https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/issue/feedProsiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo2026-06-24T00:00:00+00:00Ida Sofiyanti[email protected]Open Journal Systems<div style="border: 2px #444F71 solid; padding: 10px; background-color: #f0ffff; text-align: left;"> <ol> <li class="show">Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo</li> <li class="show">Initials: semnasdancfpbidanunw</li> <li class="show">Frekuensi : 6 Bulanan</li> <li class="show">ISSN : Print: 2961-7340 dan Online : 2962-2913</li> <li class="show">Publisher: Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo</li> </ol> </div> <p align="justify"><strong>Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo</strong> merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara <strong>double-blind review </strong>process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review . </p>https://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2035Studi Kasus: Penatalaksanaan Sumbatan Asi dengan Terapi Non-Farmakologi2026-05-17T05:43:03+00:00Emi Rafita Sari[email protected]Ida Sofiyanti[email protected]<p><em>Breast milk blockage is a common problem experienced by breastfeeding mothers due to inadequate milk removal, causing breast pain, swelling, and hardness. This condition can interfere with breastfeeding and reduce maternal comfort during the postpartum period. One non-pharmacological management that can be used is a combination of breastcare, warm compresses, and cold cabbage leaf compresses. This study aimed to determine the effect of these interventions on reducing breast milk blockage in breastfeeding mothers. This study used a case study method on Mrs. M, 41 years old, P3A0, in Kalirejo Village, Semarang Regency. Data were collected through interviews, physical examination, and documentation. Interventions were carried out for 15 days, including breastcare, warm compresses twice daily, and cold cabbage leaf compresses three times daily. The results showed improvement after the intervention, including smoother breast milk flow, softer breasts, reduced pain, and decreased swelling. However, the improvement was not optimal because the mother did not perform the therapy consistently. In conclusion, the combination of breastcare, warm compresses, and cold cabbage leaf compresses can help reduce breast milk blockage in breastfeeding mothers, although the effectiveness depends on the mother’s consistency in performing the therapy.</em></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Sumbatan ASI merupakan masalah yang sering dialami ibu menyusui akibat pengeluaran ASI yang tidak optimal sehingga menyebabkan payudara terasa nyeri, bengkak, dan keras. Kondisi ini dapat mengganggu proses menyusui dan menurunkan kenyamanan ibu postpartum. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi yang dapat dilakukan adalah kombinasi breastcare, kompres hangat, dan kompres daun kubis dingin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi terapi tersebut terhadap penurunan sumbatan ASI pada ibu menyusui. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada Ny. M usia 41 tahun P3A0 di Kelurahan Kalirejo, Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan selama 15 hari berupa breastcare, kompres hangat dua kali sehari, dan kompres daun kubis dingin tiga kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan kondisi setelah intervensi, yaitu ASI mulai lancar, payudara terasa lebih lunak, nyeri berkurang, dan pembengkakan menurun. Namun, perubahan yang terjadi belum optimal karena ibu kurang konsisten dalam melakukan terapi. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kombinasi breastcare, kompres hangat, dan kompres daun kubis dingin dapat membantu mengurangi sumbatan ASI pada ibu menyusui, meskipun keberhasilannya dipengaruhi oleh konsistensi ibu dalam melakukan terapi.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyohttps://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2352Optimalisasi Kesehatan Masyarakat pada Ibu Hamil, Balita, Ibu Menyusui dan Remaja Putri di Rw 3 Kelurahan Genuk Kabupaten Semarang2026-06-18T07:45:30+00:00Emi Rafita Sari[email protected]Maria Jessyca Tasuib[email protected]Desi Viviana[email protected]Milya Rizki[email protected]Yuliance Kabak[email protected]Ida Sofiyanti[email protected]<p><em>Maternal and child health is an essential component of public health development. Various health problems are still encountered among pregnant women, toddlers, adolescents, and breastfeeding mothers, including nausea and vomiting and back pain during pregnancy, feeding difficulties among toddlers, anemia and menstrual pain among adolescents, and suboptimal breast milk production among breastfeeding mothers. This community midwifery program aimed to improve community knowledge and skills in maintaining health independently through promotive, preventive, educational, and community empowerment approaches in RW 03 Genuk Village, West Ungaran District, Semarang Regency. The methods included community assessment, identification and prioritization of health problems using the Urgency, Seriousness, and Growth (USG) method, planning, implementation, and evaluation. The target groups consisted of pregnant women, toddlers, adolescents, and breastfeeding mothers. Interventions included acupressure education and demonstrations for reducing pregnancy-related nausea and vomiting, prenatal yoga for relieving back pain, Tui Na massage to improve toddlers’ appetite, anemia education and acupressure for menstrual pain management among adolescents, and hypnobreastfeeding for breastfeeding mothers. The results showed an improvement in participants’ knowledge and skills regarding self-health management. High community participation indicated that the community midwifery approach was effective in improving health awareness and promoting positive health behaviors within the community.</em></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Berbagai permasalahan kesehatan masih ditemukan pada kelompok ibu hamil, balita, remaja, dan ibu menyusui, seperti mual muntah dan nyeri punggung pada kehamilan, kesulitan makan pada balita, anemia dan nyeri haid pada remaja, serta kurang optimalnya produksi ASI pada ibu menyusui. Kegiatan kebidanan komunitas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri melalui pendekatan promotif, preventif, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan meliputi pengkajian komunitas, identifikasi dan penentuan prioritas masalah dengan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG), perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan terdiri atas ibu hamil, balita, remaja, dan ibu menyusui. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi dan demonstrasi akupresur untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil, prenatal yoga untuk mengurangi nyeri punggung, pijat Tui Na untuk meningkatkan nafsu makan balita, pendidikan kesehatan anemia dan akupresur nyeri haid pada remaja, serta hypnobreastfeeding pada ibu menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai upaya pemeliharaan kesehatan. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa pendekatan kebidanan komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan masyarakat.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyohttps://callforpaper.unw.ac.id/index.php/semnasdancfpbidanunw/article/view/2353Efektivitas Pemberian Putih Telur dan Ikan Lele Terhadap Penyembuhan Jahitan Perineum pada Ibu Nifas2026-06-18T10:47:52+00:00Bekti Yuniyanti[email protected]Mundarti[email protected]Ari Kurniawati[email protected]<p><em>The Effect of Egg White and Catfish Consumption on Perineal Suture Healing in Postpartum Mothers. The postpartum period (puerperium) is a time of recovery following pregnancy and childbirth, during which complications such as uterine atony, retained placenta, and episiotomy or birth canal lacerations may occur. Nutritional factors—specifically protein, vitamins, and minerals—influence the healing of birth canal lacerations. Eggs and catfish are accessible protein sources that can be simply prepared using a blend of herbs and spices. The objective of this study was to determine the difference in effectiveness between the administration of egg white and catfish regarding the healing of perineal sutures in postpartum mothers. This study employed an experimental method with a two-group posttest-only design and was conducted at the Punggelan 2 Community Health Center (Puskesmas) in Banjarnegara Regency. The sample was selected using purposive sampling, consisting of 32 postpartum mothers with second-degree perineal sutures during February and March who had no history of diabetes mellitus or hypertension and consented to participate; 16 respondents were administered egg white and 16 were administered catfish from the first to the seventh day, with evaluations performed on the eighth day using the REEDA score. Data analysis was conducted using the Mann-Whitney test. The mean consumption was 2.56 for egg whites and 1.38 for catfish. The Mann-Whitney test results showed a p-value of 0.024 and an r-value of 0.398, with mean ranks of 20.16 for the egg white group and 12.84 for the catfish group. This indicates a significant difference in effectiveness between the two interventions regarding perineal suture healing, with catfish proving more effective for healing.</em></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Nifas (puerperium) merupakan masa pemulihan setelah melalui masa kehamilan dan persalinan, komplikasi yang terjadi selama masa nifas seperti atonia uteri, retensio plasenta episiotomi atau laserasi jalan lahir. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyembuhan laserasi jalan lahir yaitu faktor gizi, terutama protein, viatamin dan mineral. Telur dan ikan lele merupakan sumber protein yang mudah di jangkau dengan cara pengolahanya yang sederhana menggunakan campuran bumbu dan rempah. Tujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas pemberian putih telur dan lele terhadap penyembuhan jahitan perineum pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain two group posttest only design, dilakukan di Puskesmas Punggelan 2 Kabupaten Banjarnegara. Sampel penelitian diperoleh melalui purposive sampling yaitu ibu nifas dengan jahitan perineum dengan jahitan derajat 2 pada bulan Februari dan Maret, tidak ada penyakit DM, hipertensi, bersedia menjadi responden, sejumlah 32 responden dengan 16 responden di berikan putih telur dan 16 responden diberikan ikan lele diberikan hari pertama sampai hari ketujuh dan dievaluasi menggunakan skor REEDA hari kedelapan. Analisa data dengan uji Mann Whitney. Hasil rerata konsumsi putih telur 2,56, rerata konsumsi ikan lele 1.38. Hasil uji mann whitney menunjukkan p value 0,024, nilai r = 0,398 dengan mean rank kelompok putih telur 20,16 dan kelompok ikan lele 12.84, artinya ada perbedaan yang cukup kuat efektivitas pemberian putih telur dan ikan lele terhadap kesembuhan jahitan perineum, dimana ikan lele lebih efektif untuk menyembuhkan jahitan.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo