheet. The results showed that there are four factors most responsible for the increase in incidence in hospitals Liun sectio Caesarea Kendage Tahuna, iefetal distress 31.14%, 27.55% labor is advanced, pre-eclampsia 24.55% and 16.76 narrow pelvis %. Based on the result of the study indicated that most contribute to increasing numbers sectio caeserae is fetal distress, and the lowest narrow pelvis. Suggestions for health workers, especially in order to further enhance the room Obstetrics knowledge so as to provide information to pregnant women about the indication that contribute to sectio Caesarea so that pregnant women can do Antenatal care regularly.

 

Abstrak

Sectio Caesarea di definisikan sebagai lahirnya janin melalui insisi di dinding abdomen (laparatomi) dan dinding uterus atau histerektomi. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya faktor-faktor yang berperan dalam peningkatan angka sectio caesarea. Desain penelitian ini adalah survei observasi deskriptif. Populasi 330 ibu serta sampel pada penelitian ini adalah semua ibu yang dilakukan tindakan sectio caesarea adalah 167 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Dari hasil penelitian didapatkan 4 faktor yang paling berperan dalam peningkatan angka kejadian sectio caesarea di RSUD Liun Kendage Tahuna, yaitu gawat janin 31,14%, persalinan tidak maju 27,55%, pre eklampsi 24,55% dan panggul sempit 16,76%. Berdasarkan hasil penelitian indikasi yang paling berperan dalam peningkatan angka kejadian sectio caesarea yaitu gawat janin dan yang paling terendah yaitu panggul sempit. Saran untuk petugas kesehatan terutama di ruangan Obstetri agar lebih meningkatkan pengetahuan sehingga dapat memberikan informasi kepada ibu hamil tentang indikasi yang berperan pada sectio caesarea sehingga ibu hamil dapat melakukan Ante Natal Care secara teratur.

References

Cunningham, G. (2018). Obstetri Williams. EGC.

Diana, S. (2017). Model Asuhan Kebidanan Continuity Of Care. Kekata Grup.

Dinkes Provinsi Jawa Tengah. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023.

Dinkes Provinsi Jawa Tengah.

Ekayanti, M. E. (2024). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. D Umur 32 Tahun dengan Pemberian Pijat Oksitosin di Kelurahan Candirejo. Prosiding Seminar Nasional Dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(1). https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/702

Jannah, M. (2019). Pengaruh Pendampingan OSOC Terhadap Kepuasan Ibu Hamil Trimester III. Jurnal Kesehatan Prima, 13(1). https://jkp.poltekkes- mataram.ac.id/index.php/home/article/view/215

JNPK-KR. (2008). Asuhan Persalinan Normal: Asuhan Esensial Persalinan Buku Acuan.

JNPK-KR.

Kemenkes RI. (2013). Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan (Pedoman Bagi Tenaga Kesehatan). Kemenkes RI. http://dinkes.acehselatankab.go.id/uploads/Buku Saku 10.pdf

Kemenkes RI. (2015). Buku Ajar Kesehatan Ibu dan Anak. Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Kemenkes RI.

Manuaba, I. B. G. (2015). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. EGC.

Mochtar, R. (2012). Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi. EGC. Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu Kandungan. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Saifuddin, A. B. (2014). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Siahaan, N. S. E. (2018). Analisis Pengaruh Sanitasi Dan Angka Kematian Ibu Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Sumatera Utara. QE Journal, 7(2). https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/qe/article/view/17556

Susilawati, S. (2020). Determinan Lama Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Nifas. Faletehan Health Journal, 7(3). https://journal.lppm- stikesfa.ac.id/index.php/FHJ/article/view/187

WHO. (2024). Maternal Mortality. Article. https://www.who.int/news-room/fact- sheets/detail/maternal-mortality#:~:text=The global MMR in 2020,achieved at the national level.

Wiknjosastro, H. (2015). Ilmu Kebidanan. Bina Pustaka Prawirohardjo Prawirohardjo

Downloads

Published

2024-12-19

How to Cite

Asmida Erliana Simatupang, & Masruroh. (2024). Asuhan Kebidanan Pada Ny. R Umur 24 Tahun G3P1A1 di Puskesmas Karang Joang kota Balikpapan . Prosiding Seminar Nasional Dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 3(2), 3007–3015. Retrieved from https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/978